My Love Lyrics by Westlife

My Love lyrics
An empty street, an empty houseA hole inside my heartI'm all alone, the rooms are getting smaller.I wonder how, I wonder why, I wonder where they areThe days we had, the songs we sang together.(oh yeah)
And all my love, I'm holding on foreverReaching for the love that seems so far
[Chorus:]So I say a little prayerAnd hope my dreams will take me thereWhere the skies are blue, to see you once again... my love.All the seas from coast to coastTo find the place I Love The MostWhere the fields are green, to see you once again... my love.
I try to read, I go to workI'm laughing with my friendsBut I can't stop to keep myself from thinking. (oh no)I wonder how, I wonder why, I wonder where they areThe days we had, the songs we sang together.(oh yeah)
And all my love, I'm holding on foreverReaching for the love that seems so far
So I say a little prayerAnd hope my dreams will take me thereWhere the skies are blue, to see you once again... my love.All the seas from coast to coastTo find the place I Love The MostWhere the fields are green, to see you once again...
To hold you in my armsTo promise you my loveTo tell you from the heartYou're all I'm thinking of
Reaching for the love that seems so far
So I say a little prayerAnd hope my dreams will take its thereWhere the skies are blue, to see you once again... my love.All the seas from coast to coastTo find the place I Love The MostWhere the fields are green, to see you once again... my love.
Say it in a prayer (my sweet love)Dreams will take it thereWhere the skies are blue (woah yeah), to see you once again my love. (oh my love)All the seas from coast to coastTo find the place I Love The MostWhere the fields are green, to see you once again.... My Love.

When i can see you again ?

Aku selalu mencita-citain pengen kuliah, pengen jadi MAHASISWI universitas negeri favorit, dan kini aku udah jadi mahasiswi disebuah perguruan tinggi negeri favorit. Tapi aku ngerasa kehilangan sesuatu yang sangat berharga, aku keilangan temen-temen SMA-ku, aku lost contact banget sama mereka, jarang banget aku smsan atau nelepon sama mereka. Padahal dari temen sekelasku ada 2 orang yang satu universitas sama aku, tapi aku ngerasa mereka begitu jauh sampe aku engga bisa ketemu sama mereka. Padahal kelas mereka itu sebelahan tapi jarang banget aku ketemu mereka. Padahal waktu SMA, sehari aja engga ketemu, aku selalu nanyain kemana mereka kok engga sekolah. Aku pikir dengan satu universitas bisa tetep ketemu sama mereka, taunya engga. Belum lagi aku udah engga pernah ketemu sama wali kelasku, duh... rindu banget rasanya, biasanya tiap hari senin sampe jum'at selalu ada aja ceramah wali kelas ke anak kelasnya atau saling jailin, marah-marahan, atau konsultasi, sekarang jadi jarang banget...Duh Ayah, kapan sih kita bisa ketemu lagi ???Ayah itu panggilan untuk wali kelasku, maklum aja selama 3 tahun aku engga ganti temen-temen, engga ganti nama kelas, engga ganti wali kelas juga, jadinya aku dan temen-temenku akrab sama wali kelas, udah kayak AYAH sendiri...

