Tampilkan postingan dengan label A-K-U. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label A-K-U. Tampilkan semua postingan

i'm quit

Kemarin malam, tepat sebelum tidur, setelah menarik selimut, sudah mulai merasa hangat dan nyaman, posisi enak, tiba-tiba saya seperti diketuk untuk menulis sebuah puisi, saya males bangun, kemudian saya catat di sms dan berencana baru besok pagi atau lusa untuk ngeposting, tapi ga tau kenapa, puisi itu bener-bener mendorong-dorong tubuh saya untuk keluar dari selimut yang hangat. akhirnya saya bangun, nyalain komputer kemudian OL.

Setelah menunggu lima menit hingga komputer saya bener-bener siap dipake, saya kemudian tak tik tuk mengetik satu persatu kata yang masih saya ingat. saya menuliskan bismillah di awalnya, beberapa helai kata, kemudian diakhiri dengan amin. saya bingung apa yang diawali dengan bismillah dan diakhiri dengan amin? ya, doa, doa itu diawali dan diakhiri dengan itu. kemudian apa judul selanjutnya? judul doa terlalu mainstream. dan karena saya menuliskannya sebelum tidur, maka jadilah DOA SEBELUM TIDUR.

Tidak banyak kata yang saya pakai, hanya kata-kata yang menurut saya perlu dikeluarkan dari otak sebelum saya bisa tidur nyenyak. tidak ada maksud, tidak ada tujuan, tapi mungkin bersebab dan berkarena. hehehe. nah, pagi ini, saya membuat sebuah status fesbuk yang menurut saya itu adalah sebuah protes kecil pada penjaga rumah saya yang ada dalam formasi hewan bernama ANGSA. Angsa di rumah saya itu sudah 15 tahun lebih hidup bersama saya. setiap hari kerjanya adalah merengek, entah itu merengek ketika orang asing masuk ke halaman saya, merengek bertemu ayam tetangga, merengek mengejar itik tetangga, atau sekedar merengek meminta makan. semua rengekannya terdengar sama.

hey Angsa, saya harap kamu bisa menggonggong, dan gonggongan itu jelas, untuk orang asing atau sekedar cari perhatian.... Lima belas tahun bersama, sepertinya kamu memang Angsa, bukan Anjing.

 Di kalimat terakhir, saya benar-benar menegaskan bahwa hewan itu adalah angsa, dan selama ini memang angsa. salah siapa memilih angsa sebagai penjaga rumah? ya, itu salah Ibu saya, Ibu saya menginginkan angsa hidup di halaman belakang rumah agar bisa berteriak, "Wiiiiiiwwwww...." setiap kali si angsa berbunyi. akhirnya, si angsa menjadi hewan manja, sedikit sedikit dia merengek, lagi dan lagi.

Dari puisi doa sebelum tidur, saya mendapatkan pertanyaan pedas, siapa orang yang saya tuju dengan puisi itu? apakah saya single sekarang ini? apakah saya sedang punya masalah? dan pertanyaan-pertanyaan lain mengenai kesehatan saya.

Serius, bukankah puisi itu terbaca seperti tanpa jiwa? karena memang begitulah ketika saya membuatnya. apa sulitnya merangkai huruf demi huruf yang senada kemudian memasukannya ke dalam kata yang bermakna, kemudian mencocokannya dengan kalimat penuh metafora, lalu jeng jeng jeng jeng, jadilah sebuah puisi yang maksudnya dan tujuannya blur bersama kata yang menurutku senada itu.

Saya kemudian menyanyikan lagu GRENADE dari Bruno Mars, benar-benar meresapi lagu itu sambil menjemur satu persatu potong pakaian yang baru saya cuci, dan lagu itu, bagi saya adalah puisi sekali.

Tell the devil I said "Hey" when you get back to where you're from

Katakan pada iblis. aku menyapa mereka, saat kau kembali pada asalmu. jadi jelas kan dari mana si 'kau' itu berasal?

Setelah membuat banyak puisi, saya merasa bahwa tulisan itu memang perlu waktu untuk disimpan, tidak harus selalu langsung dipublikasikan. tapi kalau tidak langsung dipublikasikan, saya pasti lupa. dan ketika saya lupa, maka saya tidak akan ingat.

ngidam


setiap kali aku nyari bibit, biasanya aku pergi sama Ibu dan salah satu pekerja di rumah yang namanya Dani. nah, si Dani ini ga tau umurnya berapa, cuma Ibu aku nyuruh untuk manggil "A Dani". aku kalo lagi eling ya manggil A Dani, kalo engga ya manggil Dani aja. soalnya orang itu kalo diajak ngomong cengengesan mulu, dan aku ga heran kenapa dia ga cocok sama ayah aku. :p

nah, setelah beberapa minggu lalu nyari bibit, hari ini ceritanya nyari bibit lagi. aku, seperti biasa lebih cepet istirahat terus aku duduk, twitteran, fesbukan, ngaplod-ngaplod foto di instagram sambil check out di foursquare. pas aku lagi asyik main hape, dia nanyain minum, terus aku tunjuk air minum di botol kemudian dia minum. setelah itu, dia bilang gini,

"Kabita permen laaahhh...."

kemudian aku geserin sekeresek permen yang ada di sebelah aku dan dia ngambil dua bungkus permen terus lanjut nyari bibit. kalo aku udah kenal lama sama dia, mungkin aku udah ngetawain kelakuan dia. serius, aku baru nemu sama pekerja yang berani "kabita", hahahaha.

aku nyeritain kejadian tadi ke ibu aku dan ibu aku ngakak. Ibu aku cerita kalo istrinya si Dani ini lagi hamil 7 bulan. kebetulan istrinya Dani ini adalah Mbak Ratih, Mbak Ratih dulunya adalah perempuan yang ngebantuin ngepel sama nyuci piring waktu rumah aku masih di perumahan, Mbak Ratih juga disekolahin sama ayah ibu aku sampe lulus SMA kemudian dikursusin, setelah itu Mbak Ratih ini bilang kalo dia mau kerja di pabrik. aku sendiri ga inget sama Mbak Ratih ini, soalnya dia udah ga kerja lagi sama orangtua aku pas aku umur 2 tahun.

sambil masih ngakak, Ibu aku bilang kalo aku mesti baik sama si Dani ini, Ibu aku ngasih tau kalo si Dani yang berani minta permen itu mungkin bawaan ngidam istrinya. dan kalo kepercayaan orang tua, yang ngidam itu mesti dikabulin keinginannya biar anaknya ga ngeces kalo udah gedenya. ga ngerti deh kenapa ngidam bisa sampe bikin anak ngeces.

setelah itu, Ibu aku nawarin Dani permen lagi, tapi dianya nolak. tapi pas di mobil, di perjalanan pulang, bungkusan permen yang kebetulan ada di sebelah si Dani ini kedengeran terus menerus dibuka. dan aku makin ngakak dalam hati.

"Ngidam apa doyan?"

:p

Ain Part 1 : memasyarakatkan ta'aruf


>>> TANDA JODOH
Ini diambil dari sebuah pengalaman bukan prediksi.
Setelah ikhtiar maksimal,berdo'a dan shalat,maka tanda itu Allah tunjukan:
1. Berupa keyakinan yang besar untuk menuju pernikahan tidak bisa tergoyahkan oleh apapun sekalipun banyak ujian walau tanpa cinta dan hanya ta'aruf sesaat
2. Merasa nyaman dan cocok dengannya, tidak ada ganjalan berupa rasa tidak cocok dalam hati,sehingga tiada keraguan untuk menikah
3. Bisa menjadi diri sendiri tanpa adanya kepura-puraan atau tanpa sesuatu yang ditutupi
4. Ikhlas menerima apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihannya
5. Allah mudahkan segala urusannya walau harus ada ujian didalamnya
6. niat yang lurus dari keduanya hanya mengharap ridho Allah
7. Ada restu dan do'a dari kedua belah orang tua.
8. Sebesar apapun ujian jika berjodoh maka pasti akan bertemu juga dipelaminan.
Wallohu a'lam bishowab Catatan Seorang Muslim





Tulisan ini kayaknya agak bener deh, soalnya adalah salah satu temen saya waktu SMP, ternyata dia itu pun ta'aruf. Terus dia ngobrol sama saya via chatting di fesbuk tengah malem. hahaha. saya sekarang suka rada jail sama temen-temen yang udah nikah, maenya atuh tengah malem chatting? siga bujang jeung parawan wae,, hahahah. :p SKIP!


Obrolan kita dimulai dengan basa basi busuk nanyain lagi apa dan kenapa belom tidur, hahaha. kemudian kita ngobrol ngomongin waktu esempe, terus masa-masa esema, terus dia curhat masalah pernikahannya dia kemarin. beda ya curhatan jomblo sama curhatan yang udah nikah mah, hahaha. rasanya ga aneh ketika si temen aku itu cerita masalah dia yang marah sama suaminya gara-gara suaminya deket sama temen kantornya yang katanya mah ceunah sahabat tapi si temen akunya cemburu. feel so WAJAR, you know?
Marah, cemburu, kesel,, esensi yang aku baca dari chatnya itu bukan sekedar curhatan ga penting, itu curhatan bermakna, bahwasanya ta'aruf selalu lebih baik dari pada pacaran.

"Ain mah ga mau galau gara-gara laki-laki yang bukan muhrim, galaunya juga ga halal, Kit. hayu kita kembali ke jalan yang bener, jangan pacaran, dosa pacaran teh, nguras tenaga buat orang yang belum tentu jadi jodoh."
Cluk Clak pokoknya mah pas baca chat dia teh, asa dicabok, asa diusap, dijenggut bari dipeluk dalam satu waktu. dan saya cuma bisa senyam senyum ke layar komputer, rada colohok tapi mikir.

Kemudian setelah puas curhat (meureun), si temen aku ujug-ujug nanyain masalah ta'aruf-nya aku. dan aku ngakak, dia bilang, "ga jadi emang sama yang waktu SMA tea bilang mau ngajak nikah kamu?"
"atuh itu mah udah kemana, dianya ge patah hati meureun sama aku, da aku terang-terangan bilang belom siap diajak nikah, hahaha."
"terus ai sama yang ceunah kalo udah lulus SMA mau dateng ke rumah kamu gimana?"
"perasaan untuk kuliah lebih gede dari perasaan pengen nikah sama dia."
"ih, kamu teh, ga boleh ngomong gitu, itu mah bukan ta'aruf atuh ai kamunya udah punya keinginan lain mah."

Kemudian saya diceramahin sama temen saya itu habis-habisan. saya pernah sama-sama religius bareng anak itu, dan entah kenapa setelah lama kuliah, saya ngegeser ke rada ortodok gitu, hahaha. tapi alhamdulillah sekali dia tetep sama kereligiusannya. ketika aku mulai ga terlalu religius, kita mulai jauhan, soalnya acaranya udah beda, aku ga lagi rajin ikut pengajian sama qosidahan. hahaha padahal boong, aku mah rajin nangkring di kantin doang, yang begituannya dia. hahaha.

