generasi anjing

di kampusku sekarang ada aturan baru, eh maksudnya mantan kampusku. aturannya adalah tidak boleh ada kendaraan yang masuk ke areal kampus, alasannya karena ada pembangunan bla bla bla. di hari pertama mendengar aturan itu, tiba-tiba saja sebuah pers kampusku mengabarkan bahwa mobil rektorku melengang kangkung masuk ke dalam areal kampus. andai saja aku ada di sana, aku bukan mengabarkan berita itu menjadi tulisan, tapi lebih dulu aku melempar mobil rektor itu dengan truk-truk bangunan kampus, baru aku membuat tulisan. sayangnya aku hanya tau melalui akun twitterku, jadi aku hanya bisa menahan kesal sambil membayangkan bagaimana keadaan kampus hari itu.
minggu kemarin aku pergi ke kampus. aku kira kampusku telah berubah menjadi pasar tumpah manglayang, ternyata mobil-mobil dosen dan motor para mahasiswa berjejer di kanan dan kiri jalan, membuat jalanan macet dan kampusku terlihat kumuh. zebra cross yang biasa adalah satu-satunya alat pembantuku menyebrang kini sudah tidak ada yang peduli. mobil-mobil bersliweran seperti kejar setoran, tak peduli angkot mau pun kendaraan pribadi, apalagi motor.
hey bapak rektor, kebijakan apa? setelah merubuhkan tempat diskusi mahasiswa dan diganti dengan lapangan gersang tak tentu akan menjadi apa bangunan itu selanjutnya, sekarang parkiran pun disingkirkan. apa sih maumu? pohon ditumbangkan satu persatu, apa mesti ada mahasiswa yang tumbang tertabrak saat menyebrang menuju kampus?
aku muak dengan kampusku, eh mantan kampusku. sepertinya tidak punya hati nurani, seenaknya menerima mahasiswa baru dengan jumlah hampir setengah ratus ribu tanpa ada kepastian di mana mereka akan kuliah dan tanpa kejelasan apakah fasilitas sudah memadai sesuai dengan biaya yang dikeluarkan atau tidak. sepertinya pihak kampus pun asal saja menambah kebijakan ini dan itu yang tujuannya hanya untuk memperkaya diri sendiri tanpa memikirkan orang lain.
lalu anda berharap mahasiswa akan menjadi orang yang akan berbudi luhur? anak manusia jika dididik oleh anjing, ya kelakuannya akan seperti anjing, berpikir seperti anjing dan berlaku seperti anjing. contoh jelasnya Sangkuriang, anak dari anjing ya kelakuannya seperti anjing, berani menikahi ibunya sendiri. apakah manusia yang seperti itu yang diharapkan oleh pihak kampus?
apakah perlu mahasiswa berbangga dengan jas almamater biru tua yang dipakai ketika UTS, UAS, ujian kompre dan munaqosah? ngaca mamen, ngaca! peringkat seribu empat ratus tujuh belas di dunia itu sangat sangat memalukan! teruskan saja, ke depannya paling akan menghasilkan generasi babi yang memakan segala macam harta tanpa mau tahu harta apa yang dimakan dan diambil.

kiamat

Waktu kemarin ke gedung aljamiah, ada beberapa mahasiswa semester 9 yang minta surat keterangan udah bayar SPP buat sidang komprehensif sama munaqosah. Nah, pas di sana, ada anak cewek yang bilang, "Bu, maaf, ini kok tahun berlakunya Agustus 2012? Udah lewat dong?". Terus si ibu bagian keuangannya bilang, "Ga apa-apa Neng, nggak akan ada Agustus 2013 kok."
That's JLEB moment!
Bayangkan, menurut ibu bagian keuangan di aljamiah, tidak akan ada Agustus 2013. What's that mean? Apa seperti kejadian Mama Lorent yang bilang 2012 itu gelap lalu beberapa bulan kemudian dia meninggal? Apa si ibu bagian keuangan itu pun akan meninggal? Meninggal itu pasti, semua makhluk hidup pasti akan mengalami fase kematian dalam hidupnya. Tapi yang heran, kenapa begitu pesimis?
Beberapa adik kelasku pun bilang bahwa Desember 2012 adalah bulan terakhir yang akan muncul di kalender Masehi. Kenapa semua orang mengamini adanya kiamat 2012? Siapa sih yang bisa memastikan kapan terjadinya kiamat selain Tuhan? Nabi dan malaikat aja enggak dikasih kisi-kisi kiamat, apalagi manusia?
Terserah deh suku Maya menerawang 2012 adalah hari akhir dunia, tapi buat aku, kiamat itu bisa terjadi kapan aja. Bisa jadi di tahun ini, bisa jadi besok, bisa jadi tahun depan, bisa jadi 5 detik lagi. Kapan aja bisa. Kenapa harus pesimis dengan menandai bahwa tidak akan ada Agustus 2013 atau Desember 2012 adalah bulan terakhi di kalender masehi?
Aku sih berharap kiamat masih lama, soalnya masih banyak kok orang-orang soleh di dunia ini. Dan aku yakin selama masih ada orang yang soleh, Allah yang baik hati pasti tidak akan menyengsarakan. Aku masih pengen hidup lama, masih banyak tempat yang belum dikunjungi, bahkan aku belum menikah, belum punya anak, cucu apalagi. Aku sih berharapnya aku bisa hidup cukup lama untuk menikmati seluruh pemandangan di dunia.
Kiamat 2012 ada hanya untuk yang mempercayainya.