Sedikit renungan,,,

Semuanya begitu mudah sebelum kita semua berteman semakin lama, persaingan begitu menyenangkan, tawa begitu tulus dan semburat senyum bisa keluar kapan aja, tapi... semakin waktu berjalan lebih jauh, semuanya menjadi begitu sulit, kesedihan ada ditiap senyum dan tawa yang terurai, air mata selalu ada disetiap kata yang terucap, kebohongan mengiringi langkah persahabatan kita, dan seluruh persaingan yang ada menjadi semakin berat ketika kita memperebutkan sesuatu yang sama. Kenapa kita harus menjadi musuh padahal dulu kita tersenyum bersama tanpa rasa bersalah ? Mengapa senyum yang kini keluar hanya senyum sinis dan bukan tawa terbahak-bahak lagi seperti dulu ? Kenapa kata-kata yang dulu keluar begitu mudahnya tanpa disaring sekarang harus dicari kebenaran dan ditimbang kebaikannya dulu ? Kenapa ?
Kenapa kita engga kayak dulu ? Kenapa harus ada perbedaan yang membuat kita semua terpisah ? Dulu kita semua bagaikan udara dan paru-paru, saling membutuhkan, engga ada dendam, dengki, dan egois, tapi kenapa kita sekarang harus kayak air dan minyak yang engga bisa bersatu ? Kenapa harus saling melukai kayak kayu dan api ? Kenapa ?
Air mata kini menjadi begitu mudahnya keluar tanpa sanggup kita menghapusnya, padahal dulu janji untuk saling menghapus air mata terucap begitu mudahnya diselingi tawa dan seucap janji manis yang sekiranya masih kita ingat. Berjanji akan saling menjadi hati yang mau mengerti sebelum keegoisan datang menerpa. Berjanji akan selalu menjadi telinga yang mau mendengar keluh kesah, namun kini justru saling melontarkan kata-kata menyayat hati dan kita bukan menyesal justru tertawa bangga dan semakin semangat mengeluarkan kata-kata tajam. Inikah hasil persahabatan kita selama ini ?
Aku ingin kembali ke masa dimana kita tertawa tanpa rasa bersalah, aku ingin kembali dimana kita bisa saling mencurahkan isi hati, saling menjadi tangan yang akan menghapus air mata, saling menjadi telinga yang ingin mendengarkan, saling menjadi hati yang mau mengerti.
Apakah masih ada bagian dari diriku yang pernah menjadi bagian dari dirimu untuk berjanji berteman hingga waktu memisahkan kita ? Masih adakah ? Atau tangisan dan senyuman kini sudah terlihat sama ?
Langit biru terlihat sama dimanapun saat kita bersahabat begitu dekat, tak terpisahkan, saling menggenggam tangan dan berjanji takkan melepaskan. Namun kini langit biru itu sudah terlihat sangat hitam olehku dan merah olehmu. Hitam karena aku tak punya lagi orang untuk kubagi cerita pagiku, tak ada lagi orang yang akan kukejar sebagai pemacu semangatku, tak akan ada lagi janji untuk saling menolong. Merah karena kini sudah tidak ada lagi rasa iba dan kasih, hidup di jalan berbatu, menapaki jalan itu sendirian dengan kebencian dan dendam.
Lalu bagaimana kita akan bertemu lagi ?
Mengapa semua begitu mudah saat kita baru bersahabat ?
Mengapa air mata sekarang terjatuh dan kau tak tahu ?
Aku hanya ingin kembali kepadamu dan hanya kepadamu...

