Tampilkan postingan dengan label what "was". Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label what "was". Tampilkan semua postingan

lawas


Dengerin lagu project pop jadi inget waktu masa-masa SMP. Inget juga masa-masa saling keceng ngecengin tapi waktu SMP mah gue masih polos, kalo ada anak cowok yang ngecengin gue terus ngejer-ngejer, gue ketakutan setengah mati. Soalnya waktu dulu mind set-nya dibikin kalo deket-deket sama cowok itu udah mau dikawinin. Hahaha... makanya ogah banget kalo sampe ditaksir sama cowok.
Inget juga sama salah satu cowok yang sering gue temuin kalo gue berangkat pagi. Dia juga alesan kenapa gue berangkat pagi-pagi. Soalnya kalo ketemu dia suka senyum. Dan senyum adalah hal termahal yang bisa gue temuin waktu gue masih SMP.
Gue yang ga pernah ngeh kalo dia ternyata sekelas sama gue, dan gue baru nyadar pas gue udah ga sekelas lagi sama dia. Hahahaha... beleeeeettt mentang-mentang gue cuma seneng disenyumin doang, gue ga merhatiin mukanya.
Setelah ga sekelas lagi, gue baru nyadar kalo cowok itu cute! Hahaha... itu pun gue ikut-ikut sama temen-temen gue yang secara ga langsung ngecengin dia. Hahaha...
Yang bikin gue rada ogah kenal lagi sama cowok ini adalah gara-gara dia bikin gue berantem sama temen-temen gue. Secara gue yang loyal banget sama temen itu pasti lebih milih temen-temen gue dong dibandingin cowok yang cuma modal tampang cute. Eh, temen gue pun ternyata sama bejatnya. Dan si cowok itu ga kalah bejat. Pokoknya masa SMP ngerubah gue 100%. Gue jadi ga gampang percaya sama orang, juga ga gampang ngebiarin rahasia gue kebongkar. Dan masa SMA, gue dikenal misterius dan tertutup.
Setelah sikap gue yang berubah total kalo ngeliat orang, gue jadi punya banyak temen dan pemikiran skeptik gue tentang cowok dimulai. Pokoknya, kalo ngobrol sama Rani, gue sama dia itu ga kalah skeptiknya kalo ngomentarin cowok. Hahahhaa...
Di kuliahan, pemikiran skeptik gue berlanjut ke kehidupan soliter. Kalo ga gara-gara gue ketemu sama temen (ya gue sih anggep dia temen, ga tau deh kalo dia ga nganggep gue temen), dia nangis pas gue bilang gue mau pindah kuliahan. Disitu gue baru mikir, ga semua orang sejahat yang gue pikirin. Ga semua orang nganggep gue common enemy. Dan gue ngebuka diri gue cuma sama satu orang itu doang.
Awalnya gue ngebuka diri sama semua orang, tapi kemudian gue mulai berpikir skeptik lagi kalo ga semua orang juga sebaik si temen gue ini. Dan gue semakin soliter dan cuma pengen bergantung sama satu orang, satu temen gue itu doang.
Pas ketemu sama orang-orang yang mesti gue anggep keluarga (rumput), gue awalnya susah juga ngebuka diri. Tapi gue mulai berpikir bahwa selama gue baik sama orang, orang itu juga pasti baik sama gue. Dan  gue ngelakuin hal itu. Gue mulai ngebuka diri gue, meskipun mereka semua masih nganggep kalo gue tertutup. Gue emang nutup diri untuk nyeritain rasa sakit yang lagi gue rasain. Tapi gue ga nutup diri buat nyerita tentang masa lalu, rahasia yang kadang cuma gue tau, impian gue, dan gue ga takut diketawain sama semua impian bodoh gue, nyatanya ga ada yang ngetawain juga.
Dari lagu project pop, bisa nyampe ke masa kuliah. Hahaha...
Ke depannya, gue ga tau seperti apa pemikiran gue tentang dunia ini. Tapi gue sadar, bahwa seharusnya semua orang itu baik sama gue, karena gue juga baik sama mereka. Meskipun feedback-nya ngecewain, tapi masa bodolah! Yang penting gue biasa-biasa aja.
Penilaian orang-orang tentang gue bisa bermacam-macam, tapi di dunia ini, nilai apa yang universal? Dan gue paham bener kenapa gue lebih banyak dingertiin sama orang-orang diluar jurusan gue, soalnya kalo dimisalin bahasa gue adalah bahasa FM, nah orang-orang di jurusan gue itu saluran AM. Ya jelaslah ga ketangkep sama radio masing-masing. Kalo gue sih masih bisa nyesuaiin diri sama AM, nah yang AM ini ga bisa nyesuaiin sama FM.
Tapi so what? Gue tetep harus suka sama gelombang-gelombang AM, dan mau ga mau, suka ga suka, meskipun nolak sampe muntah-muntah, mereka juga mesti nerima gue.
Gue sadar sepenuhnya juga, mungkin background kehidupan gue yang ga sama kayak mereka, itu yang bikin gue ga bisa beradaptasi sama obrolan atau gaya hidup mereka. Gue udah terbiasa sama hal-hal sederhana yang ga cuma sebatas wacana atau obrolan dari mulut ke mulut, i live with that! Jadi kalo ketemu orang-orang yang ngomong cuma sebatas wacana, jujur gue lebih suka ngehindar.