Bungsu...


Sudah setahun sejak kejadian tulisan di facebook. Untuk beberapa orang, idul fitri hanya hari dimana subuh berkumpul di lapangan, lalu sholat ied dan pulang ke rumah makan opor dan ketupat. Puasa pun hanya sekedar menahan hawa nafsu, bukan mengintrospeksi keberadaan diri. Ya, bagi beberapa orang idul fitri hanyalah seperti itu. Dan aku tahu salah satu orangnya adalah kamu.
Kamu anak bungsu, tidak berarti bisa membuat semua orang mengalah dan membuat semua orang menuruti keinginanmu. Kamu anak bungsu, tidak berarti bisa membuatku tunduk di hadapanmu lalu menjilat kakimu. Kamu anak bungsu, Ibumu saja kamu ludahi, apalagi aku?
Aku juga sedang belajar, Bungsu, aku sedang belajar bahwa Tuhan tidak mengabulkan doa seseorang bukan karena Dia tidak bisa, tapi ada alasan besar. Ketika Tuhan tidak mengabulkan permintaanmu, bukan berarti Dia harus turun dari jabatannya sebagai Tuhan lalu menyembah kakimu. Kamu itu siapa, Bungsu?
Pernahkah kamu berpikir bahwa bagaimana jika Tuhan mengabulkan permintaanmu di kapal kertas saat itu, maka Dia telah mendzolimi salah satu ciptaan-Nya, yaitu aku? Pernahkah kamu bertanya, apakah dia akan bahagia jika denganku atau justru dia sengsara seumur hidupnya? Atau kamu tidak peduli, Bungsu? Apa yang kamu pedulikan hanyalah hasratmu terpenuhi dan keinginanmu menjadi nyata?
Kamu boleh egois, Bungsu, pertahankan apa yang kamu percayai jika itu benar. Tapi, bukan memaksakan kehendak, Bungsu. Semua orang punya hak untuk hidup dan memilih. Kamu pun sama, kamu pun punya hak untuk hidup berteman denganku dan memilih untuk melupakan seribu langkah yang salah di belakangmu. Waktu tidak bisa kembali, Bungsu, meski pun kamu berusaha sehebat apa pun. Kamu tidak bisa mengundo, tapi kamu bisa memperbaiki. Aku pun sedang belajar memperbaiki diri kok, Bungsu. Kenapa kita semua tidak belajar bersama-sama memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik?
Bumi itu bulat, bumi itu sempit. Kemana lagi kamu akan melarikan diri dari kenyataan? Bungsu, lari ke arah mana pun akan membawamu ke titik awal. Tidakkah kamu mau kehidupanmu yang sempurna dulu itu kembali? Atau kamu lebih suka kejar-kejaran dengan kecemasanmu sendiri?



ospek!