Happiness keyword

Ternyata kebahagiaan dan kesedihan itu bedanya tipis banget, andai aja aku udah tau betapa tipisnya perbedaan mereka, aku engga akan pernah menyesali semua air mata yang udah aku cucurkan untuk mereguk kebahagiaan yang manis ini. Walaupun kebahagiaan yang aku inginkan masih terlalu jauh untuk kugapai dan aku tak tahu kapan kebahagiaan itu akan muncul, namun sepertinya semua kebahagiaan dan kesedihan itu engga beda jauh.Baru aja aku ngerasa kehilangan sebesar-besarnya, mataku selalu berkaca-kaca kalo ngomongin dunkin, betapa aku takut engga bisa ketemu dia lagi, betapa aku selalu mengejar kemanapun dia pergi, memantau perkembangan yang terjadi sama dia tanpa dia tau.. padahal dia selalu baik-baik saja, aku engga perlu nyiapin keberanian kayak penunggang kuda yang siap berperang sampai mati, soalnya dia selalu ada saat aku bahkan engga mempersiapkan apapun.Walaupun aku ketemu sama dia cuma dimimpi, tapi aku masih ngerasain rasa bahagia yang dulu aku rasain waktu ada dideket dia, rasa seneng yang engga bisa dibayar dengan siapapun didunia ini. Aku kira aku udah lupa gimana rasanya kebahagiaan waktu ngeliat wajahnya, sekarang aku inget lagi semuanya, semua yang pernah aku lupain, semua yang aku harap lupain kini aku inget lagi.Tas birunya, sepatu compass-nya, seragam SMP-nya, rambutnya, kaus kakinya, cara dia duduk, wangi badannya, pulpen itemnya, cara dia nulis, matanya, cara dia mandang aku, semuanya...Semuanya...Padahal sebelum aku ketemu sama dia di mimpi, aku baru aja ngerasa begitu dalam terperosok ke dalam kesedihan, begitu dalamnya rasa kehilanganku, begitu banyak air mata yang ingin aku keluarkan tapi engga bisa dan banyak kata-kata yang engga tersampaikan. Ambisiku selama ini itu cuma pengen ketemu dia dan pengen ngobrol panjang lebar tentang kebenaran masa lalu, cuma itu...Tapi waktu ketemu sama dia, walaupun cuma dalam mimpi, aku engga bisa ngomong selain pengen deket sama dia, selalu ada disebelahnya, selalu ngeliatin apa yang dia lakuin dan ngikutin apa yang dia lakuin, sama kayak dulu... apa sih yang aku punya engga ngikutin dia ? Pulpen, pensil, buku, tas, sepatu, cara jalan, cara ngomong, semuanya...Bahkan bahasa Sunda aja sengaja aku pelajarin buat ngobrol sama dia yang selalu pake bahasa Sunda. Walaupun yang diajarin sama temen-temen aku itu bahasa Sunda yang kasarnya, tapi aku ngerasa semua itu bukan beban kalo buat ngobrol sama dia, soalnya dia engga bisa ngobrol pake bahasa Indonesia. Walaupun dengan latar belakang bahasa yang beda, aku selalu nyoba buat deket sama dia, dengan cara apapun.Tapi itu semua mimpi, aku engga pernah bener-bener ketemu dia lagi kecuali kalo ngeliat dia sekilas di jalan. Aku juga engga pernah ngobrol lagi sejak 4 tahun lalu, tanggal 1 oktober 2004 adalah terakhir kalinya aku ngobrol sama dia, aku engga pernah ngobrol sama dia lagi, bahkan aku udah lama engga saling sapa dengan senyum sejak 4 tahun lalu.Engga kerasa 4 tahun aku selalu inget sama dia, inget namanya dan suka sama namanya, cinta sama sebuah nama, dunkin...

When you choose someone the same like me

Before, someone i love maybe ever love me a second, i'm happy, really glad, i feel the sun shine on me and the world spinning with joy and happiness. But i know, that's just a second, because i never open my mouth to say that i love him, i never told him in 3 years, in 3 years, i'm just keep silent, let no one knows i love him, even to my diary. I'm just calling him with 'HIM'.
He never know i love him, i always watch over him, i always pray for his right condition, i ever call him the glass-heart prince. He's always getting sick in every week, weeks without sick isn't him. He's always make me afraid but he don't know, he think i'm just ordinary girl, didn't have any feeling to him, but he was so wrong, he never ask me before. I'm waiting in my silent words, waiting he know and read my heart, but he don't do those, that day, i know he's get his new girl friend, i'm so shock, he ever told me that he'll never fallin' love couse he's just wanna married just like what in Islam. But he broke his words, i can't believe it, the world just like stop spinning and now i feel my head spinning so hard then i fell down to the sadness and drowned, waiting my death.
I'm not die, yet. Still i'm alive, still i'm smile and laugh at them, in my heart i said that i'm happy for both of you. 3 years i'm wating for nothing, so i made a song, my first song for him, he listen my voice, i speak up and tell him about my heart but it was too late, now he's love his girl friend so much. Everyone say that i'm singing so nice, of course i am, that's not just ordinary song, i sing it with all my heart. That's the first time in my life i speak up about my heart. The song's hear so soft and so beautifull, and inside that song, fulfill with pain, teardrops, and untold words.
Even more he still with his girl, i never want him to broke their relationship. If i said i'm happy with my mouth, i can fool you, but if i said it in my heart, that's the true pray comes from the deepest heart of me. I don't regreted my fault, i'm happy because i make this song, i can make everyone hear my sadness, i can make him knows about my heart, i can make good score couse all of my friends so proud i can make this song, i'm really happy indeed...
The lyrics of my song isn't good enough, but it's the sadness song of me, so i named this song :