Ain adalah satu dari... entah ada berapa teman dan orang yang mau aku anggap sebagai teman, yang nasihatnya cuma dibales cengiran kuda doang. Ain, poin ketiga, bisa menjadi diri sendiri tanpa adanya kepura-puraan atau tanpa sesuatu yang ditutupi, itu kayaknya yang susah. hahaha.

"Mau dikenalin sama temen Ain?"
"Boleh deh, minta nomernya sih...."
"Kok nomer sih? kamu ketik aja alamat rumah kamu, nanti dia yang kesana."
"Iya, nomer dulu, terus alamat fesbuk, twitter, baru deh ntar aku pikir-pikir, mau sama dia apa engga."

Kalo aku ada di depan Ain, kayaknya aku bakal kena poles di kepala sama kepalan tangannya Ain.
Ini baru part 1, aku kaburu ngantuk, nanti part 2-nya mah. oke oke oke?


karena macet KKM

sebuah curhat saja;
saya, dipaksa sama adik-adik saya buat nyari kerja yang "kantoran" ceunah. mereka bilang, "cik atuh Sis, kamu teh cari kerja sana, meni cuma nungguin esdua doang."
dan saya dapet telepon dari salah satu perusahaan asuransi, ga ngerti juga kenapa saya bisa dapet panggilan, bahkan heran, soalnya saya ga niat niat banget buat kerja kantoran. tapi ya udahlah, coba coba aja dulu.
sehari sebelum tes wawancara kerja sama psikotes, saya udah searching dulu profil perusahaan itu, terus nyari tips kalo diwawancara. satu persatu saya jawab tips untuk wawancara kerja, kayak :

apa yang membuat Anda harus diterima di perusahaan itu? maka saya bakal jawab, karena saya itu punya dedikasi yang tinggi terhadap suatu pekerjaan, bahkan meski pun kadang tidak profit dan bla bla bla. pokoknya jawaban dibikin sebagus mungkin biar keliatan ga goblok goblok amat.

berapa gaji yang anda harapkan? untuk pertanyaan ini, rada rahasia, kenapa? soalnya kalo diomongin, nanti keliatan betapa gobloknya saya ngejawab pertanyaan begini. :p

lima tahun yang akan datang, Anda akan berada dimana? jawaban saya dalam hati saat itu gampang, saya udah punya rumah, dan di ruang tamu saya terpajang foto-foto perjalanan saya ke puncak CARTENZ. lalu ketika saya gulir ke bawah dikit buat nyari tau begimana tips yang bener buat jawaban dari pertanyaan itu, saya sadar saya salah besar. seharusnya saya jawab kalo lima taun yang akan datang saya bakal ada di 3 posisi di atas pekerjaan yang sedang saya lamar. saya justru ngomongin hal-hal utopis. udah pasti saya ga bakal diterima kerja kalo begini macemnya.

tapi... keinginan saya emang sederhana, ga muluk-muluk, ga pengen jadi milyarder, terkenal atau apa gitu yang biasa orang lain harepin. saya cuma pengen damai aja. jangan denger lagi suara sumbang, bahkan kalo ada pertukaran spesies luar angkasa, aku mau da pergi ke luar angkasa selamanya.

dan ketika aku udah siap untuk wawancara kerja, jalan Cileunyi-Cibiru justru macet parah banget gara-gara mahasiswa cibiru berangkat KKM. serius, lebay banget buat aku mah. aku udah pernah KKM, jadi aku ngerti banget apa aja sih yang terjadi selama KKM teh, aku udah ngerasain banyak posisi, dari posisi yang super aktif mengabdi di masyarakat, sampe super pasif diem wae di posko dan ogah kemana-mana kecuali kalo mau jajan. pengabdian tailah! itu sih acara seneng-seneng dibalut nama kuliah kerja mahasiswa doang.
aku ga marah meski pun gagal wawancara kerja gara-gara macet itu, cuma geuleuh aja. rektor yang sekarang itu bedebah banget deh, percuma esdua, otaknya kayak ga dipake gitu. mikir kek, kalo mau ngeberangkatin mahasiswa tuh ya jangan senin napa? jangan macetin jalan napa? jangan markir bus di pinggir jalan, napa? tapi mau aku cela sampe gimana pun ge da mantan kampus. aku kasian sama kampus aku, mesti tercoreng gara-gara kebijakan rektor bangke yang selama ini bukan pro-mahasiswa malah ngajak gelut aja ke mahasiswa. udah kendaraan ga boleh masuk lingkungan kampus, sekarang parkir bus sembarangan, bikin macet sampe jam 11 siang. hayang neke pisan da, untung udah lulus. :p

akhirnya aku pulang lagi ke rumah. dan aku belum daftar kerja lagi. posisi yang aku pengen malah ga dicalling balik, kalo yang daftar asal-asalan malah jadi. dan aku seriusan, keluar rumah cuma kalo aku butuh ngeupdate android aku doang atau aku butuh nemuin orang.
pas kemarin ini ke kampus, seneng ketemu sama temen curhat aku, cuma ya sekedar begitu aja. aku ga kangen jadi mahasiswa atau apa pun.

"aku kangen waktu kita jadi mahasiswa, kangen ngebuayain kamu."
"sori, aku mah ga kangen tuh. ada pun setitik kangen waktu jadi mahasiswa, tapi bukan ke kamu."
"jahat ih kamu, aku mah kangen da waktu kita di kopma ngobrol ngobrol, sama aang juga."
kalo kamu itu sekumpulan kata di microsoft word, kamu udah aku CUT sejak kemarin, sejak mulut kamu ngerusak semuanya. stop, bukankah kesuksesan kamu itu udah lebih dari cukup? iya, aang dulu, kamu baru aku. udah puas kan?

MACET KKM, macet hidup!






....

ini...

For really many reason, aku lebih milih film bergenre anak-anak dari pada film dewasa. karena di film anak-anak itu semua orang jahat berubah jadi baik, kalau ga mau jadi baik ya hilang. ga kenal mati, ga kenal sakit, ga kenal darah, luka, apa pun. dan yang paling penting, semua air mata bakal berubah jadi tawa.

Barusan, aku nonton film RAPUNZEL (tangled) yang entah udah ke berapa puluh kali. aku suka ceritanya, meski pun masih tetep nyeritain si gadis berambut super panjang yang ditahan sama ibu jahat di atas menara. film ini, menurut aku jadi menarik ketika kerajaan Rapunzel selalu nyalain ribuan lampion setiap hari ulang tahun Rapunzel. dan harapannya cuma satu, agar Rapunzel, si putri yang hilang segera kembali. that's really sweet.




Aku merasa terhenyak pas ngeliat si Raja dan Ratu nerbangin si lampion ke udara terus diikutin sama ribuan orang yang masing-masing nerbangin lampion juga. betapa hebatnya si Rapunzel ini, ketika dia hilang, semua orang di kerajaannya bersedih. dan sedihnya itu awet selama bertahun-tahun, bahkan diturunin ke anak-anak juga. jadi semua orang yang tinggal di kerajaan itu 'mengenang' Rapunzel.

Kepikiran ga sih; kalo aku pribadi sih mikir. apa bisa ketika aku mati, aku diinget sama orang-orang? ya setidaknya satu dua bulan? bukan gara-gara nakal, ceroboh apalagi jahatnya aku. apa bisa aku diingat sebagai orang yang baik? apa bakal ada yang sekiranya sudi nangis karena bener-bener ngerasa kehilangan orang yang 'pernah' jadi orang baik?


Laskar Pelangi, salah satu contohnya, Lintang, si jenius didikan alam. menurut aku Lintang engga dideskripsikan sebagai kawan yang sangat baik, tapi ketika Lintang ninggalin sekolah, semua orang ngerasa sedih. dan aku ngerasa terharu juga pas adegan Lintang bilang kalo dia ga bisa ngelanjutin sekolah lagi karena ayahnya engga kembali lagi dari laut dan harus ngejagain adik-adiknya yang masih kecil.

Aku emang ga peduli dengan pandangan orang sama aku. tapi aku sekarang lebih sering mikirin. apa aku seperti yang orang-orang deskripsiin? apa waktu ke Semeru hati kecilku pernah berkhianat untuk ngejahatin temen-temen seperjalanan aku? apa setelah pulang dari Semeru hati kecil itu masih berkhianat untuk ngejahatin mereka? aku sepenuh hati udah ngerasa ngelakuin hal yang sangat baik, ya, baik itu menurut aku pribadi. jangan-jangan, selama ini lakuku berkhianat pada hatiku?
Ayahku sering bilang, seseorang baik itu jika orang lain yang menyebut baik, bukan dirinya. berarti, aku jahat? gimana kalo aku ada di tengah-tengah? sebagian bilang aku baik dan sebagian bilang aku jahat? apa aku punya kesempatan untuk diingat sebagai orang yang baik?


Ian, di 5cm, dia adalah si ular kepala dua. yang ngomongin satu orang ke orang lainnya. tapi, bahkan, seorang yang (dalam novel) bermuka dua pun layak dapet temen yang baik. bahkan dengan super quotesnya, dia bilang, "apa kita udah jadi orang yang bikin orang lain nyaman dengan keberadaan kita disitu?"

Nah itu tadi, pada beberapa orang, aku 'merasa' diharapkan. ajak aku naik gunung dong eL, hayu ke gunung eL, kalo jalan-jalan ajak aku dong, pengen makan baso lagi, pengen nonton bareng lagi, kapan kamu ada waktu untuk kita curhat lagi kayak dulu? Yeah, apa aku cukup baik untuk dikenang suatu saat nanti?

Atau... 


aku pun sedang menelaah kata-kata Ibu aku. aku jujur kaget waktu sepupu aku nanyain 'udah ngapain aja kamu sama pacar kamu?' aku jawab spontan ya bilang kalo aku sekedar naik gunung dan bla bla bla. awalnya aku polos, aku ga mikir apa pun, sampe akhirnya, ketauan, yang justru udah ngapa-ngapain itu ya si sepupu yang nanyain itu. jadi, kadang, tuduhan orang itu bukan berdasarkan pada objeknya, tapi ada pertimbangan gue juga gitu, ah elu juga pasti gitu. padahal, ga semua orang ngelakuin kesalahan yang sama. iya, lubang itu pasti yang seperti itu, tapi ga semua kaki masuk di lubang yang sama kan?

Ketika orang yang secara tidak langsung berhubungan denganku bilang aku jahat dan aku tidak menyenangkan, barangkali, mereka itu menuduhkan sesuatu yang sebenarnya sikap mereka sendiri. eL, si aang itu bla bla bla bla bla, awalnya aku percaya, tapi ketika kamu menuduh dan kamu pun bersikap sama seperti orang yang kamu tuduh, apa bedanya? siapa yang jadi korban? si Aang atau aku? atau mungkin kamu?






Dan aku membuang waktuku untuk menulis hal-hal yang mungkin bikin orang yang baca bingung, sebenernya apa yang aku tulis? yang jelas, menjadi orang yang baik saja tidak cukup di tahun yang begitu banyak problematika ini. menjadi baik untuk pacar, keluarga, saudara atau bahkan teman saja tidak cukup. mungkin aku harus mulai melakukan segala sesuatu dengan benar.

