Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

doa sebelum tidur.





Bismillah...
 
Semoga satu saat kamu akan sadar;
Kamu sudah menyia-nyiakan semuanya,
...termasuk aku.


Semoga suatu saat kamu akan mengerti;
Tidak akan pernah ada perempuan yang bisa setia denganmu,
...selain aku.



Amin.






11 Februari 2013.

sebab kamu cantik

sebab kamu begitu cantik, kekasihku. aku mengagumi setiap lekuk wajahmu, bibirmu, hidungmu bahkan seluruh lekuk tubuhmu. aku ingin mencium keningmu ketika kau tidur. aku ingin melumat bibirmu ketika kau sedang terbata mengucapkan kata. aku ingin memeluk tubuhmu ketika kau tertawa.
sebab kamu begitu cantik, di mataku, kekasihku.
berpura-puralah tidur agar aku bisa lagi-lagi menikmati kecantikan wajahmu. benamkan aku dalam rasa kasih untukmu. buat aku mabuk, kekasihku yang cantik.


181112
-L-



"selamat ulang tahun, kekasihku..."

jangan buat aku bertanya


kenapa aku selalu bertemu orang yang seperti itu? apakah karena aku terus menerus berkubang di lingkaran orang-orang yang jenisnya seperti itu? ataukah karena aku tidak layak mendapatkan orang-orang yang lebih baik?
aku mencoba mendeterminasi kemungkinan bahwa aku ini tidak baik dan tidak patut mendapat yang lebih baik. lalu, apa lagi alasannya?
aku dikubangi dengan orang-orang yang salah, perbedaan antara satu dengan yang lainnya hanya satu derajat atau bahkan hanya beberapa myu mikron. Lalu, apa?
hey, apa juga alasanku mencari orang yang benar? apa aku siap untuk dibenarkan?
aku ini kan besi yang tak tahu diri, rusuk yang semakin bengkok karena kesalahan-kesalahan yang kubuat dengan sengaja.
lalu, perlukah aku bertemu dengan si pandai besi agar aku menjadi besi yang tahu diri? perlukah aku bertemu dengan kumpulan rusukku?
ataukah justru aku hanya akan diludahi seperti besi-besi lain oleh si pandai besi? ataukah aku justru hanya akan dihina sebagai rusuk yang tidak pas, cacat yang tidak bisa dipoles oleh bedak atau pun foundation?
hm.
apa sih fungsinya aku mencari tahu?
dari dulu aku selalu berusaha untuk tahu. agar tidak menjadi daun yang bebas digugurkan oleh ranting dan dipermainkan angin. lalu, bukankah itu fungsi ranting dan angin? untuk menjatuhkan dan mempermainkan?
untuk apa aku selalu bertanya tentang ini dan itu? untuk apa aku selalu menjadi seorang yang berbeda ketika semua orang lebih suka sesuatu yang sama?
aku ingin ngopi di pagi hari tanpa memikirkan apa yang akan kulakukan siang hari. lalu aku bebas gogoleran di siang hari tanpa harus terganggu dengan omongan tetangga tentang status pengangguranku. lalu aku bangun jam 9 malam dan mulai surfing di internet, mencari diriku dalam laman-laman situs maya. iya, mengepakkan sayap dalam kardus, ceritanya. sejauh apa aku bisa terbang?
hm.
lagi-lagi aku bertanya.
"Sabar."
ah itu lagi kata-kata yang keluar. aku. bosan. sabar.
aku lebih suka ditolak dari pada dibiarkan menunggu tanpa kejelasan. tolak aku! jangan buat aku bertanya-tanya. aku tak peduli dengan status pengangguran, daun kering, rusuk yang cacat, atau apa pun. aku bahagia ketika aku hidup untuk diriku sendiri.
jangan buat aku bertanya!