My sadness

Before i'm weak without you
I cry everynight there for you
But then i know that's all nothing
You never come to me again

For you all my love
I'll give all my all
To say, "Here all my love for you"
If you love me for me

I live in strange paradise, so i need you here
Couse i still weak without you

For you all my love
I'll give all my all
To say, "Here all my love for you"
If you love me for me
If you love me for me


The 3rd paragraph said my hope for my future, now i live in different university with him, different faculty and different place, in my university, i live alone, i've got new friends but i've no one like him here. Maybe i'll not meet him again, but... that's alright, just seeing his photo can make me smile and remember about my past with him, his way to make me show my feeling to him.... Hmm... memories
One thing which always make me sad, why he choose the most same girl just like me, i don't understand what's the different me and his girlfriend, he even ever told me that my face and my act it's just like his girlfriend, i don't know does he just want make me sad or that's the real what he feel ?
That's alright, no one would force me about him, couse his name never written in my diary's pages, none words of his name ever written in my diary. So, he's only a dream, now i'm wake up and search him but i know that's just a dream, that's why i always make story with a girl who find her prince in her dream.
I never told anyone, couse there's no one want to listen to me, no one want to hear my sadness and see back of my past, no one care about me, so that's why he's just my adoreable man. Couse no one want me to call his name, even he won't me to call his name loud.
Goodbye, perhaps you read it and come fast to me...

My prince hear my pray...

When i saw him stand front of me, i tellin' my self that i wanna see his smile everyday, and i'll sacrifice anything i had just to see his beloved smile...
Yesterday i see him walk with his girl friend, still i pray the same things, i'm glad could see his smile even he smile without me, then i see his girlfriend smiling at me, then in my heart i said, i wouldn't take him from his girlfriend, i love to see they smile even my heart gambling i won't to see them be.
I ever feel that smile before, i ever expressed that smile before, i still can remember it so well. Then i see a girl, in this time, that's me, i see they smile so happy. Now i didn't do anything to them, but in my past, this girl take him from me and she delete all my smile and never send him back to be my happiness.
I lost my smile, i lost anything which made me smile, i lost anything, i forget anything about my past. I'm drowin' in my sadness, but now i won't to see his girlfriend lost her smile, i stay where i belong and keep silent, just watching they smile, laugh, share their happiness and feel the whole world only for them both.
I'm really jealous, i do. But i'll never delete beautyful smile carved with honest and loyalty, couse if i do that, what's kind different from me and that girl who ever take my happiness ? I'm different, i'm just a stranger who always be cool and always get the strange.
I'm still hope he'll give me a chance to let me be his girlfriend without i have to take him from his girlfriend now. I'm still open my heart wide just for waitting him, i forgive anywords he ever made for me which ever made me hurt. I forgive anything he ever done to me, couse i would rather hurt my self better than i have to see a smile gone by.
I know he even not a prince with a white horse and big crown, but just knowing he can be what he inside, i would be so glad and with pleasure i can retake my life for him...
[just kidding]
I'm always positive thinking and said to my self that the reason why he didn't take my hope to anywhere is couse he won't to hurt me, altough i'm still be hurted by see him walking with his girl friend, but that's alright, i'm used to it. Sometimes i think he's a super hero, when everyone know about him and his feelings to me, then world would blame me and hurt me more than him. That's make sense, he's the best one, the smart boy, the almost completely perfect, so... he can't take me as his couse i don't have any reason to be choosen. That's the simply reason i can think.
But in other time, i know he ever give me a chance to prove my love to him, but i don't take that chance, i still with my silent and my cool style to him, maybe at that time he think that i don't love him and he stop to give me a chance. What i can do ?
I'm really feel i have nothing to be wonder about, so i never feel i'm the better one, but that might be my best fault... I don't regret it, i just hope he give me another chance... That's all.