Tuhan. Lo gue bawa ke dalam obrolan gue malem ini. Makasih buat semuanya. Jauhin gue dari percobaan. Amin...

...reunian...

Reuni selalu tampak asyik. Ajang bertemu dengan kawan lama. Tegur sapa. Saling bertukar cerita. Bersaing dalam hal pakaian dan kemewahan. Pacar. Perselingkuhan. Hingga soal tabu yang sebenarnya tak perlu diucapkan. Bagi hampir semua orang, reuni adalah hal yang menyenangkan. Tapi bagiku tidak. Bagiku, reuni seolah membuka sesuatu yang seharusnya sudah ditutup dan diakhiri. Dan entah mengapa, kadang aku punya ribuan hingga jutaan alasan mengapa aku menolak untuk diajak reuni.

Sore tadi, setelah seribu hari lebih tak bertemu dengan kawan lamaku, aku akhirnya bertemu dengan mereka. Di sebuah food court kami bertemu dan aku hampir tidak mengenali mereka semua jika saja mereka tak menyapaku duluan. Canggung, itu adalah kesan pertama yang kurasakan saat bertemu dengan mereka. Padahal mereka adalah orang-orang yang sekelas bersamaku waktu SMA. Tapi entah mengapa aku seperti anak baru yang susah beradaptasi. Maka aku diam.
Bergulirlah masa-masa SMA-ku dulu bersama mereka. Aku pernah perang dingin hingga akhirnya melumer bukan dengan maaf, tapi dengan tantangan saling bunuhku. Kadang aku berharap bisa melakukan tantangan saling bunuh itu lagi dari pada aku terus perang dingin seperti orang-orang yang ditempatkan sekelas bersamaku di kampus.
Aku ingat juga perselisihan kecil untuk memperebutkan si kembang kelas. Hahahaha... sayangnya aku tak pernah ambil andil dalam masalah di kelas kecuali saat tantangan saling bunuh itu.