220812


Jodoh ada di tangan Tuhan, tapi Tuhan tidak bertangan. Jadi, jodoh ada pada pilihanku dan pilihanmu. Jika aku tidak berjodoh denganmu karena ingin-Nya, aku akan tetap menjalani hidup seperti manusia normal, membangun kembali perasaan dengan orang yang lain dan mulai mencintai orang yang baru.
Bodoh itu adalah ketika tidak berani kehilangan sesuatu untuk mendapatkan yang lebih baik. Kalau begitu, sebut saja aku bodoh karena prinsipku. Karena kau telah menjadi bagian dari prinsipku. Bahwa jika bukan kamu, maka aku tidak akan memilih lagi selamanya. Bodoh seumur hidup tak apa asalkan tidak kehilanganmu, karena kamu bukan baju yang bisa dipilih dan dibuang begitu saja.
Aku tidak peduli meski pun nanti aku akan diberi istilah "jomblo ditinggal kawin", "jomblo ditinggal mati", "jomblo ditinggal yang lebih baik", terserah! Tapi aku tidak akan membiarkan titel itu menghampirimu. Kamu tidak akan pernah tahu betapa berharganya kamu di hidupku. Kamu adalah pilihan pertama dan terakhir.
Aku mencintaimu dalam hati ini. Biarlah tulisan ini terbaca gombal. Amiiin.

berharga


Kamu memang bukan satu lembar uang lima ribu rupiah di akhir bulan.
Bukan juga matahari yang menyinari bumi.
Tapi, kalau kamu tidak ada, rasanya dunia ini mendadak sepi.
Entah mengapa juga aku selalu merasakan efek slow motion saat kamu berada jauh dariku.
You're worthy but you never wanna know...

27 Juli 2012


Kalau aku jadi kamu,
aku akan rela dihamili olehmu,
agar kau yakin bahwa aku
sungguh
mencintaimu.

--Furkon

tawa


Hal yang kutahu saat sedang tertawa tepat di sisimu adalah,
bahwa aku akan merindukan saat-saat ini lagi nanti...

si Hijau

Hijau, ingat tidak ketika kita berjalan di pantai Kuta dan kau tak hentinya bercerita tentang penyuluhan go green-mu? Aku memperhatikan setiap gerak yang dilakukan bibirmu. Kau selalu menggigit bibir bawahmu sebelum mengatakan sesuatu. Aku ingat lesung di kiri bawah bibirmu, selalu semakin dalam ketika kau tersenyum. Gigi-gigimu yang runcing dan tajam. Ah, aku ingin lidahku menyentuh gigi-gigi itu. Aku tak akan marah jika kau menggilas bibirku dengan keras. Aku menginginkannya, Hijau.
Aku terbius aroma tubuhmu yang sangat "lelaki". Aku tahu aroma itu keluar melalui pori-pori tubuhmu yang terbanjiri oleh keringat, membuat aroma itu lengket dengan tuannya hingga hidungku dapat menciumnya. Aroma tubuhmu membuatku yakin bahwa aku mencintaimu, Hijau!
Kau tiba-tiba saja berlari, menjauh. Aku memanggil namamu berkali-kali. Hijau! Hijau! Hijau! Aku memanggilmu. Tapi kau tak jua menoleh. Apa? Apa yang sebenarnya terjadi? Ada apa dengan perasaan yang begitu nyata?


Yah, setidaknya saya sudah mencoba membuat sesuatu yang disebut "puisi". Sebelum akhirnya saya tiba-tiba terinspirasi untuk adanya adegan "pembunuhan". Heheh.

lelah

Lelah itu adalah ketika berkutat berminggu-minggu dengan statistika.
Lalu seseorang melempar batu ke kepalaku, terdengar bunyi doooongg yang bergema berkali-kali.
Orang-orang lalu menatapku.
Aku dengan santai terus berkutat dengan statistika.

Otak itu tabula rasa-nya John Locke.
Sudah membawa pengetahuan sebelum diisi, kemudian diisi. Ya kalo terisi, kalo tidak?
Bunyinya bergema seperti di kepalaku barusan.

Ini bukan bodoh.
Dengan mendengarkan bunyi itu, aku tahu bahwa statistika belum juga memenuhi otakku.
Ugh! Rasanya lelah.

Aku berpikir maka aku ada, kata Rene Descartes.
Aku merasa lelah karena berpikir.
Aku berpikir maka aku ada.
Aku lelah...

Maka aku ada?

bunga

yang harum tidak selalu bunga.
yang bunga pun tidak selalu harum.

bangkai, meskipun berwujud bunga, tidak akan pernah harum...