Blue daily half time

Bagiku satu hari seperti satu detik

Waktu berjalan begitu cepat
Bahkan aku tidak sempat melakukan banyak hal
Tetapi, sekalipun suatu hari sama dengan satu tahun
Tetap saja tidak ada yang dapat kulakukan

Aku terlalu banyak membuang waktu
Waktu yang kujalani selama ini rasanya sia-sia
Aku hanya terdiam dan mengamati
Sambil menunggu waktuku berakhir

Tetapi keajaiban datang padaku
Dia memberikan kesempatan

Untuk mengetahui
Untuk mengerti
Untuk merasakan, dan
Untuk melakukan

Banyak hal yang tidak pernah terjadi padaku

Sekarang aku menyadari waktuku
Satu detikpun itu adalah kehidupan


Diambil dari komik Blue Daily Half Time - Alexia
Kata-kata itu kayak renunganku setiap kali kalo aku lagi diem sendirian. Aku sering nulis banyak kata-kata yang menyebutkan kata-kata itu, tapi aku engga pernah nulis jawabannya. Kalo misalnya aku lagi iseng dan baca kata-kata itu lagi, aku kadang suka ketawa, kenapa begitu mudahnya aku nulis kata-kata itu lagi dan lagi. Mungkin karena aku menyadari kalo aku membuang semua waktuku untuk menyesali satu hal, aku membuang semua perhatian orang disekitarku cuma untuk mikirin satu orang, aku engga nganggep semua orang disekitarku ada cucma gara-gara aku terfokus sama satu orang, aku melupakan semua hal yang jelek-jelek tentang orang itu cuma biar aku berhenti nyumpahin satu orang itu dan mulai memujinya.
Dan ! Berhasil, aku banyak lupa tentang masa laluku dan aku cuma inget sesuatu waktu aku baca catetanku waktu dulu aja. Setiap malem aku selalu berdo'a untuk melupakan semuanya kecuali keluargaku dan satu orang itu, engga ada alasan yang pasti, cuma aku berdoa untuk apa yang aku anggep itu yang terbaik. Sekarang kalo ditanya tentang masa laluku, aku banyak lupa dan ngerasa engga pernah ngalamin. Aku bingung untuk ngeliat antara kenyataan dan mimpi. Soalnya banyak kenyataan aku impikan dan banyak mimpi menjadi kenyataan,,,
Sampe sekarang aku masih ngerasa ketakutan sendiri, aku takut kalo harus ketemu sama satu orang itu, padahal aku selalu ngeliat dia, cuma engga pernah aku sapa, dan mungkin dia engga pernah ngeliat aku. Mungkin selama ini dia udah nganggep aku menjadi bagian masa lalunya, tapi engga apa-apa, aku seneng menjadi apapun didalam hatinya, cuma ajah aku berharap kalo dia bisa inget aku sebagai orang yang pernah dia suka dulu.
Tadinya kalo aku sampe masuk ke PTN, aku bakalan nelepon dia dan nanyain dia kuliah dimana, taunya aku engga masuk ke PTN favorit, walaupun universitas yang aku masuki ini negri dan kebilang favorit, tapi... aku engga punya kebanggaan untuk masuk ke dalam kehidupannya lagi. Satu orang inipun sekarang engga kuliah dan dia kerja shift malem, jadi makin engga ada waktu untukku nyari dia dan dia untuk nyari aku.
Dari cerita blue daily half time, setiap ngebuka halamannya aku selalu takut kalo pemeran utamanya "si boneka" bakalan kembali lagi jadi boneka, aku takut kalo harus ngeliat "boneka" itu kembali ke asalnya, mungkin akan sedih banget.
Kadang aku mikir betapa Tuhan itu kadang aku ngerasa engga adil, kenapa bikin kebahagiaan cuma sementara, kenapa engga terus-terusan aja ngasih kemalangan biar engga akan sakit hati gara-gara kembali dari kebahagiaan kedalam kemalangan. Aku sedih kalo harus ngeliat orang yang baru aja ngerasain bahagia tiba-tiba harus nangis sedih...
Aku engga suka sama orang yang ninggalin luka setelah ngerasain bahagia, soalnya aku sendiri juga pernah ngalamin hal yang sama, waktu senyumku sedang berkembang tinggi, tiba-tiba aku menangis engga pernah berhenti setiap malem.
Tapi itu semua dulu, walaupun masih kerasa rasa sakit hatinya, aku udah engga bisa nangis lagi, soalnya semua itu udah pergi, aku engga akan bisa lagi disakitin soalnya mungkin air mataku udah abis gara-gara dulu nangis setiap malem.