Yang membuatku senang dan membuat pacarku (sekarang) cemburu adalah ketika tanpa sengaja aku bertemu dengan kecenganku waktu SMA. Aku berjalan ke arah yang berbeda dengannya dan dia menyapaku, duluan jika boleh kutambahkan. Padahal waktu SMA dulu, jangankan menyapa, tersenyumpun dia tak pernah. Selama SMA, aku mengaguminya dalam hening, dalam diam.
Dia sedikit bercerita tentang hubungan cintanya dan dia bertanya tentang seorang pria yang sedang menjalin hubungan denganku di salah satu situs pertemanan. Aku menjawab dengan berat sekaligus senang, bahwa pria itu adalah pacarku. Aku hampir melompat senang saat bisa memperkenalkan pacarku padanya. Bayangkan saja, dulu waktu SMA, dia gonta-ganti pacar seolah memanasiku dan aku hanya bisa diam, menelan ludah pahit dalam kerongkonganku. Sekarang, aku tahu mengerti arti dari sweet revenge. Hahaha...
Sembilan ratus hari yang lalu, aku sempat bersedih karena tak bisa lagi melihat si kecenganku itu lagi setiap hari. Hampir setiap hari aku membuka profil salah satu situs pertemanannya hanya untuk melihat fotonya atau membaca statusnya. Semua itu terus berlanjut hingga akhirnya aku semakin jarang membuka profilnya dan akhirnya hingga tidak pernah lagi membuka profilnya, hingga sekarang.
Perasaan kagum itu masih ada sampai sekarang. Karena perasaan suka padanya bukan pada fisik yang akan lebur oleh waktu atau pada kekayaan yang akan hilang dalam hitungan detik. Aku suka pada otaknya, kecepatannya berpikir yang mengagumkan, IQ-nya yang jelas lebih unggul dariku, kecerdasan yang mengalahkanku diatas segalanya.
Dia bercerita sedikit bahwa di kampusnya ada seorang gadis yang menyukainya dan ternyata dia adalah teman dekatku. Aku sedikit terkejut namun ada perasaan yang berbeda. Dulu, setiap kali si kecenganku itu menyebut nama teman dekatku itu, ada rasa sakit yang menusuk hingga ke jantungku, tapi kali ini tidak ada. Rasanya kebas dan aku sendiri tak mengerti mengapa senyumku bisa setulus ini.
Kau punya tempat sendiri, tapi bukan sebagai orang yang aku suka lagi. Perasaan itu sudah hilang. Saat memutuskan ikut reuni, kau adalah kesempatan yang tak pernah kuduga akan hadir. Andai saja aku menuruti rasa malasku, mungkin aku takkan bertemu denganmu. Saat bertemu denganmu, ada perasaan rindu, rindu akan perasaan yang dulu sering menggangguku.
Dan aku menyadari bahwa aku telah jatuh cinta pada orang lain. Karena bukan padamu lagi hatiku berdebar saat bertemu. Bukan padamu juga rasa rinduku bertaut. Aku merindukan orang yang naik vespaaaaaa!!!
Dan aku benar merasakan dunia ini simetris dan pusatku hanya ada satu dan itu bukan disini. Jadi kemanapun aku berjalan, aku melihat semua manusia sama. Yang membuatnya beda adalah adanya kehadiran si satria bervespa atau tidak. Jika ada dia, maka aku buta pada sekitar. Tak ada dia, maka aku melihat semuanya sama dengan tiada.

Reuni...
Aku ingin sekali mengajak si satria bervespa dan mengenalkannya pada duniaku yang lama...
Aku masih malas menulis, jadi meskipun inspirasi sedang banyak, aku hanya ingin bercerita sedikit saja...
Semoga kepuasan pembaca terpenuhi...
Hahaha...


27 Agustus 2011

gombal!

"Kamu adalah pertama dan akan menjadi satu-satunya..." Kata-kata yang terlontar dari mulutnya di telepon itu begitu nyaring dan jelas. Jelas mengisyaratkan bahwa aku adalah si satu dan satu-satunya dalam cerita cintanya.

Kata itu sudah bertahun-tahun yang lalu kudengar tapi masih saja terngiang di telingaku. Bukan dengan suara si pemiliknya, tapi hanya rentetan katanya saja. Dan setiap kali aku mengingatnya, aku merasa kau adalah tukang gombal yang hebat!
Entah sudah berapa wanita yang dia jajaki sejak terakhir dia berhubungan denganku. Dan semuanya selalu berakhir menjadi musuh. Dan aku tertawa karena dia pun melakukan hal yang sama padaku. Dia memusuhiku dan enggan berbicara denganku. Padahal, aku selalu melihatnya tiap hari dan rumahnya pun tak jauh dari rumahku.
Dulu aku yang menjadi korban kata-kata gombalmu, lalu ada seorang wanita malang yang lain, lalu ada lagi dan lagi dan lagi. Hey, wajahmu yang tidak terlalu tampan itu ternyata berharga jual tinggi juga. Ternyata banyak yang menginginkanmu meskipun aku tak tahu bagian mana yang mengesankan darimu selain kata-kata gombalmu itu.
Aku tahu dengan pasti ini bukan urusanku. Kau mau berhubungan dengan siapapun bukan urusanku. Hanya saja, apa aku tadi mendengar kau memanggil kekasih barumu itu "yangyang" (ini hanya nama fiktif belaka)?  Aku merasa sangat dekat dengan panggilan itu. Dulu kau memaksaku untuk memakai nama itu padahal aku sama sekali tak mau. Terdengar seperti sebuah ejaan dalam bahasa inggris yang artinya pasti ada unsur gombalnya
Aku dulu dipanggil seperti itu. Gadis malang setelahku pun kau panggil dengan panggilan yang sama, begitu pun sesudahnya dan yang sekarang pun kau panggil dengan sebutan yang sama. Wah, kau bisa penangkap ikan yang handal! Kau menangkap ikan dengan syair yang sama dan dengan cara yang sama. Ajari aku, aku juga mau sehebat kau!
Tapi aku tentu tahu, keahlianmu yang seperti itu ditunjang dengan begitu melankolisnya sikapmu dan idealisnya pemikiranmu. Berbeda denganku yang terkadang pragmatik dan sembrono, tentunya tak semua pria bisa kudapatkan dengan cara yang kau lakukan.
Ya, ya, ya.