Aku benci ospek, aku benci ospek jika korbannya adalah adik-adikku. Aku terbiasa dipelonco, tamparan, didorong, push up, sit up, lari, nyanyi-nyanyi sampe harus bawa barang berat, aku tidak merasa dibebani. Tapi bebannya terasa berat ketika korban perpeloncoan itu adalah adik-adikku. Kakak mana yang tega adiknya dipelonco oleh senior-senior yang notabene si senior-senior itu adalah adik kelasku? Panas hati!
Adikku kemarin sakit gara-gara kecapean di acara ospek, tapi di kampusnya disebut ta'aruf. Aku tadinya menganggap biasa saja, masalahnya adikku yang satu itu emang agak lemah dan gampang sakit. Tapi kemudian setelah tahu bahwa barang-barang yang harus dia bawa itu macem-macem dan aneh-aneh, aku langsung muak!
Tadi pagi ceritanya aku nganter sampe kampusnya. Para seniornya udah manteng aja di tengah jalan dari subuh. Gayanya sok banget, kayak Chef Master Juna. Euh! Mana ngeliatin aku kayak aku itu calon korban peloncoan mereka aja. Apa mereka nggak tau kalo aku udah ESPEDE?
Pas aku ninggalin adikku buat mulai check in di check point, si senior-seniornya langsung nyerbu kayak semut ngerubung gula. Langsung aja aku samperin si adik aku lagi, dari situ kayaknya si senior langsung cengengesan nggak berani. Sumpah, pengen ngegebok senior ospek deh kalo yang mesti jadi korbannya adik sendiri.
Waktu aku ospek dulu, aku ngarepin banget ada perpeloncoan, dan aku emang udah niat mau jadi tukang sengor, pokoknya mau cari masalah sama seniornya. Eh, aku malah adem ayem nggak diganggu sama senior kecuali dimintain nomer hape doang pas istirahat. Kalo orang laen dateng jam 2 pagi ke kampus, aku baru nyampe kampus jam 7 pagi. Hahaha. Parah beud deh kelakuan aku.
Dan sekarang, aku berharap semoga adik aku enggak diapa-apain. Masalahnya, ospek itu enggak ada fungsinya sama sekali. Engga bikin anak nakal jadi baik, engga bikin anak baik jadi cerdas, dan engga bikin anak cerdas jadi cepet lulus, apalagi bikin yang pengen cepet lulus jadi dapet beasiswa ke luar negeri. Ospek itu mah cuma ajang balas dendam senior ke juniornya doang. Herannya, pihak kampus malah ngedukung acara kayak gitu. HEBAT!
Rada ngebahas masalah aku sendiri nih, aku ini pas masuk kuliah langsung males ikut UKM, bukannya engga mau, pengen sih, pengen ikut UKM yang ngajarin shalawatan, ngegambar, ngelukis, teater, bahasa, tapi... itu ospeknya yang aku males. Aku enggak suka. Aku suka dipelonco itu cuma pas SMA, diem aja dibentak-bentak senior, disuruh push up mau aja, disuruh lari mau aja, nyanyi-nyanyi kayak orang gila pun dilakuin. Kalo sekarang sih ogah banget. Ngapain?
Tapi hebatnya Tuhan, ketika jaman aku suka berontak ini, justru engga ditemuin sama orang yang bisa aku lawan. Jadi mau berontak sama siapa? Ya udah deh, keliatan kayak anak jurnalistik. Haha. Ada adik kelas nyangka aku anak jurnalistik gara-gara kalo ke kampus suka pake kemeja kotak-kotak, celana item, kadang kaos terus pake sepatu gunung. Emang aku yang udah ESPEDE ini gak ngeliatin anak keguruan yah? Aku malah berharap orang-orang ngenilai aku jurusan filsafat. Hahaha.
Apa pun itu bentuknya ospek, aku engga setuju. Soalnya engga ngebangun sama sekali. Bahkan yang ada cuma ngabisin biaya sama waktu doang. Aku juga nanti ikut ospek lagi di S2, dan rasanya males. Masa aku mesti ngelawan sama professor-professor aku? Hahaha...
 