 17 april 2012

seorang gadis membual

Seorang gadis kecil tengah membual.
Aku diam.
Dia terus bicara. Mungkin dia berpikir dunia suka pada bualannya.

"Hey kau bukan Joker!"
"Kau As Hati. Yang selalu kehilangan arah dan tujuan."

Seorang gadis kecil itu masih membual.
Aku masih diam.
Dia semakin keras bicara. Dia terus berpikir bahwa dunia percaya pada bualannya.

"Diamlah! Kau pikir semua orang goblok dengan percaya pada kata-katamu? Semakin kau bicara, kau mempermalukan dirimu sendiri, tahu?" Jeritku.

Seorang gadis itu tengah berpikir.
Aku tadi menyentaknya.
Dia tak lagi bicara. Tapi aku yakin itu hanya sementara.
Dia akan membual lagi.
Karena dia tercipta dari bualan.

"Hey kau, bualanmu tidak ber-seni, tahu! Merusak citra saja."

April 14th, 2012

mug

Siang ini, aku sedang duduk manis di depan laptopku sambil mengerjakan tugas-tugas kuliahku. Sudah hampir empat jam tapi tugasnya belum juga selesai. Yah, tentu saja, bagaimana mau selesai jika aku tak juga menemukan bahan untuk menyelesaikan tugasnya?
Kuhela nafasku panjang sambil meluruskan pinggangku yang terasa nyeri. Kugapai mug yang biasa kupakai minum. Kali ini isinya teh krisantemum untuk mengobati lambungku yang sakit. Kuhirup dalam-dalam aroma teh itu kemudian meminumnya.
Baru kali ini kuperhatikan mug yang tanpa kusadari jadi favoritku itu. Mug itu bertuliskan mengenang 40 hari wafatnya Almarhum Maulana Saputra. Aku tiba-tiba teringat kejadian satu tahun yang lalu. Satu tahun lalu anak itu masih hidup, kubimbing belajar PBB dan masih sempat juga aku hukum beberapa seri push up. Tahun ini, adalah peringatan kematiannya setahun yang lalu.
Aku mendoakannya dengan doa yang diajarkan orang tuaku padaku.

Satu tahun yang lalu, aku membuat tulisan untuk anak itu, entah di mana tulisan itu sekarang. Terlalu banyak tulisan yang kubuat dan aku jarang menyimpan duplikatnya.

Waktu memang berjalan begitu cepat. Aku belum meminta maaf karena sudah menghukummu dengan push up siang itu. Hari ini, kudengar sebuah berita bahwa kau sudah tiada. Siapa yang tahu kapan ajal seseorang akan tiba? Kukira aku akan mati lebih dulu dari padamu, nak...
Ternyata Tuhan lebih menyayangi dirimu dari pada aku. Selamat jalan, segera kita akan bertemu disana!

kutub yang mencair

Ada yang hilang, kutub yang kubiarkan dingin kini mencair...

Aku terus merindukan sentuhan-sentuhan lembut tangan, yang tak kalah lembut dari sentuhan tangan Bundaku.
Aku terus mencari wangi-wangi, yang bukan bunga, yang bukan buah, yang membuatku aman berada dalam lingkup wangi itu.
Ada penjepit kertas di ujung bibirku, membuatku tak bisa menolak untuk tersenyum.
Ada racun yang menggelitiki lambungku, membuat perutku bergetar dan terus tertawa.

Kutub-mu yang dingin telah mencair, itu kata semua orang padaku.
Semua orang asyik membicarakan tulisanku yang kini melulu tentang kutub itu. Global Warming, kataku tegas. Tapi tak ada yang percaya.

Tapi seperti benar-benar global warming...



9 Juli 2011

Dialog antara Tuhan dan aku

---Ketika aku sudah menjatuhkan pilihan

Tuhan merangkul pundakku, berbicara dengan suaranya yang lembut dan halus, "Aku sedang mempersiapkan sebuah hadiah untukmu." katanya. Aku tersenyum, "Hadiah apa, Tuhan?", diapun menjawab, "Oh, kau telah menlihat kisi-kisi hadiahnya, begitu indah, bukan? Itu adalah hal yang paling kau inginkan selama ini, aku tak perlu lagi menjelaskan tentang apa isi hadiah itu."

"Ya, Tuhan. Apakah dia adalah hadiahku?"