Aku ingat banyak hal saat kita masih bersama. Kau paling suka membuatku merasa bersalah, mengumbar kata cinta di dinding situs pertemananku. Seolah agar semua orang tahu bahwa kau adalah satpam galakku. Kau berteman dengan semua teman yang kumiliki dan tak membiarkan aku bergerak leluasa.
Dipikir-pikir, aku dulu cukup bodoh juga untuk selalu mengikuti apa keinginanmu. Aku berusaha menjadi wanita yang mandiri, berpikiran luas dan cerdas, membuang sikap kekanak-kanakanku, kadang juga aku seolah tak menjadi diriku sendiri. Apakah kau melakukan hal yang sama pada kekasihmu hari ini?
Kuharap dia adalah dirinya sebelum berkenalan denganmu dan kau tak mengubahnya menjadi prototipe diriku yang paling kau cintai. Kau cintai? Entahlah kawan, aku merasa kau sangat mencintaiku, terbukti jelas bahwa kau memanggil semua kekasihmu dengan panggilan yang kau berikan untukku. Kau juga menyanyikan lagu yang selalu kau nyanyikan untukku. Kau seolah sedang mencumbu prototipe-ku karena ketidakmampuanmu mendapatkanku.
Aku merasa kasihan padamu. Sungguh. Dan aku lebih kasihan lagi pada kekasih-kekasihmu itu. Mereka kau anggap seperti aku. Sungguh kau terlalu. Jika aku jadi kekasihmu itu, aku pasti sudah melemparmu jauh-jauh dari hidupku seperti yang pernah kulakukan. Kututup mataku dan kukatakan dengan keras TIDAK untuk pria sepertimu! Hehehe... sayangnya aku sudah melakukannya sekali dan selamanya.

Aku senang melihat kau baik-baik saja. Dunia memang tidak sesempurna keinginan kita, ya kan kawan? Seperti biasa, aku ingin bilang, aku tak merasa menyesal meninggalkanmu, andai saja aku bisa menyesal.
Kawan, kau tak perlu kekanak-kanakan untuk memusuhiku seperti ini. Bersikaplah dewasa seperti yang kau bilang dulu. Kau begitu childish. Hihihi....



8 Juli 2011

sayang...

3 taun kita bersama, berantem, teriak-teriak, saingan, saling sikut, saling tendang, saling pepet sampe hampir tabrakan, semuanya kita lakuin sama-sama. Lain siang, lain juga malem. Kalo siang, sesedih apapun aku untuk menghadapi kamu, aku terus senyum, terus saingan sama kamu, seolah aku adalah tebing yang ngga bisa kamu kalahin dengan mudah. Kalo malem, air mataku baru jatuh, menangisi kenapa kamu ga bisa bersikap lebih murah hati sama aku?

hampir seribu hari kita bareng-bareng, aku seolah ga kenal kata selamat tinggal yang suatu saat pasti bakal aku ucapin ke kamu. Setiap harinya, bahkan disaat terakhir aku ketemu kamu, aku selalu berpikir bisa ketemu lagi. Padahal aku salah...

6 bulan ga ketemu sama kamu, itu adalah waktu terpanjang sepanjang sejarah sejak aku ketemu sama kamu, rasanya kosong banget, ada yang ilang dalam diri aku, ga bisa lagi belajar fokus, lagian... siapa yang mau aku kejer?