Kenangan sama temen-temen Paskibraku itu banyak banged...

Kita nangis sama-sama, disuruh push up, lari, ngerangkak, sit up, pull up, ditampar bareng-bareng, ngibArin bendera bareng-bareng...

Pokoknya kenangan kayak gitu engga ada di organisasi yang pernah aku ikutin...

Rasanya aku engga rela ngelepasin masa SMA-ku di paskibra...

Soalnya seneng banget disana...

Walaupun aku dan temen-temenku sampe nilainya turun, ditampar sampe sakit, dihujan-hujanin, dimarahin, pokoknya semuanya kita laluin bersama, Ta sayang banget sama anak-anak paskib, Rela deh terus ikut paskib tanpa dibayar, asalkan bisa terus ngibarin Bendera Merah Putih Duplikat kedua setiap tanggal 17 agustus...

Aku selalu pengen deket sama paskibra dan ngasih tau betapa enaknya ikut organisasi paskibra itu..

Kalian-kalian diluaran sana yang engga ikut organisasi apapun, MASA SMA KAMU GAGAL !!!

Emang bener masa SMA cuma dateng sekali, dan kamu nyia-nyiain dengan mutihin kulit kamu sampe kamu engga mau kena sinar matahari... Pake pemutih, pake rebonding rambut, keriting rambut, di model macem-macem,,, halah-halah... Rambut kamu kalo bisa ngomong mau nangis deh kayaknya !

Padahal nanti di Alam Barzah kita dipanasin sampe gosong,,, Apa kulit putihmu bisa bertahan ???