Ke-apa-ada-an-ku adalah apa yang kalian sebut ada-apa-apa. aku jujur, aku memang pendiam, dan ketika aku diam, aku bukan marah. kalau aku marah, dan kalau aku benar-benar marah, i just leave.

Oh Tuhan, selalu ingatkan aku bahwa aku tetap mencintai mereka meski pun otak mereka memikirkanku dengan cara yang paling buruk...


cerpen aku dimuat jadi e-book!

seriusan, kemarin ini aku lagi ngekonsep tulisan baru, intinya keluhan adik saya tentang kenapa saya sekarang ga bikin tulisan yang "berbobot" lagi. ya, aku emang ga berbakat bikin tulisan "berbobot". seriusan bukan merendah...
aku bahkan heran kenapa dulu aku pake nama Novelis coba? WEW...
tapi aku kaget tadi malem, ternyata salah satu caprukan aku masuk jadi e-book gitu... hahaha!
download geura.. :D
Antara seneng, terharu jeung era... kenapa? aku sok malu mendadak kalo nama aku masuk di tulisan orang... hahaha.
untuk antologi mah meureun aku ga bakalan pernah bisa, nya keun lah dalam bentuk e-book ge... :D


Jam Terbang


Kita ketemu ya besok, ada hal yang perlu kita obrolin.

Apa?

Aku butuh tau hal yang benernya.

Oke.

dan semalaman itu, saya menunggu datangnya pagi yang bergerak begitu lambat. Heran, kenapa malam seolah enggan lewat ketika saya sudah tidak sabar menunggu esok. Kemudian bergerak sangat cepat ketika saya butuh banyak istirahat malam.
hari yang saya tunggu tiba. Dan dia tepat berada di tempat janjian kami. Tersenyum melambaikan tangan agar saya tau pasti dia ada di sana.

Udah makan?

Udah.

Minum?

Udah.

Apa dong yang belum?

Nuntasin penasaran aku. Kamu mau tanya apa sih sebenernya?


Saat itu, bibirmu membentuk lengkung, membuat semburat senyum dan saya tau, saya habis dikerjai oleh rasa penasaran saya sendiri. Apa? Apa? Saya memburumu dengan pertanyaan.

Ngelurusin persepsi aja. Aku sayang sama kamu, dan kita bersahabat baik selama ini. Ya meskipun kita emang ga intens curhat tentang segala hal dikarenakan, satu: kamu udah punya pacar; dua: kita emang ga pernah curhat masalah ga penting. 

Terus?

Kamu udah ngelakuin kesalahan apa?

Banyak. Saya sendiri lupa berapa banyaknya.

Yang paling gede apa?

Yang paling gede ga berhubungan sama kamu atau orang-orang di sekitar saya. Itu masalah personal yang bahkan Tuhan pun kalo nggak ngintip langsung dalam hati saya, maka Ia ga bakalan tau.

Oke, ada masalah yang berhubungan sama manusia?

To the point aja, kamu pengen ngelurusin persepsi atau pengen tau semua masalah saya? Kalo dijabarin, kamu bakal keilangan jadwal masuk kuliah kamu.

Apa bener kamu... 

Dia menulis dengan cepat di selembar kertas yang baru saya sadari sudah dia siapkan bahkan sebelum saya datang. Kemudian dia menutupi seluruh hasil tulisannya. Menatap saya, menunggu reaksi yang muncul karena saya sempat mengintip dia menulis kata 'marah', 'meninggalkan' dan 'gunung'. Dia membenarkan letak duduknya lalu mendekatkan tubuhnya ke arah meja, menggeser kertas itu perlahan ke arah saya. Saya cepat menyentuh punggung tangannya agar dia berhenti menggeser kertas itu. Kemudian saya tersenyum, akhirnya rasa penasaran saya tuntas.

Saya menyayangi kamu juga. Rasa sayang saya, bukan hanya ketika melihat kamu tersenyum atau membuat saya senang saja. Saya sayang sama kamu, tetap, meski pun kamu tiba-tiba berubah marah, menyebalkan bahkan kamu sering nggak bales sms dengan alasan ga punya pulsa. Saya tetap sayang sama kamu. Saya memang tidak bisa mengharapkan kamu akan sayang sama saya ketika saya marah atau ketika saya menyebalkan. Tapi, saya adalah saya yang kamu liat di hari pertama kali kita ketemu. Ketika perbedaannya hanya saya bisa mengucapkan ratusan kata dalam 5 menit dan dulu hanya 10 kata dalam setengah jam, anggaplah saya memang sedang tidak mood untuk bicara banyak-banyak.

Aku tau, kamu memang bukan orang yang kayak gitu. Jadi, alasannya apa?

Kamu pernah denger saya mengeluhkan rasa sakit nggak?

Aku mengerti.

Saya bersahabat dengan kamu, di awal pertemuan, saya tidak mengharapkan untuk jadi sahabat kamu. Saya hanya berusaha menjadi orang yang baik untuk kamu tapi tetap jadi diri sendiri. Saya menghormati keputusanmu untuk menjadi orang yang super annoying, dan kamu pun menghormati keputusan saya untuk menjadi orang yang diam. Selesai. Itu jawaban saya untuk segala persepsi orang yang mengganggu pikiran kamu. Ketika saya dinilai tidak cukup baik untuk orang lain, pikirin aja sama kamu, kemungkinan kejahatan yang jauh lebih besar yang bisa saya lakukan tapi nggak saya lakukan.

Yes, itu baru sahabat aku. Udah ini mau kemana?

Nonton gratis yuk di GIM?

Emang ada?

Ada.

Saya tidak tahu dengan jelas mana yang kawan dan mana yang lawan. Saya hanya berusaha jadi kawan sekaligus lawan yang baik saja. Toh memikirkan penilaian orang terhadap saya tidak memperkaya diri saya. Tapi ketika saya menjadi baik atau tidak cukup baik, saya memperkaya diri saya untuk menjadi trending topic di pikiran orang itu.
Bicara jam terbang pertemanan, persahabatan, pacaran, itu sama sekali tidak berpengaruh pada kualitas hubungan itu sendiri. Saya punya ruang spesial untuk semua orang di dalam hati saya. Dan kalian boleh memilih keluar jika memang tidak mau ada di sana lagi.
Saya nggak ngerti sama orang yang menilai pertemanan dari jam terbang. Are you a pilot?

balada kornet, sarden, emih...


Banyak hal yang berubah.
Salah satunya, eh bukan, banyaknya adalah kebiasaan jelek aku.
Sebelum pulang dari Semeru, aku masih makan mie 2 bungkus sendirian pake telor terus ditambah nasi + kornet. Edan, emang, aku juga ga ngerti kenapa kalo lagi laper, aku suka kalap. Dan kalap aku waktu itu ga bikin berat badan aku nambah. Yeah, krisis berat badan sejak Juni 2012. Entah kenapa berat badan aku yang dulunya 45 kilo tanpa naik apalagi turun berubah jadi 42 sampe 40 kilo.
Setelah pulang dari Semeru, engga sih, tepatnya setelah nginep malem kedua, di Ranu Kumbolo, aku ngerasa badan aku menolak keberadaan sarden. Aku pikir wajar, agak amis-amis gitu kan? Ternyata pas di Kalimati, aku jadi enek banget sama Kornet & Emih. EMIH? EMIIIHHH... Serius, jurig emih bisa illfeel sama emih?
Dan aku pengen muntah nyium bau emih, emih kuah lebih spesifiknya. Ini hampir 4 bulan aku ga nyentuh kornet sama sarden. Kalo pagi-pagi Ibu aku bikin sarapan nasi goreng pake kornet, aku ga pernah makan nasi gorengnya. Ada raut kecewa di wajah Ibu aku, tapi aku sendiri ga bisa ngilangin rasa mual di perut aku. Aku serius mau muntah kalo nyium bau kornet atau sarden.
Predikat jurig emih harus aku sabet lagi, dan emih pertama yang aku makan adalah emih gelas setelah 3 minggu pulang dari Semeru. Waktu itu, pas lagi nyedot-nyedot sulur emihnya, tiba-tiba aku pengen muntah, padahal mulut udah penuh sama emih yang siap masuk kerongkongan. Akhirnya, aku minum air sebanyak-banyaknya dan memaksa emih yang ada di mulut aku untuk ditelen sama air. Setelah itu, lambung aku sakit.
Sampe detik ini aku belom berani makan emih kuah, dan satu-satunya emih yang mau aku makan adalah emih goreng rasa rendang, selain itu aku tetep mual. Malem ini, barusan, Ibu aku ceritanya bikin pizza gitu. Aku seneng, tapi berubah enek lagi ketika tau di atas pizza itu bertabur sekitar 300 gram kornet. Ga tega bikin Ibu kecewa, aku paksain makan, dan tubuh aku merinding...
Aku belom pernah alergi sama makanan yang (dulu) aku suka. Aku pengen rebutan bagian tengah pizza kayak adik-adik aku, tapi aku sadar, makin ke tengah, makin banyak lagi kornetnya. Percaya ga percaya juga, aku ngeliat kaleng sarden aja pengen muntah.
Emang, sesuatu yang berlebihan itu ga baik. Sampe hari ini, aku belom nyobain emih baso lagi... Aku lupa rasanya baso.
Sekarang, kalo ga makan sehari 4 kali, aku terancam ga bisa pake celana panjang/ rok lagi di rumah karena semua kedodoran. Baca blog temen aku yang berat badannya lebih parah dari aku, aku ngeri. Aku ga mau disebut anak SMA atau anak SMP yang lagi mabal. Aku ga mau disebut anak semester 1. PISSSAAANNN...
:(
Tapi Ibu aku bilang, yang penting akunya ga sakit. iyah, aku ga sakit, tapi aku jadi gampang kedinginan, lemak aku ararilang :(