Hari ini, udah 2 taun lebih kita ngga ketemu, aku ngga tau kabar kamu, ngga pernah ngobrol sama kamu lagi. Tapi aku nemuin fakta-fakta untuk menghentikan aku nyari kamu, ternyata 3 tahun, waktu yang selalu aku itung itu ga pernah kamu itung, kamu bahkan ga pernah pengen aku ada, kamu benci banget sama aku, sampe bilang kalo kamu ga mau baikan sama aku selamanya. Makanya aku ga nyari kamu, meskipun dulu kamu bilang mau nyari aku lagi kalo udah lulus SMA, ternyata kamu lupa juga.

Sebentar lagi ulang taunku, 5 taun sejak aku kenal sama kamu, kamu ga pernah ngucapin satu ucapanpun buat aku, kamu selalu lupa. Aku emang bukan orang yang pantes buat kamu inget sih, aku juga nyadar diri disitu.

Dan setelah semua sikap buruk kamu ke aku, aku tetep aja, sayang sama kamu. Aku tau, kamu pasti tau kalo aku sayang sama kamu, tapi kamu bertingkah kayak orang bodoh n pura2 ga tau. Aku juga nyadar diri lagi, aku ini apa dan seperti apa aku.

Malem ini, meskipun pedih banget buat nginget kamu, fakta-fakta itu, aku tetep aja peduli sama kamu, minimal profil fb kamu aku buka sebulan sekali, aku kasih komentar atau jempol di status kamu. Soalnya, aku sayang sama kamu. Ga bisa lupa gitu ajah.

Aku tau, aku juga dulu ngelakuin banyak kejahatan, nyuekin orang, pura2 ga tau, persis kayak apa yang kamu lakuin sama aku, aku sekarang dapet balesan yang setimpal.

Aku sedih liat kamu dapet balesan yang kayak gitu juga, hey, aku maafin kamu... karena aku begitu sayang sama kamu, menerima kamu, semua kelemahan kamu, memuja kamu, aku maafin kamu... ga masalah sama air mata yang beberapa taun lalu, ga masalah banget... tenang ajah!



3 oktober 2010

mengenang sebuah lagu2

ketika engkau datang
mengapa disaat kutak mungkin
menggapaimu
meskipun tlah kau semaikan cinta
dibalik senyuman indah
kau jadikan seakan nyata
seolah kau belahan jiwa
meskipun tak mungkin lagi
tuk menjadi pasanganku
namun kuyakini cinta
kau kekasih hati

terkadang begitu sukar
untuk dimengerti semua ini
kita terlambat
meskipun tlah kau semaikan cinta
dibalik senyuman indah
kau jadikan seakan nyata
seolah kau belahan jiwa
meskipun tak mungkin lagi
tuk menjadi pasanganku
namun kuyakini cinta
kau kekasih hati

meskipun tak mungkin lagi
tuk menjadi pasanganku
namun kuyakini cinta
kau kekasih hati

dibalik senyuman indah
kau jadikan seakan nyata
seolah kau belahan jiwa
meskipun tak mungkin lagi
tuk menjadi pasanganku
namun kuyakini cinta
kau kekasih hati

meskipun tak mungkin lagi
tuk menjadi pasanganku
namun kuyakini cinta
kau kekasih hati


sebenernya kalo lagu ini teh nyindir seseorang... hahha, yang kesindir mah diem aja! udah mah kamu teh baca blog ta seenaknya, ngapain juga kamu yang repot?
ta berbahagia juga kok kawan sekarang... jangan berpikir kalo ta menderita, ta mah orangnya diem2 aja... jangan baca update stat fb ta terus kamu ngira kalo ta suffer after you left me...
ta sih pribadi ga peduli sebenernya,,,
hehehe...
jadi udah berapa kali nih ceritanya ta ngejelasin kalo ta ga ngerasa kehilangan kamu? dan alesan ta ngehubungin kamu lagi?
kamu nganggep ta terlalu rendah...
tapi emang ketang,,, hahaha...
kesimpulannya...
ta terlalu baik dan polos untuk jadi mainan kamu... dan kamu emang ga pernah pantes buat dapetin ta (da emang ga pernah dapet), kamu terlalu hina untuk memandang ta... yang hina mah dengan yang hina aja...