"Kau menginginkannya?"

"Ya, sangat."

"Percayalah padaku, seperti dahulu, seperti biasanya, dan seperti yang akan terus kau lakukan, kau harus mempercayaiku... Aku tak pernah mengecewakanmu, bukan? Kujamin, hadiahku takkan ada satu goresanpun yang akan membuatmu merasa merugi. Jika kau inginkan dia, kau bisa memilikinya, tapi kau akan mengerti... Bahwa kau layak mendapatkan lebih, lebih dari apa yang kau miliki sekarang."

Aku merenung, memikirkan tentang tawaran Tuhan dan kenyataan yang sedang kualami. "Kau akan melihat..." Bisik Tuhan padaku. "Aku ingin memilih yang ini saja, Tuhan. Yang nyata dihadapanku, yang jelas kusentuh dan bisa kurasakan kehadirannya."

"Baiklah..." Tuhan tersenyum padaku, kutahu Tuhan kecewa atas pilihanku, tapi aku hanyalah manusia, seperti Adam yang tak mampu menahan keinginannya untuk mencicipi buah Tin. Dan Tuhan adalah zat yang sangat menyayangiku, mengagumiku kehadiranku namun dia menyembunyikannya dibalik kebijaksanaan, agar ciptaan-Nya yang lain tak beriri hati padaku. Tak lama kemudian, aku datang pada Tuhan dengan air mata membasahi pipiku, hati yang terluka dan harapan yang kandas. Bagiku surga yang kemarin kurasakan berubah menjadi padang tandus dan aku kehausan mencari penyejuk jiwaku. Tuhan memelukku, air matakupun semakin berderai, dan dia menyesal telah membiarkanku memilih, jadi dia mulai memarahiku.

"Kubilang apa, tunggulah. Apakah rasa cintamu padaku telah hilang hingga kau membiarkan dirimu sendiri terluka sejauh ini? Apakah hanya dia yang pantas mendapatkan cintamu?"

"Kau selalu pantas, Tuhan. Maafkan aku." Tuhan membelai lembut kepalaku dengan tangannya yang hangat dan menghapus air mataku.

Sejak saat itu, aku mulai berjalan-jalan lagi di surga, ditemani Tuhan yang baik disisiku, tak ada lagi yang akan mengangguku karena aku sudah memutuskan untuk menunggu lebih lama lagi. Kemudian Tuhan mulai mengejekku dan mengajakku berpuisi kembali, akupun memulainya dengan sebuah pelajaran berharga kemarin... "Aku datang kepadamu dengan lagu-lagu indah yang kutulis sendiri, kubernyanyi untukmu, sayangnya kau tak mengerti arti lagu-lagu itu, maka aku mengembalikan hatiku ke surga, agar Tuhan menjaganya hingga ada seseorang yang dapat mengerti lagu-lagu yang kunyanyikan itu..."

Dan Tuhan mengubah padang tandus itu menjadi surga lagi untukku, Terimakasih Tuhan.


[diinsipirasi oleh kata-kataku, "Aku mencintaimu, tapi hanya setengah. Mengapa? Karena aku membutuhkan setengahnya lagi untuk bangkit jika kau meninggalkanku."]

28 Agustus 2010

.::debu::.

aku adalah debu...
diatas kaca yang setiap hari mengagumimu...
aku selalu takut kau menghapusku dari pandanganmu...
karena aku tak ingin kau melupakanku,
karena aku ingin terus berada didekatmu dan mengagumimu...