review BREAKING DAWN part two

And all along i believed i will find you. Time has brought your heart to me~~~
Christine Perri - A Thousand Years
Kemarin, aku nonton Breaking Dawn part two sama adik aku yang cowok. Hehe. Sebelum aku mulai ngereview, aku mau sedikit pendapat tentang twilight saga karya Stephenie Meyer ini. Aku jujur jatuh cinta sama kalimat yang Stephenie Meyer bikin di sampul belakang twilight.
Dan ketiga, aku mencintainya. Dan cintaku kepadanya teramat dalam tanpa syarat.
~Twilight~
Ya, kata-kata itu menyihirku untuk beli novel Twilight Saga. *serius* lalu setelah baca Twilight, aku ketagihan dan pengen tau cerita selanjutnya. Terus beli deh New Moon. Sempet kesel sama New Moon. Kirain bakal ada kejadian menarik, nyatanya cuma ngebaca kegalauan si Bella yang ditinggalin sama Edward. Padahal Edward itu kan vampir umur ratusan taun, eh ketemu sama anak umur 16 tahun tetep aja galau. :p waktu itu aku masih ngasih maaf, tapi pas baca Eclipse, rasanya aku benci banget. Isi ceritanya makin lama cuma nyeritain betapa “hebatnya” seorang Bella Swan. Ajir, diperebutin sama 2 cowok dong. Cewek macem apakah yang dicium sama pacar dan gebetannya gak nolak? -,-
Akhirnya, aku ketemu sama Breaking Dawn, di cerita itu, yang menarik adalah ketika Jacob Imprint sama Reneesme.
Aku bisa melihatnya sekarang-bagaimana jagat raya berputar mengelilingi satu titik ini. Tak pernah aku melihat kesimterisan jagat raya sebelum ini, tapi sekarang semuanya jelas.
Gravitasi bumi tak lagi menahanku di tempatku berdiri.
Breaking Dawn : Jacob
Pernahkah kamu bertemu seseorang yang ketika dia tersenyum menatap jauh ke dalam matamu, kamu merasakan bahwa bumi berhenti berputar? Seolah membiarkan tiga detik terhebat direkam dalam ingatan untuk selama-lamanya? Lalu mendengar suaranya di telepon membuat perutmu seolah terisi jutaan kupu-kupu yang menggelepar liar mengajakmu untuk berjingkrak dan menari-nari?
Aku hanya pernah merasakannya pada satu orang. Seorang pria yang seharusnya merasa beruntung karena aku bisa memberikan sensasi bumi berhenti berputar dan sensasi gelepar kupu-kupu di perutku. Perutku selalu kerasa geli setiap kali aku jalan dan dia megang tangan aku. Dan aku sendiri ga ngerti kenapa tiap kali ngeliat dia lagi nyium setiap buku jariku, aku selalu merasa  bahwa “dia” adalah pemandangan terindah yang pernah aku liat. Maaf Semeru, maaf Ranu Kumbolo, tapi aku manusia, aku wanita dan sisi biologisku, aku tetap mencintai seorang pria.
“Kenapa nyium tangan aku?”
“Ga apa-apa atuh, aku suka.”
“Jangan ih, tangan aku kotor.”
“Ga apa-apa. Aku mah bogoh pisan.”
He’s beautiful, beauty on my eyes not on his.
———————————————————————————————————————-
Breaking Dawn part two ini dimulai ketika Bella udah berubah jadi vampir. Jujur aja, Bella yang ada di Breaking Dawn part one lebih cantik dari pada yang ada di part two. Mungkin beda tukangmake up-nya. Hehe. Agak kecewa sih sama visualisasi dari novel Breaking Dawn ini, soalnya kalo di novelnya kan dijelasin detil kehebatan dan kecepatan dari tubuh Bella yang baru ini. Tapi pas di filmnya, cuma sekedar ngasih liat kalo Bella itu larinya cepet. Ga ada sedikit pun kesan kalo perubahan yang terjadi dalam diri Bella adalah sesuatu yang baru. Kesan pertama itulah yang aku dapet pas nonton film ini.
Bella yang selesai berburu langsung ketemu sama Reneesme. Lagi-lagi aku dibuat kecewa sama visualisasi dari novel Breaking Dawn. Kalo di filmnya, gak ngeliatin sama sekali kalo Bella ini adalah seorang Ibu yang benar-benar peduli sama anaknya. Bella di film ini kayak Bella yang masih umur 16 tahun aja. Masih lebih seneng main sama keluarga vampirnya dari pada ngeliatin sosok keibuannya dia sama Reneesme. Rosalie, yang emang di novelnya keliatan keibuan banget, di film ini semakin keliatan kalo yang pantes jadi Ibu Reneesme itu adalah Rosalie. Haha. Terus si Jacob bapaknya deh. :p
Reneesme sendiri persis sama visualisasi di novelnya. Tapi Reneesme yang bayi ini emang keliatan cerdas banget. Beda sih yah, namanya juga bayi vampir, setengah abadi setengah manusia. Serius, aku pengen da jadi si Reneesme, soalnya aku pengen punya kekuatan super buat jalan-jalan ke gunung. Hahaha. FOKUS!
Masalah mulai muncul ketika Irina, salah satu anggota keluarga dari Denali ngeliat Reneesme. Irina nyangka kalo keluarga Cullen ini bikin anak abadi. Nyatanya bukan. Akhirnya Irina ini ngelapor ke keluarga Volturi. Aro, yang kebetulan paling obsessed banget pengen memiliki si Edward yang bisa ngebaca pikiran orang sama Alice yang bisa ngeliat masa depan, paling nafsu buat nyerang keluarga Cullen.
Akhirnya, keluarga Cullen nyoba nyari saksi untuk ngebuktiin kalo Reneesme ini bukan anak abadi. Dia adalah anak manusia setengah vampir. Dan terkumpullah beberapa keluarga yang akhirnya rame di rumah Cullen. Kehadiran vampir yang membludak ini bikin banyakwere-wolfmuncul di Forks. Di saat genting gitu, Alice memutuskan untuk pergi. Alasannya ga diketahui.
Bella akhirnya bisa nemuin alasan kenapa si Alice pergi. Alice pergi untuk nyari bantuan. Bella akhirnya nemuin juga pesan dari Alice untuk bikin passpor palsu untuk Reneesme sama Jacob. Pas keluarga Volturi dateng, mereka semua udah siap untuk bersaksi. Setelah Aro diyakinkan, Alec ngompor-ngomporin nih. Tiba-tiba si Alice dateng. Dia ngasih bukti kalo ternyata pernah ada anak kayak Reneesme dan anak itu hidup sampe ratusan tahun.
Kayak pahlawan, tiba-tiba si anak yang kayak Reneesme ini muncul. Suku pedalaman gitu. WOW banget deh. Haha. Tapi si Alice ini kebetulan bisa ngebaca pikiran Aro, kalo ternyata Aro tetep mau nyerang meski pun bukti dan saksi udah terkumpul. Setelah itu, pertarungan sengit terjadi. Carlisle maju duluan dan mati pas berhadapan sama Aro. Jujur ya, jujur. Aku lagi pegang segelas pepsi di tangan kanan pas Carlisle mati. Dan saat itu, aku ngerasa dikhianatin abis-abisan sama Stephenie Meyer dan sutradara Breakin Dawn part two. Aku pengen banget ngelempar gelas minuman aku terus teriak “AAANNNJJJIIINGGG!!!” udah gitu aku ngementiondi twitter sama Stehphenie Meyer kalo her novel’s suck! Tapi aku tahan, sabar, sabar, sabar. Akhirnya, setelah Aro mati, aku merasa lega.
Carlisle mati, peperangan, Seth mati, Alec, Jane, Aro, Caius, Marcus, semuanya itu cuma ada di ramalan Alice. Syukurlah aku ga langsung kebawa emosi untuk maki-maki, ngelempar gelas minuman sama ngementionsi Stephenie Meyer.Breaking Dawn’s great!You’ve done great, Stephenie…
Dan aku puas. Dan mungkin karena kebawa emosi juga, pas ngeliat flashback ingatan Bella tentang Edward, aku suka banget. Sungguh ngingetin aku sama pacar aku, Furkon. :) he wouldn’t realize how much i’ve missed him.
Secara tiba-tiba juga, aku suka sama lagunya Christina Perri - A thousand years. Dan berikut liriknya. :)
heartbeats fast
colors and promises
how to be brave
how can i love when i’m afraid to fall
but watching you stand alone
all of my doubt suddenly goes away somehow
one step closer

i have died everyday waiting for you
darling don’t be afraid i have loved you
for a thousand years
i love you for a thousand more

time stands still
beauty in all she is
i will be brave
i will not let anything take away
what’s standing in front of me
every breath
every hour has come to this
one step closer

i have died everyday waiting for you
darling don’t be afraid i have loved you
for a thousand years
i love you for a thousand more

and all along i believed i would find you
time has brought your heart to me
i have loved you for a thousand years
i love you for a thousand more

one step closer
one step closer

i have died everyday waiting for you
darling don’t be afraid i have loved you
for a thousand years
i love you for a thousand more

and all along i believed i would find you
time has brought your heart to me
i have loved you for a thousand years
i love you for a thousand more


Aku telah menemukanmu, Furkon Muhammad. I won’t let you go even you want me to. I won’t let anybody else stand beside you except me. You’re mine, now and forever. Meski pun orang lain bilang kita gak berjodoh, mau kan kita berusaha untuk tetap berjodoh sampai kapan pun?