rotanku


mereka tidak punya nama ketika aku mengenal mereka. mereka berkumpul, tertawa dalam dua spasi, begitu renggang antara satu dan yang lainnya. yang jurnalistik, asyik dengan kejurnalistikannya. yang sastra inggris dan yang pendidikan biologi sibuk dengan perannya masing-masing. kemudian muncullah si tak jelas jurusannya tapi dia esdua, obrolan mulai lekat, meski pun hanya tentang bola mata. merasa tidak, kita berkenalan bukan dengan jabat tangan, tapi dengan bola mata, rok mininya jejes dan karena baju seksi.
semakin lama, obrolan semakin menjurus pada curhat colongan. ada yang curhat ditinggal pacar. ada yang curhat mau dan telah tunangan. lalu yang lain curhat tentang secret admirernya. aku pribadi merasa komplit. beginilah seharusnya kita dari awal, tidak perlu melihat dari mana background kita, yang penting kita suka bersama.
dimaklum ketika lebih banyak perempuan maka lebih banyak gosip. maka obrolan tentang soreang dan modus jejes pun terkuak meski pun tidak terbukti :p. banyak yang masih ngahuleng dalam pengambilan gambar. ada yang belum tahu tentang lighting, belum tahu tentang reflektor, belum tahu tentang make up dan belum tahu tentang akting. tidak apa-apa, proses untuk tahu adalah tidak tahu. jika tidak mengerti, maka itu adalah ciri berpikir.
"understood?" karena aku tahu nyawamu berserakan di tempat tidur, matamu lelah membayangkan sketsa adegan yang harus dilakukan sambil menusuk-nusuk pisau ke arah kamera. lelah. ya, kita semua lelah. siapa yang tidak lelah? syuting dari jam 8 malam sampai 2 pagi.
tapi bersama kalian, tahun ini aku merasakan satu-satunya buka bareng. juga satu-satunya sahur bareng. sahur on the road. sayangnya kita belum batal bareng :). aku tidak sabar, aku memang ingin buru-buru membay'at kalian dalam mahzab filmku. haha.
terimakasih untuk kalian. yang satu persatu datang untuk merealisasikan salah satu mimpiku. terimakasih untuk yang tetap setia meski pun lelah mendera. terlebih lagi, jejes. terimakasih telah mengajarkanku sabar. a ubed, yang meski pun kena sentak 3 kali tapi tetep cengengesan. ateu, yang berkat kakinya menginspirasi logo rotan kita. uzie, yang rela meminum cairan darah yang baunya sangat surga berkali-kali. zizah, fitri, borin, himi, santi, mukhlis, agin dan darahnya, kalian yang terbaik.
terimakasih untuk ketanggapannya ketika aku menyodorkan skrip film kita :)

JANGAN!

"JANGAN!"
Kata itu selalu muncul di kuliah kehidupan Ayahku. Ayahku menekan pada kata itu begitu dalam. Seolah kata itu keluar dari lubuk hatinya dan menekan seluruh kepalanya hingga suaranya selalu terdengar lebih bold saat mengatakan kata itu.
Apa sih? Ya enggak akan dong. Jawabku. Tapi kata itu terus diucapkan. Seperti mantra yang diucap berulang-ulang agar manjur. Kenapa tidak pakai dupa sekalian, Yah?
Kata-kata Ayahku adalah "jangan ikut kerusuhan, lari, lari, jauhi! Jangan pernah ikut tawuran. Jangan pernah berkelahi dengan orang. Jangan. Jangan. JANGAN!"
BRAK. Aku membanting pintu kamarku keras-keras. Selalu. Ayah selalu menganggapku terlalu kecil untuk melakukan hal baru. Ayahku paling pandai mencari kelemahanku. Menentukan jutaan syarat yang intinya adalah aku tidak boleh melakukan hal ini dan itu. Tidak bisakah Ayah melihat bahwa aku ini adalah manusia yang cukup dewasa dan ingin menikmati hidup?
Jenna... Ibuku memanggilku dari balik pintu. Aku menimbun kepalaku di dalam bantal-bantal dan selimut. Ibuku mencoba membuka pintu namun pintunya terkunci, jadi yang terdengar hanyalah suara gagang pintu yang didorong. Jenna, buka pintunya Nak, Ibu mau bicara.
Besok aja Bu! Kataku. Heran, biasanya saat tidur aku tidak bisa mendengar suara apa pun meski pun orang lain berteriak-teriak dan kepalaku tidak ditutup bantal. Tapi sekarang meski pun aku sudah menutup kepalaku dengan bantal, aku masih saja bisa mendengar suara Ibu dengan begitu jelasnya.
Jenna... Ibu masih memanggilku dan berusaha mendorong pintu kamarku agar mau terbuka. Tapi aku bergeming bersama pintu kamarku. Aku menutup mataku dan tertidur lelap. Berharap besok keajaiban terjadi. Aku ingin...

***
Alasan mengapa aku menulis di facebook adalah karena laptopku yang baru diinstal ulang ini tidak da program microsoft wordnya. Apa bedanya menulis di catatan facebook dan di notepad? Sekalian saja di catatan facebook. Kenapa di catatan facebook jika aku punya puluhan blog yang harusnya kuisi? MASALAHNYA, ternyata provider TERI bodoh ini yang katanya gratis bla bla bla itu ternyata bohong dan satusatunya situs yang bisa aku buka cuma facebook.
Sekarang, ketika ingat tentang keadaan mengenaskan ini, aku jadi enggak mood lagi buat nulis. Pengennya sih tidur, tapi ini sindrom insomnia kambuh lagi. Lalu inspirasi mulai melayang-layang kaditu kadieu hingga akhirnya aku ngoprek tablet tapi buat apa ngoprek tablet ketika aku udah online di facebook? ceritanya mau smsan tapi orang yang mau diajak smsan udah tidur dan aku malu buat ngegangguin yang besoknya banyak pekerjaan. Uh Tuhan, berikanlah kantukmu dari jam 10 sampe jam 5 pagiiiiii aja, jangan siang-siang atuh. Amin.

selamat ulang tahun!