Pemimpin dan sang Pemimpin sejati

Waktu pertama kali aku ikut Paskibra, aku aneh, kenapa semua orang seneng banget nunjuk aku ke depan untuk mimpin, aku juga sebel kalo kakak-kakak kelas mempercayakan suatu tugas sama aku, jadinya kan aku engga bisa leha-leha, aku juga sebel kalo jadinya aku yang harus bikin keputusan dimana aku males bikin keputusan, aku aja sering salah milih keputusan untuk diriku sendiri, tapi kenapa orang-orang yang kayak yang seneng bikin aku yang harus maju ke depan dan ngemukain pendapat aku.
Aku protes, aku marah waktu itu kenapa semua orang nunjuk aku terus-terusan, kenapa aku selalu harus dibikin buat ngambil keputusan, semua orang selalu nanya pendapatku yang menurutku engga nyelesaiin masalah, mereka selalu maksa untuk aku ngeluarin satu kata aja dalam pengambilan keputusan, aku juga marah waktu kakak kelasku mati-matian maksa aku buat jadi ketua suatu organisasi yang mimpin beberapa sekolah, aku engga mau, kenapa harus aku ?
Sekarang aku tau kenapa mereka semua nunjuk aku, aku baru inget kalo aku pernah bilang kalo aku punya jenis kepemimpinan yang engga mau timbul, aku contohin kayak sutradara, dia engga perlu nampangin wajahnya didepan umum, tapi semua kendali artis ada di dia. Aku emang engga mau dikenal banyak orang, cukup orang-orang kenal nama aku, tapi aku engga pengen semua orang tau wajah aku dan nginget aku dengan wajah kayak gitu, aku pengen kayak penulis buku, aku adalah pemimpin dari mereka semua yang bermain drama diatas kertas putih, aku yang bilang berhenti dan aku juga yang bilang kapan mau mulai lagi. Aku engga mau jadi vokal atau konsonan, tapi aku mau jadi orang yang ngebikin konsonan dan vokal itu, orang-orang engga tau siapa tepatnya orang yang bikin konsonan dan vokal, tapi mereka tau kalo vokal dan konsonan engga akan ada tanpa sang pembuat. Bukankah itu keinginan dan kerendahan hati yang sederhana ?
Itulah alasan temen-temenku nanya pendapatku, sekarang aku seneng kalo ditanya sebuah pendapat, aku seneng kalo aku bisa bikin terobosan terbaru walaupun nama aku engga dikenal. Aku engga perlu jadi vokal A, aku pengen jadi pembuat alfabet itu. Sekarang aku bener-bener jadi pembuat alfabet, aku engga perlu jadi ketua yang dikenal semua orang namanya dan jasanya, aku cukup jadi pemberi nasihat yang semua kata-kata aku diturutin sama ketuanya dan akhirnya organisasi itu jalan dengan visi misiku dulu, tentunya dengan aku engga jadi ketuanya.
Aku cukup puas jadi script writter dan engga berharap jadi artisnya. Aku cukup puas jadi sekretaris yang setiap katanya diturutin sama ketua. Aku puas jadi pesuruh yang semua keinginanku dipenuhi sama pemimpin yang nyuruh aku. Aku puas jadi diriku sendiri, soalnya kalo semua orang pengen jadi pemimpin, terus siapa dong yang nanti dipimpin dan dijajah ? Kalo semua orang jadi presiden, siapa rakyat yang bakalan jadi petani, dokter, guru, dosen, pedagang dan lainnya.
Persis kayak puisinya Iwan Abdurachman yang judulnya kerendahan hati, kita emang engga pernah perlu jadi ketua dari segala hal kalo kita sendiri engga sanggup, kenapa engga jadi orang yang biasa-biasa yang dihormati dan disegani semua orang. Kan lebih asyik tuh ! Kita engga perlu mikirin kata-kata yang udah kita keluarin, engga perlu pertanggung jawaban, itu yang aku suka. Aku suka memimpin dibelakang, tapi kalo diminta pertanggung jawaban, bisa ajah, cuma aku engga suka didesak, jadinya aku engga suka kalo jadi pemimpin didepan semua orang. Ada orang yang pernah bilang, kekuasaan sejati terletak dibelakang tahta.