mengenang sebuah lagu

Kau ungkapkan kepadaku kan ada saatnya nanti engkau milikku satu...
kumenunggu dalam bimbang adakah sungguhnya aku
kasih yang engkau inginkan?

biar aku yang pergi
bila tak juga pasti
adakah selama ini
aku cinta sendiri?

biar aku menepi
bukan lelah menanti
namun apalah artinya
cinta pada bayangan?

pedih aku rasakan
kenyataannya
cinta tak harus
selalu miliki

kumenunggu
dalam bimbang
adakan sungguhnya aku
kasih yang kau inginkan?

biar aku yang pergi
bila tak juga pasti
adakah selama ini
aku cinta sendiri?

biar aku menepi
bukan lelah menanti
namun apalah artinya
cinta pada bayangan?

pedih aku rasakan
kenyataannya
cinta tak harus
selalu miliki...

jujur
aku tak yakin bisa
jalani hari
tanpa dirimu

namun apalah artinya
cinta pada bayangan?

biar aku yang pergi
bila tak juga pasti
adakah selama ini
aku cinta sendiri?

biar aku menepi
bukan lelah menanti
namun apalah artinya
cinta pada bayangan?

pedih aku rasakan
kenyataannya
cinta tak harus
selalu miliki...


hingga sekarang, harapan itu masih ada... tapi semakin lama semakin samar, dan sekarang kerasa kayak ga pernah ada lagi... tapi ta taw, kamu pasti inget sama janji kamu... okelah asbun, tapi ta harap kamu bisa ngakuin kalo kamu pernah janjiin kayak gitu sebelumnya...
kasih taw ta, kalo ta ga cinta sendiri...
tunjukin kalo ta ga cinta sama bayangan...
we did... we were fallin' love...
but it was...
sekarang ta lebih seneng jadi temen kamu, lebih menyenangkan...
soalnya dulu saking ta ngarep banget sama kamu, langkah ta terhenti untuk ngedeketin kamu, rasanya semakin ta nyoba ngedeket, kamu makin jauh... jadi ta berhenti bergerak ngedeketin kamu, dan bener, kamu tetep disana ga bergerak kemana-mana, tapi ta ga bisa nyentuh kamu sampe akhirnya ta sadar...
kita temenan udah lama, sekelas selama bertahun-tahun...
masa ga bisa tiap pagi saling sapa?
tiap istirahat kalo papasan senyum?
ngusilin pas lagi ngerjain tugas?
kenapa ga bisa kita lakuin waktu kita masih sekelas?
sekarang pas kita udah jauh banget, ta baru sadar...
kamu temen ta,,,
sikap kamu dulu bener-bener nganggep ta musuh bebuyutan, kapan di kelas kita bisa ngobrol baik2 kayak temen biasa? kalo sampe kita ngobrol, itupun lebih tepatnya debat dan pasti diakhirin sama si wali kelas yang ngelerai kita, temen2 kita yang akhirnya pada diem...
saat itu ta ngerasa dunia itu punya kita, tapi sayangnya... mungkin kamu mikirnya ta benci banget sama kamu...
tapi semuanya berubah pas dikelas 3, waktu kamu punya cewek yang satu sekolahan... saat itu ta sadar kehilangan kamu, yang tadinya suka berantem gara2 kamu ngehalangin pintu masuk kelas, waktu itu kamu lebih suka duduk di depan kelas cewek kamu sambil ngobrol sama dia, ta kehilangan kamu banget....
makanya pas kita sekelompok praktikum, ta nyoba buat ga bikin kamu marah2 sama ta, tapi nasi kayaknya udah jadi bubur terus gosong dan akhirnya ga ada banget...
semua yang ta lakuin ga ngehapus apa yang udah ta lakuin...
kamu ga semakin deket sama ta, tapi berhasil ngurangin frekuensi kamu yang suka marah2 sama ta,, akhirnya kita damai... ta emang ga ngarepin kamu cepet putus sama si cewek kamu, tapi ta juga ga bisa ngeliat kalian kemana2 bareng terus!
"Kamu lama-lama mirip sama cewek saya!" Kata kamu waktu lagi istirahat, pertama kalinya di istirahat kamu bercanda sama ta....
biasanya, kalo ngerjain tugas perkelompok,umpamanya jawaban ta beda sama kamu, terus jawaban ta yang bener, dan ta disuruh nulis jawabannya di depan papan tulis, kamu sengaja ga mau ngeliat papan tulis, ga mau nulis jawaban ta dan nganggep jawaban ta salah.