Kemarin kau berulang tahun. Tambah usia, tambah pengalaman, katanya. Tepat ketika jarum jam ke angka 12 tepat dan jarum detik berjalan satu kali, aku dalam hati mengucapkan selamat ulang tahun. Lalu ketika detik selanjutnya berjalan, mungkin orang lain tidak menyadari bahwa itu sudah hari ulang tahunmu. Memang, tidak ada yang bisa memaksakan untuk mengingat ulang tahun seseorang, bahkan ulang tahun sesuatu.
Aku terlalu sibuk memikirkan kata apa yang cocok untuk kuhadiahkan padamu, karena untuk menghadiahkan barang, uangku sedang banyak keluar untuk hal-hal aneh yang tak terduga. Aku bergulat dengan lagu-lagu selamat ulang tahun, ucapan selamat ulang tahun, gambar-gambar di google gambar tentang kue dan sejenisnya, tapi pilihanku akhirnya adalah diam dan menunggu yang lain menyelamati hari jadimu.
Aku minta maaf, hubungan kita tidak sebaik dulu. Kini aku merasa lebih renggang, seperti kain yang terlalu lama dipakaii. Jalinan benangnya rapuh dan warnanya tidak cerah lagi. Aku merasa hubungan kita seperti itu. Aku tak lagi banyak bicara denganmu. Kita lebih banyak diam. Bahkan kau mendapatiku melengang tanpa menyapamu beberapa kali. Ya, ada sesuatu yang "manusia" yang takkan kau mengerti. Aku perlu banyak waktu untuk diriku sendiri, untuk lebih mengenal diriku sendiri. Meski pun kau pun adalah salah satu yang membuatku lebih mendalami makna diriku.
Kemarin aku menunggu satu persatu ucapan muncul di dinding facebookmu untuk menyelamatimu. Tapi, mereka tak kunjung muncul. Mungkin karena kau menyembunyikan ulang tahunmu, jadi mereka tak menyadari bahwa hari itu adalah hari ulang tahunmu. Aku ingat tahun lalu, kita membuat pesta yang meriah untuk ulang tahunmu. Berbagai macam teman jauh datang menyemangati hari jadimu. Kita bernyanyi, berdansa lalu diakhiri dengan bertukar kado, yang satu itu aku tidak ikut. Tapi tahun lalu, terakhir kalinya aku berjabatan tangan denganmu langsung untuk mengucapkan selamat ulang tahun, aku bilang tengoklah ke belakang, maksudnya adalah melihat sudah sejauh mana kau berjalan, sudah berapa lama kau berjalan. Dan lanjutkan perjalanan, seribu langkah di belakangmu, lupakan saja. Masa lalu boleh mengetuk, tapi selalu katakan tidak untuk kembali.
Tahun ini, aku hanya bilang selamat ulang tahun. Kau masih menjadi yang tercinta. Aku mencintaimu bukan hanya karena kedekatan personal semata. Aku mencintaimu karena aku memilih, karena aku yang berkehendak atas nafsu dan akalku. Tapi, keadaan tidak memungkinkan. Ada beberapa hal "manusia" yang tidak mungkin kau mengerti. Aku tidak bisa selalu ada 24 jam sehari dan 7 hari seminggu untukmu.
Di hari ulang tahunmu, kau bisa bilang aku lupa. Tapi aku tidak pernah benar-benar melupakan, semoga terus menjalar, mengakar lalu membumi. Amin.