DIFFICULT level

setelah hampir setaun ga maen DDR, akhirnya aku main lagi. dan rasanya, emang stamina itu titik penting banget. biasanya aku udah ga konsen kalo nafas udah ngos-ngosan. tapi tadi aku ngerasa fit banget. mungkin efek dari olahraga ke Semeru sama ke Karenceng. :p jadi pas tadi main itu lancaaarr abieeessshhh!
waktu tadi maen sama adik aku yang bungsu, aku bisa nyelesaiin level basic dengan mudah. bahkan ga keringetan sama sekali. karena penasaran, akhirnya aku tambah ke level difficult. emang sok banget sih, masalahnya aku belom pernah nyoba level difficult sama sekali, apalagi expert. :D aku cuma bisa hokcay aja kalo ngeliat player lain main di level difficult bahkan ada yang sombong sampe ga pake arah panah atau arah panahnya di rubah kemanaaaa gitu. -,-
dan akhirnya aku ngerti kenapa orang-orang selalu menginginkan lebih lebih lebih lebih cepet lagi. karena disitulah kesenengannya. setelah puas main dengan level difficult, aku berhenti. bukan gara-gara cape, tapi koinnya udah abis. hehe. sambil nungguin keringet kering jadi daki, aku mikirin beberapa poin penting tentang DDR dan naik gunung. berikut kelebihannya maen DDR dari pada naik gunung :
  1. DDR itu ga perlu manggul carrier gede, ga perlu cape cape keujanan, ga perlu juga bawa kompor dan makanan yang buanyak. cukup bawa air minum sebotol juga udah cukup. tapi, DDR itu perlu duit, meski pun emang ga segede duit naik gunung.
  2. DDR itu ga bikin kita dicariin orangtua gara-gara kelayapan ke tempat jin atau orang-orang goblok bilangnya “perjalanan menghantarkan nyawa” <—-please yang ini jangan ditiru. naik gunung bukan perjalanan menghantarkan nyawa, kalo mati ya itu sih takdir. tapi naik gunung engga mempercepat kematian. engga naik gunung pun bukan memperlambat kematian kok. sorry nih ya buat orang-orang yang otaknya kerdil bilang naik gunung itu menghantarkan nyawa, elu ga beruntung banget sih masih bisa pulang selamet terus baca tulisan gue ini. gue ga ngedoain yah, tapi kalo ada apa-apa sama elu yang bilang “naik gunung adalah perjalanan menghantarkan nyawa”, semoga nyawa elu emang dihantarkan ke gunung. :p
  3. DDR itu ga perlu bawa tenda atau semacamnya. santai aja, toh kalo cape tinggal pulang ke rumah terus ngaso deh. mau tidur seharian atau selamanya gara-gara cape itu bebas. :D
Di antara kelebihan DDR, ada juga kelebihan naik gunung. hehehe, aku itu sukurnya dikasih sifat suka mensyukuri segala hal. dan aku berdoa semoga selalu menemukan bahagia meski pun keadaan sedang tidak membahagiakan, soalnya, bahagia itu dicipta, bukan mencipta.
  1. naik gunung ngeolahragain badan sama mata. loh kok mata? ya bayangin aja, kalo maen DDR kan bikin mata cape ngeliat pijaran warna-warna mencolok, radiasi juga, itu kan ngerusak mata. jadi mendingan naik gunung, selain badan sehat. mata juga jadi adem ngeliat yang ijo-ijo. dan berdasarkan penelitian, ngeliat tumbuhan hijau itu bisa ningkatin konsentrasi dan menjauhkan diri dari stres. hebat kan? untuk olahraga badan ga perlu ditanya, manggul carrier yang isinya minimarket atau pasarmini sih pasti bikin olahraga banget. :p
  2. naik gunung juga menumbuhkan rasa kecintaan sama alam. nah, rasa cinta itu ga selalu buat pasangan, bray! cinta sama alam nantinya bakal cinta sama Tuhan. dan cinta sama Tuhan itu ga pernah bertepuk sebelah tangan, Tuhan juga ga mungkin ngegantungin apalagi ngekhianatin cinta kamu. jadi, mari kita cintai alam.
  3. naik gunung juga menambah teman. gimana caranya? ya kalo naik gunung, ketemu orang di jalan ya diajak kenalan dong. siapa tau bisa berbagi informasi, berbagi duit kalo duit kurang bahkan berbagi bawaan kita yang berat. asyik kan?
  4. naik gunung bikin kita lebih mengenali diri. pernah ga kamu ngerasain kalo kamu lagi diem, kamu punya banyak waktu untuk memikirkan tentang diri kamu sendiri. sikap kamu yang salah sama orang lain. sikap orang lain yang ga mengenakan buat kamu. nah pas di gunung, kita bisa lebih mendekatkan diri sama hati nurani kita. suasana sepi, sunyi, rada gelap, pokoknya mantep deh buat mojok, eh buat merenung maksudnya. tapi jangan jadi ngelamun ya bray, beda loh antara merenung sama ngelamun. awas nanti pulang-pulang banyak ayam yang mati gara-gara kamu banyak ngelamun. :p
Nah, itu cuma sedikit plus minus naik gunung sama main DDR menurut aku. kalo aku pribadi sih ya lebih milih naik gunung, soalnya aku itu lebih suka diem dan menikmati pemandangan dari pada ada di tempat rame. soalnya permainan DDR itu adanya di Mall, ga ada di kuburan, jadi ya susah nyari tempat DDR yang sepi. hehe.
di akhir tulisan aku ini, aku minta maaf kalo ada kata yang engga berkenan. masalahnya, suruh siapa dibaca? sampe beres pula lagi. hehe. setiap orang punya hak bicara, bahkan meski pun aku adalah orang yang hina sekali pun. tapi jangan salah, orang yang hina di mata manusia itu biasanya mulia di mata Alloh. Amiiiinnn… :D

ga lolos wae....


iya euy, udah 3 event aku daftar dan tiga tiganya ga lolos. pertama, volunteer buat Europe on Screen. huh deh, suwer aku ga mikirin duitnya, cuma pengen jadi volunteernya aja kok. seriusan. tapi ga lolos. terus yang kedua, dream destination Papua, itu pun ga lolos. emang mesti belajar diving sih kalo mau lolos acara trip gratis kayak gituan mah. nanti deh kalo aku ke Bali, aku ikut paket belajar diving, surfing, snorkling yang singkat tapi jadi punya sertifikat. :p yang ketiga adalah Djisamsoe Mahakarya Indonesia, hadiahnya ke Rinjani, tapi ga lolos juga. haaaakkkcccuuuhhh.... bete banget.

apa mungkin ceuk Alloh teh aku jangan banyak kegiatan dulu bulan ini biar banyak istirahat? tapi seriusan da aku mah pengennya jalan-jalan, bukan istirahat. mungkin ceuk Alloh aku harusnya bersyukur dulu kemarin sempet lolos workshop PKPF dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. tapi aku bersyukur, sekarang aku pengen yang baru... aku pengen jalan-jalan. :(

aku lagi ikut acara baru lagi, sugan weh atuh lolos laaaaahhh... meni susah pisan euy pengen jalan-jalan teh :p
aku teh kalo jalan-jalan sendirian pasti ga boleh lagi. kalo jalan-jalan bareng sama temen, aku rada kapok kalo ngajak orang yang baru aku kenal dan pikirannya dangkal, seriusan. bisi mereka teh mengharapkan aku jadi wonder woman tapi aku cuma manusia biasa. bisi mereka pengen aku teh banyak curhat tentang masalah aku padahal aku teh emang ga mau ngumbar masalah. :) ya ya ya, hidup sosialis bukan berarti harus curhat sana sini kan?

Tuhan, seriusan, kalo boleh aku minta, aku pengen untuk perjalanan kedua ke Semeru, aku nyampe puncak. aku ga nyesel sama sekali waktu kemarin ga sampe puncak, karena aku emang berencana untuk ke puncak Semeru lagi lagi dan lagi. jadi tolong, yang nanti mah biarin aku nyampe puncak oke? hehe.
nuhun.. :p

jangan menyerah!


waktu awal ngerjain skripsi, aku jujur pernah ngedown sebelum ngelakuin apa pun. masalahnya aku rada keder, liat temen temen aku kanan kiri udah pada punya judul. udah pada nguasain konsep buat seminar judul. sedangkan aku, aku masih bingung sama apa yang aku kerjain. mana dulu temen temen pepeel udah pada seminar judul. aku ga pede sama kemampuan aku sendiri.
waktu itu aku curhat sama pacar aku. aku ceurik beneran nyeritain betapa parahnya penderitaan dari kebodohan. hahaha. pacar aku waktu itu bilang, ngapain aku nangis segala? dicoba aja belum kok udah putus asa? dan pacar aku saat itu sempet kaget, aku yang biasanya tegar membahana badai kok bisa nangis cuma gara gara sepetan temen temen aku masalah orang orang yang bakal seminar judul duluan.
temen temen aku bilang kalo katanya cuma ada 10 orang yang bisa ikut seminar judul. seminar judul itu diadain 2 bulan sekali. dan di bulan pertama, mereka nyebutin 10 nama, temen temen deket aku kesebut, tapi aku engga. jelas dong aku keder. aku sakit hati.
setelah aku berhenti ceurik, aku niat dalam hati kalo aku mau ngebuktiin kalo aku bisa seminar judul lebih dulu dari yang 10 orang perkiraan itu. di situ aku malu juga sama diri aku sendiri, ternyata aku itu ga perlu terlalu dalam mikirin masalah yang ada di sekitar aku. teu puguh rarasaan. teu kudu dirasa rasaan. hehe. dan akhirnya aku seminar judul. boong banget tuh yang bilang cuma boleh 10 orang. bebas aja, justru minimalnya 5 orang. hahaha, bisa weh orang orang yang sok tau teh.
sebelum sidang kompre, aku ceurik lagi. masalahnya nilai praktek tilawah aku belom keluar. dosennya ga mau ngeluarin nilai soalnya aku belom nyelesaiin tugas praktek tilawahnya. aku jujur ceurik lagi, kali ini lebih dahsyat, soalnya aku udah ngapalin yang aku bisa. pas aku nyerah, aku dapet sms pelipur lara dari LA script doctoring. katanya aku lolos, aku langsung aja berangkat ke Jakarta untuk ikut script doctoring. hehe. setelah dari LA, seninnya aku balik lagi ke kampus, nemuin dosen praktek tilawah itu. aku udah ikhlas kalo ga bisa praktek tilawah. pas ngelewatin meja jurusan aku, si bapak pengurus di jurusannya nanya kenapa ga ada map aku di tumpukan orang yang mau daftar kompre, aku bilang kalo aku ga bisa ikut kompre gara gara nilai praktek tilawah aku belom keluar. beliau lalu ngomporin aku untuk nagih nilai ke dosen itu. haha. beliau bilang kalo aku masih bisa daftar meski pun udah lewat 4 hari dari batas akhir. dan akhirnya, aku dapet nilai praktek tilawah dan aku daftar ujian kompre.
jujur aja, dari situ aku ngerti kalo yang perlu manusia lakukan itu hanya berjuang. sisanya biar Tuhan yang tentukan. serius. aku bukan sok sok memotivasi kayak si mario teguh, aku mah cerita berdasarkan pengalaman pribadi. makanya pas ujian munaqosah, aku sama sekali ga mau nyerah ngejer dosen aku apa pun yang terjadi. saat orang lain bilang ga apa apa kalo ga munaqosah bulan itu, dalam hati aku bilang kalo aku ga mau. aku mau usaha sampe titik habis kemampuanku. dan akhirnya, aku bisa sidang munaqosah sampe dapet nilai A.
pas mau daftar wisuda, aku lagi lagi ga mau nyerah. aku usahain untuk ikut wisuda meski pun pendaftaran wisuda udah ditutup. pokoknya, apa pun yang terjadi, meski pun harus berlutut, untuk kebanggaan orangtua mah bakal aku lakuin. dan aku diterima untuk daftar wisuda.
setelah semua hal yang terjadi selama 1 tahun kehidupanku ini, aku semakin ngerti makna perjuangan. akhir yang ga mulus itu biasa, yang penting jangan pernah menyerah. karena menyerah itu berarti memilih untuk mati. dan aku ga mau mati, setidaknya MATI ITU GA ADA DI PLANNING AKU 5 SAMPE 10 TAHUN MENDATANG. aku mau hidup, dan cara satu satunya yang aku tau untuk hidup adalah engga nyerah. menyerah adalah hal yang biasa untuk sebagian orang, dan menyerah juga pilihan.
 tapi aku ga mau nyerah. dan AKU GA NGELIAT SEDIKIT PUN KEINDAHAN DARI MENYERAH SELAMA AKU HIDUP. jadi aku ga mau nyerah.

catatan 4 November

aku punya banyak blog, rencananya mau ngehapus blog yang ini, tapi ga tau kenapa rasanya sayang. masalahnya blog ini udah aku pake sejak taun 2008, pas orang-orang seusia aku (18 taun) masih ngegandrungin friendster, aku udah ngotak-ngatik blog. awalnya ke wordpress, terus ke multiply. sampe akhirnya, yang terakhir kemaren aku bikin di posterous (kalo ga salah), tapi udah gitu aku cul-in, gak aku buka2 lagi. lagian aku lupa passwordnya. hehe.