tapi pas kita udah deket, kamu kadang suka ngejailin ta pas ta lagi nulis di depan...
ta juga ga bisa lupa waktu ta disuruh ngerjain soal kimia ke depan, terus ta lupa nomor massa dari benzena, kamu dari belakang teriak 68,5... makasih!
harapan ta harusnya udah pupus dari awal, tapi setiap kali ta berusaha ngerelain kamu, kamu seakan ga ngebiarin ta, kamu ngasih asumsi bahwa kamu tau ta ada di deket kamu...
dan setelah lulus, ta yang belom bisa ngelupain kamu masih naroh harepan sama kamu, meskipun kamu ngelakuin banyak kesalahan yang ga bisa di tolelir...
ta berusaha rajin buat kamu, jadi orang yang selalu selesai ngerjain soal lebih cepet biar kamu nanya sama ta, tapi kadang kamu lebih suka ngacuhin ta dari pada perhatian sama kehadiran ta di sisi kamu...
waktu ta di suruh baca puisi di depan air mancur, ta berharap kamu denger syair yang ta buat, tapi kamu malah sibuk bercanda sama temen2 ta...
apa kamu inget kalo di lab bahasa kamu suka ketawa2 keras? ta sama sekali engga keganggu... tapi kamu selalu berusaha ngeredam ketawa kamu kalo di deket ta, kenapa?
kalo kita belajar di perpus, ta selalu merhatiin kamu yang nonton film edukasinya serius banget... ta akhirnya lebih tau keadaan kelas daripada filmnya...
padahal bahasa inggris ta lebih baik dari kamu, tapi guru2 lebih suka nanya sama kamu dan ngehukum ta untuk nyanyi, baca puisi, bikin surat cinta, pidato depan kelas sampe ngelakuin hal yang malu2in banget...
dan 1 hal yang bikin ta kecewa banget sama kamu... waktu ada orang yang jailin nomor kamu, kamu dengan tega nuduh ta... ta emang jail, tapi ga sama kamu, bahkan mijit nomor kamu aja ta udah hampir semaput, ngapain ta ngmissed call-in kamu? dan ta lebih kecewa pas kamu ga minta maaf...
ta berbahagia waktu ta bisa nelepon kamu, engga tahukah kamu tangan ta ngegeter dan hampir jatoh pingsan pas denger suara kamu di telepon, kita ngobrol cuma beberapa menit, tapi itu rekor terbaik dalam hidup ta selama ta kenal sama kamu...
pas pagi2nya ketemu kamu, kamu senyum dan nyapa ta...
terus pas istirahat kamu ngejailin ta...
tiap kali papasan kamu senyum sama ta,.
ta cukup di bahagiain sama hal kecil, asal kamu tau...
ta ga butuh perhatian berlebihan kamu, senyum kamu tiap kali ketemu aja udah hadiah terbesar...
disapa sama kamu itu anugrah terbesar...
apalagi bisa dijailin sama kamu..
tapi sayang, "aku cinta sendiri..."
ta emang belom cape nunggu kamu kembali lagi, tapi... kalo diliat sekarang, kayaknya engga ada kesempatan buat ta jadi bagian hidup bahagia sama kamu...
tapi ta seneng, tiap kali reunian, kamu selalu ngehubungin ta, kamu bisa ta ajak ngobrol, bercanda bareng... sesuatu yang ga pernah ta lakuin selama bertahun2 kita sekelas...
kadang ta berharap kita bisa balik lagi kayak waktu di SMA, jadinya ta punya kenangan baik tentang kamu...
pasti ada kata "kita", kalo dulu kita akur...
ada kenangan tentang "pagi", dan kenangan itu ada ta sama kamu doang,,, ada kenangan pagi, kenangan pas kamu jalan sama cewek kamu terus ta jalan dibelakang kalian berdua, lucu kan?
antara mau nangis sama ketawa jadinya ta diem aja...
makanya kamu bilang ta mah pendiem,,, hahahah... bukan pendiem, tapi ta ga tau mau ngapain...
kadang kalo otak ta udah stuck banget, ta lebih seneng diem sambil dengerin lagu...
tapi ta pastinya lebih seneng lagi pas liat kamu OL di fb dan ta nyapa kamu, ta sok2 nanya tentang kamu padahal ta ga kenal sama kamu... hahahah...
kesempatan ta ilang...
"cinta pada bayangan"