maaf dan lupa

Orang bilang yang mudah itu memaafkan, yang sulit itu melupakan. Bagiku, keduanya sama-sama sulit, tapi melupakan itu naluriah, karena kadang aku memang melupakan beberapa hal yang seharusnya aku ingat, bahkan hal penting sekali pun. Kadang aku lupa antara kanan dan kiri, aku lupa hari, aku lupa tanggal bahkan kadang aku lupa diri. Aku tidak merasa terganggu dengan sifat pelupaku kecuali ketika aku harus membaca buku atau barang penting. Bagiku, melupakan itu seperti BAB, naluriah, hewaniah, manusiawiah, entahlah! Jika harus dilupakan atau dibuang, ya dilupakan saja, buang saja! Lagi pula, untuk apa menahan-nahan BAB? Untuk apa mencegah melupakan?
Aku ingin ingat untuk memusuhi seseorang. Aku ingin ingat untuk tidak menjawab salam. Aku ingin ingat untuk mencuekan seseorang. Tapi, aku lupa! Ketika bertemu dengan orang itu, aku justru bersikap baik, menjawab pertanyaannya, membalas salamnya bahkan membantunya. Ash! Haruskah aku membuat catatan untuk mengingatkanku bahwa aku harus memusuhi seseorang?
Ibuku memang bilang bahwa yang membedakan antara aku dan orang lain yang jahat adalah kejahatan. Apakah aku mampu memaafkan semua kejahatannya dan tetap bersikap baik? Ataukah aku justru melakukan kejahatan yang sama dan menjadi seperti orang yang jahat itu? Lalu jika aku melakukan kejahatan yang sama seperti yang orang itu lakukan, apa bedanya antara aku dan orang itu?
Ya, akhirnya aku memang lupa bahwa aku punya orang yang tidak kusukai. Aku lupa saat menatap wajahnya atau tahu bahwa dia sedang duduk di sana memperhatikanku dengan perasaan iri dan dengkinya. Aku lupa bahwa aku seharusnya terlihat lebih "jelek" agar dia puas menertawai. Ya, aku lupa.
Haruskah aku ingat bahwa aku membencinya?
Sekarang tidak perlu, orang itu sudah cukup tersiksa dengan perasaan iri dan dengkinya. Dan aku tidak perlu menambah penderitaannya dengan membencinya. Aku tidak harus menjadi orang yang selalu menyenangkan di mata semua orang, aku hanya harus cukup baik untuk semua orang. Eh?
Dan aku pun memaafkanmu, provider TERI yang 'katanya' gratis, nyatanya LEMOT. Ya ya ya, aku pun kadang lupa bahwa provider TERI memang lemot untuk internetan...

tentang si JASMINE yang (semoga) selalu bahagia


Iseng-iseng sedang membuka profil seorang teman di facebook, kemudian menemukan sebuah page yang berjudul ANTI JASMINE ALWAYS-HAPPY III. Siapakah gerangan si Jasmine "yang selalu bahagia" ini? Lalu aku mengklik page tersebut dan muncullah gambar seorang gadis dengan kalung salib perak di lehernya sedang berpose duduk sambil menyilakan kedua kakinya. Sekilas wajah gadis itu manis dan bisa dipastikan dia adalah remaja dalam kategori "alay" dari caranya berpose dan foto yang dipilihnya. Karena tidak ada deskripsi apapun tentang page tersebut selain "Jasmine anjing! Dajjal siah maneh teh!" maka akhirnya aku mencari nama JASMINE ALWAYS-HAPPY III dengan mengetik nama tersebut di kolom pencarian teman.
Satu detik pun tidak, muncullah ratusan nama Jasmine Always-Happy III dan berbagai grup tentang gadis ini. Lalu aku mengklik salah satu grup yang ada di daftar itu, di bagian foto grup, muncullah crop-an foto dari status yang dibuat oleh Jasmine, isinya adalah tentang menghina agama Islam dengan menyebut Nabi Muhammad SAW sebagai (sebaiknya tidak perlu dibicarakan). Lalu dia mencantumkan Israel sebagai tempat kelahirannya, tapi herannya, dia fasih berbahasa Indonesia.
Satu persatu aku membuka file dari foto itu dan melihat hasil editan orang-orang pada foto profil si Jasmine ini, wah patut diacungi jempol! Hasil foto editan itu sangat bagus, padahal kelihatannya hanya diedit melalui editor ponsel biasa. Dan menurutku hasilnya sangat kreatif, bayangkan saja, dari mulut saja bisa dibentuk mulut serigala, hidung babi, mata picek sebelah, lalu kulit yang mengelupas, belatung, dan lain-lain. Dari satu foto, bisa menghasilkan ratusan foto editan yang berbeda-beda dan memiliki ciri khasnya sendiri.
Salah satu foto mengambil perhatianku. Itu adalah crop-an foto status seseorang yang bilang, "jangan terprovokasi dengan status yang dibuat oleh Jasmine, itu hanya akun palsu yang digunakan untuk menghasut perselisihan antara Islam dan agama non-Islam".
Satu kata dariku, TERBUKTI. Dari ribuan foto yang ada di dalam grup itu, fotonya rata-rata hanya berkisar pada menjelek-jelekkan agama dari si Jasmine tersebut, padahal, tidak diketahui secara pasti apakah agama dari si Jasmine itu. Bisa jadi si Jasmine atheis, agnostik, bahkan mungkin saja dia pemeluk agama baru di dunia. Siapa yang tahu?
Foto Nabi Isa AS bertebaran di album grup itu, seolah jadi pelampiasan kemarahan dari ummat agama yang dinodai dengan status si Jasmine, padahal menurut saya, Nabi Isa AS juga nabinya orang Islam, disalib pun bukan keinginan Nabi Isa AS. Bukankah menghina Nabi Isa sama dengan menghina nabi sendiri (nabi agama Islam sendiri)?
Mungkin saja setelah tulisan ini dipublish, muncul gerakan ANTI LUKITA OCTAVIA lalu muncul ribuan orang yang mencekal pernyataanku ini, lalu mengedit foto profilku dan diedit semau mereka, bahkan mungkin bilang bahwa jilbab yang kupakai adalah KERDUS alias kerudung dusta. But, keimanan seseorang hanya Tuhan dan dirinya sendiri yang tahu. Ketika wa laa ana 'abidum maa 'abattum, wa laa antum 'abiduna maa a'bud, lakum dinukum wa liyadiin (dan saya bukan penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukanlah penyembah apa yang saya sembah, bagimu agamamu dan bagiku agamaku QS Al-Kafiruun : 4-6), kenapa masih ada perselisihan?
stay cool and lovely geura bray! biar pengadilan akhir yang menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah. Toh manusia gudangnya salah dan dosa. Kenapa harus menjadi yang paling benar ketika kebenaran itu hanya milik Tuhan (Allah)?
Siapa pun, Anda, Jasmine, semoga cepat mengakhiri teror yang tidak perlu itu. :)
 salah satu status si Jasmine di dalam grup...