sebelum berangkat ke Semeru, aku bilang kalo mungkin keinginan naik gunung aku bakal luntur setelah aku mampu ke Semeru. ya ya ya, cuma speak doang. nyatanya pas di Ranu Kumbolo, diajak ke Merapi sama Bang Ade, aku langsung pengen. langsung galau gila, mikirin gimana cara minta ijin ke Ibu aku. hahaha. untungnya aku dapet telepon dari panitia workshop PKPF 2012, katanya aku lolos. dan di situ aku ajrut-ajrutan (dalam hati), hahaha. untung aku turun tepat waktu, kalo engga, pas dihubungi terus nomor aku non-aktif kan aku pasti gak lolos jadi peserta workshop. :D
setelah pulang, aku ceritanya chat sama A Yoga, dia adalah yang ngasih tau jalan untuk sampe ke Semeru, hehe. ngabarin doang maksutnyah, biar dia tau kalo berkat tulisannya dia di blognya, aku bisa nyampe ke Semeru. dan dia malah ngajak ke Tambora bulan Maret. pas searching tentang Tambora ini, ternyata Tambora punya bibir kaldera yang paling besar di dunia. KEREEENNNN... tingginya sih cuma sekitar 2800mdpl, tapi pemandangannya itu loohh... pokoknya aku pengen pengen pengeeeeennn... :)
udah nyerita belom sih aku tentang isi workshopnya? kayaknya belom deh.
nah, workshop ini diadain sama direktorat pendidikan dan kebudayaan gitu. aku lolos sebagai salah satu peserta dari Bandung. bangga dong, pasti banyak banget yang ikut dan aku lolos. hehe. fasilitasnya lumayan oke, aku dikasih kamar superior yang harga nginep semalemnya adalah sejuta. haha. kamar mandinya, wastafel, apalagi pancuran air angetnya bikin aku betah. hehe. kita ceritanya disuruh bikin film dokumenter gitu. pembicaranya Michael Sheridan, seorang sutradara film dokumenter dunia, DUNIA bray, DUNIA. hehe. bangga bangetlah!
masalah badan aku mulai muncul di hari kedua, makan sehari tiga kali itu bikin badan aku sakit, aku gak pernah bisa makan sehari tiga kali. apalagi dikasih kue-kue gitu 2x, jam 10 sama jam 3. anjiiirrr... berat badan aku yang awalnya 38 perlahan naik ke 42 pas pulang ke rumah. tapi kemudian turun lagi. hahaha. percuma makan banyak, jadi tai semua. hehe...
aku kangen rumah, jadi ga betah di tempat workshop meski pun fasilitasnya oke banget.

sepulang dari Semeru, aku tiba-tiba jadi intens smsan sama seseorang, pendaki juga. hehe. aku gak ngeh kapan aku ngasi nomer aku ke dia, tapi ujug-ujug dia tau nomer aku. kita smsan biasaaa sampe akhirnya si cowok itu nanya masalah rokok di Ranu Pane. dia tanya sejak kapan aku ngerokok, ya aku jawab aja aku bukan perokok, itu rokoknya temen-temen aku, pas kebetulan aku yang pegang. kata aku teh. terus aku bilang kalo aku lebih suka ngebuang duit buat jajan baso dari pada buat rokok. tanpa diduga, dia bilang kalo dia mau nraktir aku baso. aku anggap heureuy aja, tapi udah gitu dia tanya aku tinggal dimana, baso yang enak dimana dan dia bilang kalo dia serius mau nraktir aku baso. mulai dari situ, sms-sms yang masuk mulai menjurus untuk know me more gitu. aku langsung mikir, selama di Semeru, selama ketemu sama cowok itu, emang aku ngapain aja ya sampe tuh cowok jadi 'tertarik' sama aku???
daripada ngasih harkos, aku bilang aja ke dia kalo dia sama aku jangan intens smsan, bisi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. dia kayaknya mulai ngeuh kalo aku ngerasain sesuatu yang beda dari dia. akhirnya dia berhenti ngesms setelah sekitar 3 harian smsan mulu. mungkin ada seminggu dia stop berhubungan sama aku, baik lewat sms atau pun lewat jejaring sosial. itu mirip kayak penolakan yah? hehe.
setelah semingguan, dia mulai sms lagi, tapi ga intens. kalo aku smsnya rada lama ngebales, dia langsung sms minta maaf gara2 ngeganggu aku. hehe. anggap aja aku yang geer sama itu cowok. wkwkwk. sms terakhirnya adalah dia ngabarin kalo dia udah nyampe puncak. selamaaaatt!!!
mulai kerasa ada spasi di antara pertemanan aku sama si cowok pendaki itu. hehe. mungkin karena sebelumnya dia udah baik banget pas di Semeru sama aku, jadinya aku seolah ngebales air susu sama air tuba. ya da mau gimana atuh?
aku inget pas dia nawarin ngebawain tas aku waktu di perjalanan ke Ranu Pane gara-gara aku mopo. hehe. padahal carrier dia sendiri juga udah berat banget, mana bawa air sejerigen. terus dia ngasih choki-choki gara-gara ngeliat aku lemes pas di Ranu Kumbolo cuma makan sekitar 5 huap nasi. hehe. nuhun nuhun nuhun, nuhun pisan. aku mau balas jasanya mah dengan nemenin dia naik gunung weh kalo pas akunya punya duit. hehe. :D
aku yang geer, aku yang geer, aku yang geer
Ranu Kumbolo itu menghadirkan cinta yang gak diduga-duga. *serius*ada gaya mistik yang meski pun aku cuma diem dan jadi pendengar di suatu forum, tapi bisa bikin orang jatuh hati. mirip pelet, soalnya Ranu Kumbolo kan emang deket banget sama Tanjakan Cinta, tapi suweerrr, di Tanjakan Cinta, yang aku pikirin adalah keindahan Ranu Kumbolo, bukan orang yang aku cinta.

di Arcopodo, ada beberapa hal yang bikin aku gak bisa muncak. akhirnya aku nitipin lukisan aku ke Tian untuk dipang fotoin di puncak. keun weh akunya gak bisa muncak mah, minimal lukisan aku sampe ke puncak. gobloknya (meureun), aku berharap lukisan itu bisa jadi tombol UNDO yang ngembaliin semua hal, sebelum ada Thusy Sabrina, sebelum ada obrolan menjengahkan. ya ya ya. tapi pas foto itu aku kirim via mms, jawaban dari orang yang aku kirim mms itu enggak enak. kening aku berkerut. jiiirr, ceuk aku teh, aku jauh-jauh cuma mau bawa lukisan itu doang, ngebawa ego aku buat aku buang ke blenk 75. nyatanya, mungkin bukan cuma ego yang harus aku buang ke blenk 75, tapi akunya sendiri pun mesti terjun ke blenk 75 ini.
baru aja aku belajar tentang kesuksesan naik gunung itu bukan sampe ke puncak, kata Bang Ade, tapi ketika bisa pulang ke rumah dengan selamat. barulah naik gunung itu disebut sukses. puncak itu cuma bonus, kata Mas Godheg. tapi pelajaran yang baru itu justru bikin aku mikir, mungkin sebaiknya kalo ada sesuatu yang terjadi sama aku selama perjalanan ke gunung itu, biar dia ngerti kalo aku juga cukup berharga. hehe. tapi Tuhan MahaBaik, kalo terjadi sesuatu sama aku terus orang itu gak peduli, aku malah sakit dua kali, ya sakit fisik, ya sakit hati.
aku mencoba melapangkan dada untuk menerima Thusy Sabrina bersamanya. keun weh, jodoh mah emang moal ka urang. :D aku berjodoh sama Semeru ge udah uyuhan. :) semoga aku bisa ke Semeru lagi, ngehapus semua catatan tolol aku yang aku sebar di sana-sini. hehe.

Aku punya hape barrruuuu... ceritanya ibu aku kan ngirimin duit buat aku hidup di Malang, tapi aku itu pelitnya minta ampun, si uang gak aku pake, cuma aku pake seratusribu... hahaha... terus pas pulang dari workshop dikasih uang saku gitu, pokoknya seneng-seneng-seneng. akhirnya aku punya hape barruuu.... :D masih, aku panggil hape itu SAMMY, merknya Sams*ng, ga tau kenapa aku suka banget sama hape itu, soalnya buat aku, mesinnya bandel, awet, dan emang aku bukan tipe orang yang suka jual-jual hape, jadi aku pengen awet rajet sama hape aku yang itu. :D

Dan akhirnya, blog ini emang diisi sama cerita gak penting dari kehidupan aku doang. pembaca yang mungkin mampir pasti bilang ini kumpulan sampah. sama sekali enggak ngeinspirasi. hahaha. :D
ya ya ya, gapapalah, setidaknya kalo aku mati, minimal aku pernah dianggap ada di dunia maya lewat tulisan-tulisan konyol ini. harapan bodoh aku adalah, agar semua orang yang menyia-nyiakan aku selama aku hidup mengerti bahwa aku juga cukup penting, cukup berharga dan cukup apalagi yah? hehe, yah setidaknya aku cukup berarti untuk dihargai, dianggap ada dan... terimakasih Tuhan untuk Semerunya.
aku suka banget sama Ranu Kumbolo, Tuhan, Cemoro Kandang juga baguuuusss banget! Apalagi Jambangan... aku suka ciptaan-Mu itu, Tuhan...

cameeerrr... ;D

Aku punya calon ibu mertua yang menurut aku, terlalu jauh memikirkan keberadaanku. baik sih, cuma buat aku yang emang suka aprak-aprakan, dia seharusnya santai aja sama aku. toh aku kalo gak suka mah pasti ngomong, kalo laper juga gak pake gengsi, kalo kentut juga tinggal kentut. gak perlu basa-basi-busuk.
aku kaget pas baca sms pacar aku yang bilang kalo ibunya sengaja ngebeliin motor untuk pacar aku itu biar kalo jalan-jalan sama aku, aku gak perlu kesiksa gara-gara naik motor vespa. menurut ibunya, aku selama ini kesiksa diajak jalan-jalan naik vespa, aku kasian, kepanasan, keujanan, bahkan gak nyaman dengan keberadaan vespanya itu.
keningku berkerut baca sms itu. jujur, selama ini, bukan sok baik, aku sendiri ngerasa seneng-seneng aja naik vespa. masalah kepanasan, keujanan, itu resiko naik motor. dan aku enggak pernah sedikit pun mikir tentang untuk nuntut pacar aku itu beli kendaraan yang lebih bagus dari vespa.
aku suka vespa, Ang, serius, bukan gara-gara kamu yang ngendarainnya. aku suka vespa, bentuknya klasik, kuno tapi tenaganya kuda. aku suka! serius ini mah. kalo pergi ke tempat wisata, aku sama sekali gak ngerasa terganggu dengan naik vespa, bahkan waktu kita ke kawah putih, aku bangga banget sama vespa kamu yang bisa ngalahin motor RX king yang mopo di salah satu tanjakan ke kawah putih. aku suka vespa kamu, aku suka kamu. dan aku gak pernah berpikir untuk menuntut lebih dari apa yang aku punya sekarang ini.
mungkin iya, aku lagi ngalebok lope sama kamu. otak aku gak berpikir logis untuk mencerna yang terjadi di sekitar aku. tapi aku mah suka. kalo menurut ibu kamu aku tersiksa, aku pastiin beliau salah besar. selama ini aku seneng-seneng aja. aku suka. aku bahagia. dan aku tau posisi aku cuma sebagai pacar kamu saat ini, bukan istri kamu. jadi buat apa aku nuntut hal-hal yang bukan jadi hak aku?