sekarang...
ta lebih berbahagia jadi temen kamu,,
yang bisa nyapa kamu,,
yang bisa, "F**, nomer hape kamu ganti yah? minta dong ta nmrnya! biar gampang calling2nya kalo ada apa2."
padahal sampe sekarang, sejak ta minta nomer baru kamu, ta ga pernah ngehubungin kamu... tapi dengan nyimpen nomer kamu, ta jadi lebih seneng, berarti kamu ga jauh dari ta...
ta juga tau rumah kamu dimana, ga susah buat ta nyamperin kamu...
hahahaha....
ta kadang suka, "Dasar ****** jeleeeeeekkkK!!! goreng patut ciah! nyebelin!!! janji teh ga pernah di jadiin wae!!!"
atau, "Maneh dimana uy! sini buruaaaaannnn!!!"
kadang juga, "Damang cu? gimana kabarnya? meni ga ada kabar pisan... sombong uy sekarang mah!"
kata2 itu ga pernah keluar selama kita sekelas, tapi ta justru bisa ngobrol kayak gitu pas kita udah jalan berjauh2an...
hahahaha...
"Heh! goreng patut! butut! kapan kita ketemu lagi? dasar jelek!"

Z

Ta baru kali ini buka2 facebook kamu, biasanya ta paling males buka facebook kamu, apalagi liat muka kamu... hehehe *peace ah*

Aduh c kamuuu... meni tega bikin status teh, "MAKAN TUH KARMA."

Makasih udah nyuruh ta makan, perhatian banget sih kamu sama ta, ta jadi terharu...
^_~

Tapi ta mah ga makan karma, kalo kurma baru ta makan...

ta ga dapet karma kok...
ga usah nyukurin sambil jingkrak2,,,
kamu kan tau karakter ta yang teguh pendirian ney ga gampang tergiur sama godaan apapun... hehehe...

Ta emang curiga sih sama kamu, soalnya dulu kamu pernah bilang kalo ta si "satu-satunya" dalam hidup kamu, terus ada si cahya dan kamu ngobrol tentang cinta sejati... ta kan bingung, yah dan ta itu seperti kata kamu, "ga ngerti tentang cinta".

Iyah,, ta ga ngerti, tapi ta ngerti satu hal juga... kamu juga bukan orang yang cukup pantes buat dicintai...*lebay heeh kata2 ta... padahal mah ga perlu kayak gitu yah,,, hahaha...*

Ta kasian sama kamu...
kamu pura2 udah menjelajah sama hati orang lain padahal kamu masih inget sama ta...

kamu orang yang jahat banget, bahkan lebih jahat dari ta,,,
ta mah jujur yah dulu kan emang obsessed banget sama dunkin,,,
ta terang2an ngomong sama kamu,,,

tapi kamu ???
kamu pake nmr hape dengan deretan ultah ta...
dan itu kamu lakuin selama pacaran sama cewek kamu,,,
beberapa kali ganti nomor dan kamu terus pake 710...

kamu kasian banget,,
ta sumpah iba banget sama hidup kamu...

saat dunkin ngebuang ta, ta engga terlalu mikirin dia lagi...
meskipun dia terus ta inget, semuanya hanya semata2 karena ta di operasi tanggal 28 maret, ga ada apapun kecuali itu..
sedangkan kamu ???
curiga deh kalo kamu itu sengaja mau pamer di depan ta... hahaha...
tenang aja kali bebz, ta mah ga kepanasan...
ga usah ngomporin da aku mah bukan makanan sisa yang dijaga biar tetep layak makan,,,

kalo mau buang ta dari hidup kamu, buang aja...
toh ta ga akan nyoba balik lagi dan kamu tau ta bukan orang yang seneng ngasih kesempatan kedua sama masalah serius kayak gini,,,

jadi...
Meeeeyyyy... dia ngboongin kamuuu.. dia masih cinta aku... ehehehe
*kok gue jadi tukang ngadu kayak gini???*

ayaaaaaa... udaaa nikaaah kaaaannn??? taaaa gaaa booonnggg kaaannn ???