September, aku....

Tulisan pertama di bulan September. Hai September, selamat datang. Maaf tidak menyapamu lebih cepat. Tanggal berapa sekarang? Ah, tanggal 8. Sudah lebih dari seminggu September hadir. Apa masih ceria, September?
Septemberku ini dimulai dengan perjuangan daftar wisuda. Well, karena ada satu dan berjuta alasan, akhirnya baru kemarin aku mendaftarkan diri sebagai peserta wisuda. Pendaftaran sebenarnya udah tutup dari tanggal 6. Dan, aku sempet diping-pong dari lantai 2 aljamiah sampe lantai 3 aljamiah. Rasanya udah cape, sempet mikir mau nyerah dan nurutin apa kata si ibu-ibu rese bagian keuangan untuk ikut bulan Maret 2013. Tapi akhirnya setelah dibantu sama bagian akademik, Pak Mumu, akhirnya aku bisa ngedaftar wisuda.
Awalnya beliau juga nyaranin aku buat ikut wisuda yang bulan Maret 2013, aku cuma diem aja terus pas ditanya alasan kenapa aku pengen wisuda September, barulah aku jawab kalo aku mau daftar S2 ke Australia. Dari situ, barulah petugas di aljamiah rada "baik" dan menerima formulir pendaftaran wisuda aku.
Sempet aku pesimis dan mikir, kayaknya Allah ngedenger doanya A Aang yang bilang aku jangan kuliah ke luar negeri deh. Wah ternyata, Allah lebih sayang sama A Aang dari pada sama aku. Terus udah gitu aku mulai lemes. Mikir lamaaaaa banget sampe akhirnya Pak Mumu dengan keringat di dahinya bilang, "bisa Neng, sok sekarang minta resi ke bagian keuangan udah gitu langsung bayar!" Aku langsung lari ke bagian keuangan, eh ternyata si ibu-ibu rese di bagian keuangan itu malah mempersulit, bilangnya mesti ada paraflah, inilah, itulah. Euh! Nih orang kayak yang gak bakal mati aja, apa gak mikir gimana kalo dipersulit di akhirat?
Pas balik lagi ke Pak Mumu, Pak Mumu keliatan kesel banget ngeliat aku disuruh bolak-balik terus sama bagian keuangan, terus beliau ngedumel gitu. Setelah dapet paraf dari Pak Mumu, Pak Mumu bilang aku jangan balik ke bagian keuangan, langsung aja transfer uang terus kasiin formulir pendaftaran wisuda ke beliau, baru resinya dikasiin ke bagian keuangan. Setelah transfer, langsung aku balik ke Pak Mumu, ngasiin formulir, terus dimasukin ke daftar calon wisudawati ke 601. Hahaha. Udah gitu baru deh ke bagian keuangan.
Di bagian keuangan, lagi-lagi dipersulit sama si ibu-ibu itu. Beliau bilang, "harusnya jangan transfer dulu, liat dulu ke bagian akademik, mau terima apa engga!", udah gitu aku bilang kalo formulir aku udah di Pak Mumu, aku kasih liat parafnya Pak Mumu, baru deh si ibu-ibu itu nerima. Itu pun kayak yang gak ridho gitu. Aku cuma istighfar aja dalam hati, kok bisa-bisanya ini dosen bukannya ngebantuin mahasiswa malah mempersulit?
Pas udah keluar dari gedung aljamiah, aku mikir, tadinya masalah kuliah ke Australia mau jadi rahasia dulu sampe aku bener-bener berangkat. Eh, malah bilang-bilang. Dan ternyata, ada sama-sama calon wisudawan yang dia juga mau daftar ke Australia. Sayangnya karena aku rada lemot, aku gak minta nomernya. Haha. Ya sudahlah, sampe ketemu di sana aja.