ibu kamu pun terlalu baik untuk mikirin masalah rumah buat kita nanti. rumah aku juga bukan istana, banyak debu di sana sini, gak sempet diberesin dan gak ada yang mau ngeberesin. keluarga kamu engga perlu ngerenovasi rumah biar aku bisa betah tinggal di rumah kamu. dengan udara sejuk, selama aku masih bisa jalan-jalan dan ngelakuin aktivitas aku kayak biasa, aku suka. dan gak ada masalah buat aku.
aku bukan putrinya raja, Bu, aku manusia biasa. aku suka ngupil, suka kentut sembarangan kalo ga bisa ditahan, suka pengen ngambek kalo gagal bersin, suka rese kalo kepanasan, suka rewel kalo kedinginan. manusia bangetlah! meski pun aku suka sama sailormoon, gak berarti aku sesempurna gadis-gadis bulan itu. aku ya aku aja.
tapi terimakasih Bu, Ibu bener-bener merhatiin aku. dan aku emang jarang ngehubungin ibu, masalahnya aku suka bingung, apakah perlu aku yang baru jadi pacar anakmu ini intens ngehubungin calon mertuanya?
ke Semeru kemarin pun aku sempet mau minta doa restu, tapi... apa perlu? aku justru takut Ibu nantinya malah gak setuju Aang berjodoh sama aku gara-gara tau aku ini orangnya suka aprak-aprakan. makanya sms yang tadinya aku ketik aku hapus lagi. aku semakin ragu apakah Ibu masih tetep setuju untuk mengijinkan Aang menikah sama aku kalo denger aku mau ke Rinjani. Haha.

overall, aku merasa dianggap ada oleh keluarga itu. dan aku heran kenapa mereka mau menerima aku dan sibuk membicarakan hal-hal yang sebenernya gak setitik pun aku pikirin. sudahlah, santai aja kayak di pantai. ga usah ngomongin hal-hal yang jauh di awang-awang.

jangan menyesal

aneh, mimpi malem tadi isinya adalah ngebaca sms kalo temen-temen yang mau pergi ke S pada ga jadi semua. what's that exactly mean? aku sebenernya ga niat ngebalangsak banget pas nyampe di sana, cuma pengen ke S, menjejalkan kaki di puncak pasirnya sambil pake toga :) terus ke segara anakan & pulau sempu pengen berenang di pantainya. hehe. udah udah udah, gak bakalan balangsak ke tempat yang araraneh kayak backpacker biasa. soalnya ngerti juga uangnya pas-pasan terus waktunya juga mepet. maklum ngebawa 1 guru biologi yang tanggal 27nya mau ngadain praktikum, terus si fitri yang tanggal 27nya ada acara karang taruna di rumahnya, terus yang lain, jejes, borin, himi yang katanya mau pada UTS, jadi pada takut ketinggalan. belom lagi si uzie, skripsinya dia gak mungkin ditinggal lama-lama. tapi aku juga ga dapet ijin kalo jalan-jalan sendirian. ibu aku pasti ngambek kalo aku senekat itu.
padahal aku sebernya pengen banget malang itu diputerin sampe akunya cape. aku pengen dateng ke semua tempat wisatanya. tapi apa daya, budget aku ge paling cuma 400ribu, mana mungkin bisa ngulilingan malang kalo ga jalan kaki?
kemarin, 7 oktober 2012, adalah ulangtaun aku yang sebenernya, setelah dapet hadiah "salah paham" gara-gara ngesms nanyain keberadaan temen aku karena aku niat mau ngasih nasi kuning yang berujung aku mesti kena caci sama pacar temen aku. kemarin aku ngebagiin nasi kuning, sebenernya niat teh mau ngajak makan-makan, tapi karena aku gak mau dipotong budget buat ke malang, jadinya aku bilang mendingan bakar-bakar ayam aja. tapi ibu aku sekalian bilang sekalian aja sambil syukuran kelulusan aku. jadilah aku ngebagi-bagiin nasi kuning.
kemarin juga, aku berhasil menarik 5 orang untuk ikut ke ekspedisi malang aku, jejes, himi, borin, fitri, uzie. wiiiii.... perjalanan aku kayaknya bakal seru nih. awalnya aku pikir perjalanan aku bakal monoton, soalnya aku kan di malangnya mau gabung sama anak komunitas backpacker, aku ga kenal dia juga, hehe. masa aku bisa SKSD? bisa sih kalo terpaksa mah. :) tapi kalo ada mereka sih kayaknya bakal seru.
kemarin juga ngobrolin kelangsungan Rotan Production. ya intinya sih kita mau garap film selanjutnya. cuma agak bingung untuk genre PH kita. ada yang pengen bikin film action, ada yang drama, ada yang pembunuhan, dan semua itu ide-ide yang fresh dan cemerlang, menurut aku. jadinya karena bingung, aku ngajak ke S, dan mereka pada mau meski pun pada takut mopo. hehe.
lucunya, mereka semua pada ngebayangin kalo nanti, sebelum naik ke kaki gunungnya, mereka mau pada apdet twitter, fesbuk, BBM dan seluruh sosial media lain biar orang-ornag pada tau mereka pergi ke puncak tertinggi di pulau jawa. hehe. aku agak manas-manasin juga sih sebenernya. jujur, andai aja dari dulu aku dapet kesempatan ke S, kayaknya aku sekarang udah ga punya tujuan hidup. hehe. tapi mereka, masih muda, fresh minded, sayang  banget kalo cuma dijejalin sama fashion, ciput ninja, wedges terbaru atau tas hermes. PERCUMA, jadi aku menyusup di pikiran mereka, membangun sedikit pemikiran mereka bahwa hidup itu berharga kalo cuma dihabisin di jalanan nunggu macet atau di kostan nungguin pacar ngapel.
dan aku belajar hal itu gak sehari dua hari, tapi terus menerus. aku pernah menyesal, kenapa gak dari dulu aku teh balangsak, tapi akhirnya aku ngerti, orangtua aku butuh dipupuk pemikirannya untuk ngebiarin anaknya jalan-jalan kesana kesini menikmati dunia. kalo waktu SMA dulu aku balangsak, ayah aku udah jantungan kali. apalagi beliau kan ga pernah tau kalo aku pernah ke Ciremai, hipotermia sampe ngerasa mau mati banget, terus kedinginan karena hujan badai di gunung. pokoknya banyak hal yang seiring dengan perjalanan pendidikan aku, justru semakin terbuka pikiran orangtua aku. jadi mereka bisa nerima. sekarang, semakin aku dewasa, di usia yang bebas untuk menikah kapan saja dan dengan siapa saja, hehe, keinginan untuk menjelajah itu semakin besar.
makanya sekarang, ngeliat yang masih muda-muda, aku selalu ngajak untuk pergi jalan-jalan, minimal pernah aja sekali dua kali pergi mah, biar gak jadi anak yang "kuper". soalnya anak kuper itu sekarang bukan lagi anak yang diem aja di rumah, tapi anak kuper itu adalah anak yang engga pernah mau tau dunia luar itu kayak gimana. dia merasa senang dengan dunianya yang kayak gitu dan enggak pernah tau kalo selagi dia bernafas, bumi berotasi, bulan mengelilingi bumi dan bumi mengelilingi matahari bersama planet-planet lain. setiap detik, jantung memompa darah dan bla bla bla. that's worthy!
aku ga mau ngeliat salah satu temen aku, siapa pun dia, yang ketika ngeliat orang lain pergi ke tempat A dan B, dia cuma bisa bilang, "oh iyah, si Lukita pernah ke sana", bukan! bukan si Lukita yang pernah ke sana, kamu pun pernah diajak untuk ke sana, tapi kamu lebih memilih selimut yang hangat di rumah sambil makan cemilan. jangan menyesal. jangan pernah menyesal.
makanya, siapa pun kamu, ketika kamu baca tulisan ini, kamu pun terundang untuk ikut dalam perjalanan mengeksplor dunia. ga usah jauh-jauh ke luar negeri. minimal yang deket sama sekitar kamu. apa kamu udah pernah naik gunung di depan atau belakang rumah kamu? apa kamu udah berkunjung ke tempat wisata yang deket dengan kanan atau kiri rumah kamu? tah eta, buat apa mengkhayal pergi ke luar negeri kalo negeri sendiri ga ada keinginan untuk mengeksplor?
aku udah memulai, mau ikut mulai?

bayi terlucu


Aku suka bayi, meski pun aku pribadi belum siap memilikinya apalagi melahirkannya. Hehe, maklumi saja, sepertinya pembaca dunia maya yang benar-benar mengenal aku akan tahu jawabannya. Iya, masa seorang gadis yang masih balangsak dan lampar ini punya seorang bayi? Apa yang akan dilakukannya pada bayi itu? Diajak sarapan di Kerenceng terus makan siang di Dufan Jakarta? Haha. Okelah, saking balangsaknya aku, aku sendiri yakin bahwa aku belum siap diembani tugas menjadi seorang ibu. Lagi pula aku sedang menikmati masa-masa menjadi anak yang minta jajan dan dijajani oleh ibu. Hehe.
Setiap kali melihat foto bayi, aku selalu bilang, jirr lucu banget nih anak! Tapi tetep aja engga ngerubah pemikiran dan kebalangsakan aku. Hehe. Tapi di sini, aku mau cerita tentang Ibu aku, yang dulu punya anak bayi super lucu, bayi itu adalah aku. ^^
Aku lahir jelas prematur, sembilan bulan kurang (perkiraan). Soalnya di mata kuliah embriologi, aku tau kalo bayi itu lahir sebenernya sembilan bulan lebih 3 minggu. Jadi, yang kurang dari angka itu disebut prematur. Ketika aku lahir, mata aku engga ngebuka sama sekali, dan aku berwarna merah. HAHAHA. tomato girl.
Aku udah berhenti ngompol sejak umur 9 bulan. Lucu nya, 9 bulan itu bayi lain masih ngompol, kalo aku udah engga. Based my mother's story, katanya tiap kali mau pipis, aku suka turun dari tempat tidur terus jalan ke kamar mandi. That's based on my mother story loh yah! Aku gak ngarang-ngarang.
Sayangnya, si bayi yang hideng itu cuma disusuin sebulan. Setelah itu blupp, ASI ibu aku menghilang. Jadinya aku disebut si anak susu kaleng. Aku lebih dulu ngomong dari pada jalan, mungkin faktor dari ibu aku sendiri yang cerewet. Jadinya aku lebih cepet ngomong dari pada jalan.
Pas aku umur 3 tahunan, aku udah bisa baca. Kalo yang ini aku juga engga sadar sih, cuma ini berdasarkan cerita dari keluarga aku. Katanya, aku udah bisa baca koran, bahkan enggak tau siapa yang ngajarinnya. Yang jelas aku inget, waktu pertama kali masuk SD, saat anak-anak lain belajar ngeja huruf, aku udah bisa baca kalimat. Kalo anak-anak lain baru bisa nulis perkata, aku bisa nulis dengan ngebaca tiga sampe lima kata sekaligus. Kalo yang ini aku nyadar, soalnya di kelas aku nulis paling cepet, bahkan sampe hari ini. ^^
Makanya bayi terlucu buat ibu aku selalu aku. Haha. Dan tiap kali ngeliat foto aku waktu masih kecil, aku suka gak percaya kalo aku pernah secute itu di hidup aku. Haha. Bahkan waktu aku ngeliat foto esde aku, aku tuh sebenernya cute banget, cuma dulu banyak main sepeda, banyak main layangan, ngurek di sawah, berpetualang ke gunung-gunung. Dan alhasil kulit aku sawo matang yang mungkin bikin aku keliatan makin balangsak.Haha. Bedanya sama sekarang, meski pun sama-sama balangsak, aku yang sekarang merhatiin banget sama penampilan.
Masalahnya, my Dad selalu ngomel kalo kulit aku nambah item. Dan pastinya aku langsung dilarang pergi-pergi kalo kulit aku jadi item. Biar enggak ketauan kalo aku abis jalan-jalan, biasanya aku suka nutupin muka aku dari matahari biar itemnya gak keliatan. Haha. Cara kuno, tapi yang penting adalah biar ayah aku merasa nyaman dengan kulit aku yang putih. ^^