aku mengagumimu, mencintaimu dengan segala kelemahan yang ada dalam diriku. Tak pernah jemu mataku menatapmu, memujimu, men-Tuhankanmu dalam hatiku. Aku dibuat lupa dengan siapa diriku dan apa diriku ketika aku berhadapan denganmu. Kau membiusku dengan hembusan nafas lembutmu dan senyum manis itu.
tak ada lagi yang kutakutkan didunia ini selain kehilanganmu. Tak ada lagi yang penting didunia ini selain dirimu. Dan aku tak tahu lagi arah tujuan hidupku selain bersamamu. Aku bisa berdiri mematung berjam-jam hanya untuk menatapmu dari kejauhan. Atau aku juga bisa menunggumu ribuan tahun lamanya agar kau menyadari kehadiranku, tak masalah bagiku.
aku mengagumi karya Tuhan yang satu ini, Dia membuatmu dari bongkahan batuan terindah, memahatmu dengan penuh rasa kasih, disetiap lekukannya, Dia berikan kesan kelembutan. Dimatamu, Dia berikan sepasang batu permata yang akan terlihat bersinar diterpa cahaya, takkan redup oleh bayangan dan takkan terlupa oleh masa.
aku berdoa setiap hari untuk keberuntunganku, agar akhirnya kau menyadari kehadiranku, agar akhirnya kau mengerti arti diriku untukmu. Sudah berapa lama aku menunggu keajaiban itu datang? Entahlah... siang malam bagiku sama saja, mataku terpejam atau tertutup pun aku tetap bisa melihatmu dengan jelas.

tapi aku hanyalah debu...
kotoran di kilauan indah matamu...
dan saat kau menyadari kehadiranku, kau menepisku jauh dari matamu, membuangku jauh dari kilauan yang selama ini membutakan mataku. Dan aku tersadar kembali, siapa aku dan apa diriku ini. Ketika harapanku terjatuh, disingkirkan oleh tanganmu sendiri, aku sadar... doaku sudah terwujud, kau menyadari kehadiranku, kau mengerti arti diriku untukmu...
aku beranjak, diterpa angin dan meninggalkanmu seorang diri seperti sebelumnya. Aku tahu, waktu akan mengubah segalanya, juga luka dalam hatiku. Jadi dengan senyum yang masih tersisa, aku mengikuti angin, melupakan yang kemarin terjadi.
Meskipun hari ini, langit terlihat mendung dimanapun, hujan terasa dipelupuk mataku, dimanapun aku berada... esok, entah esok yang kapan, pasti langit akan cerah lagi dan matahari akan bersinar dengan hangat untukku. Karena debu ini tak hidup dalam kelembaban, tapi dalam kekeringan, jadi air mata itu nantinya akan surut dan mengering.
Aku percaya...



21 Agustus 2010

-ketika hatiku jauh terluka dan kau mengobatinya-


Aku bersedih karena kukira dia tak menyayangiku,
karena kukira dia menjauhkanku dari kebahagiaan yang bisa kuraih,
karena kukira dia selalu menjadikanku si angka 1 yang mandiri...

tapi aku salah...

Aku menyadari,
betapa dia menyayangiku, hingga dia selalu menghindarkan semua masalah yang datang padaku...
betapa dia menyayangiku, hingga dia selalu mengganti semua tangisanku menjadi senyuman indah...
betapa dia menyayangiku, hingga dia dengan penuh kasih sayangnya selalu memberitahukanku sebuah kebenaran meskipun aku harus bersedih untuk menerima kenyataan yang dia berikan...

dia yang selalu mengingatku setiap detik, meskipun aku sering melupakannya...
dia yang selalu menjagaku dalam diamnya karena sibuknya aku untuk berbicara...
dia yang selalu menatapku dengan penuh kasih setiap kali aku melakukan kesalahan...

aku berterimakasih, Ya Allah...
karena kau membuka mataku yang selama ini kupejamkan...
kau memperlihatkan jalan berduri yang sedang kutempuh ini, karena kau tahu aku akan mati sebelum mencapai akhir jalan ini...
karena kau akhirnya menyadarkanku bahwa yang kulihat diujung jalan itu bukan cahaya menuju kebahagiaan, karena cahaya itu semu dan aku takkan bisa meraihnya, karena kau telah menyiapkan sebuah kebahagiaan dijalan yang sebelumnya kususuri...

aku kemudian berlari kembali ke jalan yang tengah kutelusuri itu...
awalnya dengan tangisan karena aku begitu sedih menatap kenyataan,
tapi kemudian kau membantuku menghapus air mataku,
kau memperlihatkan cahaya yang berada sepanjang jalan yang kutelusuri ini,
dan aku akhirnya bisa kembali tersenyum seperti semula...

terimakasih ya Allah untuk semua pertolonganmu...

terkadang aku lupa bagaimana cara terbaik untuk berterimakasih kepadamu...



19 agustus 2010
-ketika hatiku jauh terluka dan kau mengobatinya-