Aku sama A Aang lagi banyak ngobrolin tentang masa depan kemarin-kemarin. Aku sendiri engga tau masa depan aku bakal kayak gimana kalo ngeliat kondisi aku yang sekarang ini. Tawaran kerja udah ada, tapi aku masih sibuk dengan kemungkinan S2. Bisa jadi aku ngambil S2 di Australia atau di luar pulau Jawa, atau bisa juga aku ngambil S2 di UPI yang notabene mahal dan bla bla bla, lalu gaji sebagai guru enggak mungkin bisa ngebiayain aku S2.
Too many mind, harusnya sih lakuin aja, gak perlu banyak mikir, kayak kata A Aang. Tapi, gimana engga dipikirin? Salah langkah ya takdir berubah. Seperti apa takdir aku? Aku juga engga tau. Aku berharap kehidupanku selalu lebih baik dari detik ke detik. Aku berharap hubungan aku sama A Aang baik-baik aja dan berlanjut ke jenjang pernikahan meski pun katanya pernikahan itu banyak resiko. Haha. Tapi, semua hal di dunia ini pasti ada resikonya.
Ngomongin tentang pernikahan juga, sepupu aku pada ngomong kalo aku jangan ngarunghal alias ngeduluin mereka yang udah lebih tua. Mungkin mereka takut kalo aku ngarunghal, mereka jadi seret jodoh, padahal jodoh mah kumaha Allah, bukan kumaha yang nikah duluan. Umur aku dua puluh dua pun belum. Pekerjaan belum punya. Status masih jadi mahasiswa nanggung karena belum wisuda. Pertimbangan itu banyak kalo mau dicari. Sungguh. Tapi kan pernikahan bukan tentang aku sendiri, tapi juga tentang pasangan aku. Yah, berusaha sok bijaklah di usia aku yang masih muda ini. Hehe.
Obrolan aku sama A Aang agak lucu, kita jadi ngobrolin masalah honey moon, aku rada engga connect pas ngomongin honey moon, masalahnya that's something weird. Haha. Tapi senengnya, aku jadi mikir kayaknya kesempatan aku buat jalan-jalan sampe ke Lombok bisa deh! Dan enggak mungkin dilarang-larang soalnya aku perginya kan sama suami aku. Ibu aku engga akan bilang, "jangan! Nanti kamu kenapa-kenapa di jalan, engga ada cowoknya, sama cowok berdua yang bukan muhrim nanti disangka pasangan mesum!" Hahaha.
Kalo ngomongin nikah terus ngobrolin jalan-jalan, aku sempet diterka sama orang kalo kebutuhan menikah aku itu adalah untuk jalan-jalan, bukan untuk hidup dan berkeluarga. Itu sih sebenernya sampingannya. Toh aku emang masih wild girl, aku pengen nyoba ini dan itu. Aku pengen ngerasain berbagai macam hal seharga uang yang aku tabung. Haha. Gak salah dong, toh menikah juga bukan untuk bikin aku jadi penghuni dapur doang kan?
Obrolan aku sama A Aang, perjuangan ngedaftar wisuda dan hari-hari aku selanjutnya adalah kompilasi soda pelanginya Frode di hidup aku. Terimakasih, Tuhan. Terimakasih untuk membukakan pintu kebenaran yang selama ini mempermainkan hati aku. Terimakasih untuk membuat A Aang mau memberikan kunci dari segala kebingunganku selama ini. Semoga ke depannya, mulut orang-orang tersumpal untuk ngurusin masalah aku. Dan semoga semua hal berjalan sesuai dengan rencana. Amiin. :)
September, aku kangen, A Aangku