dari las sampe belatung

Ini tulisan di awal oktober. Sebenernya dari kemarin udah ngerancang tulisan, tapi enggak tau kenapa berasa enggak sreg. Jadinya dihapus lagi. Bikin lagi. Hapus lagi. bikin lagi. hapus lagi. Hehe.
Semoga kali ini sreg. Ngomongin apa yah? perjalanan ke S, udah, masalah esdua, udah. sebenernya ada yang ngeganjel di kepala aku dari kemarin. cuma aku masih mikir-mikir, perlukah hal yang kayak gitu aku pikirin mendalam?
Dua hari kemarin, tetangga aku ngirim nasi kuning, kebetulan yang ngirim itu tetangga sebelah rumah banget yang aku anggap 'menyebalkan' karena posisi rumahnya yang terlalu deket sama kamar aku. tapi di depan dia, ya teteplah senyum ramah gitu kayak ga ada masalah. pas aku tanya nasi kuning dalam rangka apa, dia jawab katanya buat syukuran aja. pas aku tanya lagi syukuran apa, dia cuma cengengesan. akhirnya, nasi kuningnya aku terima terus pas udah aku balikin piringnya, aku makan tuh nasi kuningnya dikit.
kemarin, aku baru tau alesan dari syukuran tetangga aku itu. alesannya adalah karena dia bikin bengkel las, tebak dimana! iya, pas di deket kamar aku banget. kebayang dong ributnya tempat las. huh deh. pas aku tau, pengennya nasi kuning yang kemarin aku muntahin terus balikin lagi ke orang itu. atau kalo bisa sih pengennya tau pas dia lagi ngasiin nasi kuning, pasti aku bilang, "gak! gak setuju. bawa aja tuh nasi kuning, gak butuh, sok sana bikin tempat lasnya yang jauh, ga usah pake nasi kuning nasi kuning!"
duh, ngerti banget sih tuh tetangga kalo aku suka banget sama yang namanya nasi kuning. sampe akhirnya nyogok aku biar gak ribut masalah tempat lasan itu. ibu aku cuma bilang aku mesti sabar, kasian keluarga mereka kekurangan pendapatan. tapi, gak perlu ngorbanin ketentraman hidup aku juga kali! kamar aku itu gua hiro-nya aku, sekarang bukan gua hiro, tapi pasar las!
tapi meski pun sebel sama si tetangga itu, kalo papasan di jalan, aku tetep aja senyum-senyum ramah sama mereka, saling bertegur sapa kayak kita itu ada di surga dan engga ada konflik apa pun. haha, emang munafik!

nah, sekitar 2 minggu lalu, sebenernya aku ada pengalaman menarik. waktu itu aku habis ngedit film, rasanya laper banget soalnya aku emang jarang  banget sarapan kalo diem diem aja di rumah. waktu itu jam 1 siang, jadi aku akhirnya masuk ke dapur, ngambil nasi terus ngambil kuah daging di atas meja. di situ ada ibu aku, jadi makannya sambil ngobrol.
pas aku baru makan dua suap. aku melihat sesuatu, menjijikan! aku teriak, "Aaaa, Mom!"
terus ibu aku kaget, langsung nanya balik, "Ada apa?"
waktu itu aku syok, jadi yang aku lakuin adalah nutup mata aku serapet-rapetnya, terus tangan aku nutup kuping sekeras-kerasnya. waktu itu aku terusin ngunyah sampe akhirnya makanan itu sukses masuk ke lambung aku. Baru deh aku jawab pertanyan ibu aku, itu ada sekitar 1 menitan aku diem sambil nutup mata. "Ada belatung!" Kataku akhirnya.
"Dimana?" Ibu aku nanya.
"Di kuah dagingnya!" Teriakku lebih keras lagi. Waktu itu aku berusaha ngeluarin makanan yang selama 1 menit itu aku kunyah terus aku telen, tapi it's too late, makanannya udah masuk ke lambung.
"Mana?"
"Itu! Aaaaa!" Teriakku. Lalu mulailah aku merasakan sensasi geli di sekujur tubuhku, aku merasa belatung yang tak sengaja aku telan itu bergerak di bawah kulitku. Lalu aku berjalan ke arah tempat minum dan minum air. kemudian aku melanjutkan mengedit film sampe malem.
Pas malem, barulah aku ngomong perihal si belatung itu. jujur aja, kuliah di jurusan biologi itu bikin aku parno sama beberapa makhluk hidup. salah satunya adalah belatung. masalahnya waktu mata kuliah genetika sama embriologi, aku mesti ngasuh belatung, terus ngasih makan belatung bahkan sampe tidur sama belatung satu kamar. waktu itu mata kuliah drosophilla (lalat buah), aku dulu ngira lalat buah yang dikenal sama kita dengan sebutan rametuk itu adalah anaknya lalat. aku engga pernah ngira sedikit pun kalo ternyata rametuk bukan anaknya lalat, dan anaknya rametuk adalah belatung. waktu awal praktikum, kita disuruh ngumpulin rametuk, terus dimasukin dalam toples gitu. emang sih waktu itu aku baca modul, di modul ada gambar 'mirip' belatung, tapi waktu itu aku gak ngeh banget. jadi santai aja. setelah rametuk dimasukin, muncullah belatung kecil-kecil warna putih. aku langsung syok dong! mana praktikumnya itu si belatung mesti diiket sama rambut. berarti mesti megang! MAMPUS. waktu itu bagian praktikum ngerawat si rametuk itu aku doang yang ngerjain soalnya kan bagi-bagi tugas sama temen-temen yang lain meski pun akhirnya si temen yang sekelompok itu malah bilang aku yang egois maunya ngerjain sendiri. WEW, padahal yang mereka gagal semua, cuma aku doang yang berhasil. belatungnya banyak, jijik banget deh pokoknya. tapi aku berusaha di depan semua orang selalu keliatan berani. padahal sumpah aku mau muntah, KEOKlah.
setelah mata kuliah itu, aku jijik banget sama rametuk. bahkan tiap kali ada buah-buahan yang dirubung rametuk, aku langsung males makan. soalnya aku tau banget bentuk dari telur rametuk, sampe mereka jadi larva (belatung) terus jadi rametuk. aku ngehindarin buah-buahan kayak pisang, pepaya, nangka, meski pun sebenernya aku suka sama buah-buahan itu. huh deh.
pas kemarin ini ternyata si belatung itu aku makan, alive, aku langsung lemes. ini udah kedua kalinya aku makan belatung. dan aku yakin ada ketiga kalinya. setelah diusut, ternyata belatung di kuah daging itu muncul soalnya tiap kali manasin dagingnya engga pernah bener-bener panas, jadinya masih ada telur rametuk yang selamat, terus jadi belatung deh. aku jadi inget waktu pertama kali aku makan belatung. jadi dulu itu aku dikasih pais ikan dari salah satu pesantren di Garut, mereka itu seperguruan sama ayah aku gitu. mereka bikin acara terus akhirnya pas kita pulang dikasih oleh-oleh pais ikan gurame. karena aku suka banget sama ikan, apalagi pais ikan, akulah orang pertama yang makan pais itu. aku buka bagian dagingnya, aku cocol pake nasi anget, dicocol sama kecap dan di tengah-tengah acara makan lahapku, aku mendengar bunyi gemerisik dari dalam tubuh ikan. aku bilang ke ibu aku, "Mom, kok dalam perut ikannya bunyi yah?"
"Mana ada perut ikan bunyi?" Kata ibu aku.
"Ih beneran bunyi." Kataku. waktu itu aku engga ngebuka bagian perut ikannya, aku masih terus makan. Nah, ibu aku itu sukanya bagian dalem perut ikan, jadi yang jadi sasaran ibu aku adalah isi perut ikan yang dikasih banyak bumbu gitu. Pas isi perut ikannya di buka, munculah jutaan belatung yang ukurannya 1-2 cm. Herannya, waktu itu aku bukannya ngemuntahin ikan yang lagi aku makan, tapi justru nutup mata aku rapet-rapet, nutup kuping sekeras-kerasnya terus nelen ikan itu sampe selamat ke dalam lambung aku. persis sama yang terjadi pas aku makan kuah daging.
dan kelakuan aku yang kayak gitu jadi bahan ketawaan di keluarga, masalahnya ibu aku emang sengaja bikin kuah daging soalnya aku jarang mau makan makanan yang sayur-sayur. jadi aku dikasih kuah daging untuk makan. dan si kuah daging itulah messenger belatung. akhirnya ibu aku cerita, kelakuan aku yang suka nutup mata kalo makan sesuatu yang aneh itu enggak kejadian sekarang aja, tapi dari kecil. aku emang ga pernah ngemuntahin makanan, meski pun makanan yang paling menjijikan dan aku engga suka sekali pun. pasti aku telen habis, baru aku komplain soal makanannya. jadi, aku selalu dapet gelar si anak baik yang jarang protes. haha, ternyata kebiasaan baik itu justru jadi bumerang ketika aku makan belatung, udah tau makan belatung, malah ditelen. lucunya lagi malah minum air putih biar lebih lancar si belatungnya "berenang" di dalam lambung aku. haha.
kejadian ini seolah lucu dari awal, padahal aku serius marah banget. tapi marah diem, abisnya salah aku juga sih, kenapa baru ngeh ada belatung pas udah dimakan? kenapa engga ngecek dari awal? huh deh.
aku yakin bakal ada kejadian ketiga aku makan belatung. abisnya yang pertama sukses, kedua juga sukses, pasti yang ketiga lebih sukses lagi. -_- aku semakin benci rametuk. rasanya pengen beli raket listrik buat ngemusnahin peradaban dari si rametuk! padahal nanti mati juga dirubung belatung, tapi da aku masih hidup! aku belum sudi bersentuhan dengan belatung live. huh deh, sekarang aku makanin belatung, sebelum akhirnya belatung yang makanin aku.
ya awloh, ampuni dosa aku yang begitu banyak kayak pasir dipantai...