I LOVE my INDONESIA

Aku masii inget waktu tanggal 16 Agustus 2006 aku ikutan pengibaran di Kecamatan, walaupun engga sebagus dan se-elite pengibaran Kabupaten, Provinsi dan Nasional, tapi aku bangga banget !
Aku yakin jam 5 sore waktu itu, kita semua sang pasukan pengibar bendera sedang nangis karena bangganya kami ke suatu benda bersejarah Republik Indonesia.
Jam 5 sore itu, aku dan teman-temanku berpakaian PDU [pakaian dinas upacara], lengkap sama seluruh atribut. Kami disumpah untuk engga kabur dari tugas ngibarin Bendera Sang Saka apapun yang terjadi.
Aku ngeliat temen-temen aku nangis waktu Sang Saka dicium, aku masih engga ngerti kenapa mereka nangis, tapi aku tau satu hal, sebuah kebanggan tersendiri melekat di dalam hati. Aku emang engga ikut-ikutan nangis, aku malahan sibuk mengagumi betapa ternyata Bendera yang udah 16 taun aku liat itu begitu indah. Tiap kali aku ngeliat bendera, aku ngerasa biasa ajah. Aku engga pernah ngerasa bangga apalagi ngerasa spesial waktu ngeliatnya. Kalo disuruh upacara hari senin aja, untuk hormat 3 menit ke bendera aku udah engga mau, tapi dengan terpaksa akhirnya aku hormat juga.
Tapi pas sore itu, aku keinget sama satu hal yang engga akan bisa aku lupa. Dari kecil sampe umurku 16 tahun, aku engga pernah jadi perangkat upacara. Kakak-kakak seniorku nanya alasannya, ya aku jawab kalo aku engga pernah diajakin sama guru atau temen-temenku. Sedih sihh waktu inget sama kejadian waktu dulu, cuma engga apa-apa, aku selalu berusaha berlapangan hati sama temen-temenku.
Aku dijauhin sama temen-temen aku cuma gara-gara aku ini punya ortu yang awalnya engga Islam dan aku mau temenan sama yang bukan agama Islam. Mereka pikir temenku yang bukan Islam itu najis, dan dengan aku temenan sama anak itu, maka aku akan sama najisnya. Aku sih engga peduli, toh temen aku ini juga engga ngelakuin hal-hal yang salah, soalnya Ibuku sendiri juga pernah nyerita kalo ummat Islam sendiri jahat banget sama kaumnya, aku dulu engga ngerti kenapa alasan Ibuku ngomong kayak gitu, tapi sekarang aku ngerti, agama Islam emang jahat sama sesama kaumnya sendiri, selalu ngerasa paling bener, menjajah satu sama lain, menyakiti sesama, dan banyak hal yang mengerikan terjadi. Bener kata guru agama-ku waktu SD, "Yang nyolong ayam tetangga siapa kalo bukan orang Islam ?".
Tapi masalah agama engga usah aku ikut-ikutan angkat bicara, aku cuma ngikutin apa yang aku anggap bener dan ada di Al-Qur'an, engga penting buat nyari tau siapa yang bener, engga usah memaksakan kehendak kalo kita adalah yang paling bener sedangkan dimata Allah salah gede, mendingan jadi orang yang dianggap hina sehina-hinanya tapi sama Allah diangkat tinggi setinggi-tingginya. Amin...
Aku engga pernah ngehargain sedikitpun tentang kata INDONESIA, aku bahkan ogah disuruh nyanyi lagu kebangsaan Indonesia, aku engga mau hormat tegak ke Bendera dan sebagainya.
Tapi di hari itu, 16 Agustus 2006 jam 5 sore, pertama kalinya dalam hidupku aku ngerasa punya kebanggaan sendiri sama Indonesia, aku engga peduli aparatnya yang korup dsb, yang aku peduliin adalah INDONESIA-nya. Aku bangga jadi warga negara Indonesia, aku bangga lahir di Indonesia, aku bangga punya darah dari calon pemimpin masa depan, aku bangga menyandang nama Indonesia di dadaku, aku bangga, aku bangga, aku bangga sama Indonesia...
Pas malemnya, sekitar jam 9-an, hal yang membanggakan baru aku temuin lagi, dari luar, kakak seniorku ngebawa sebuah peti dengan langkah tegap maju. Aku bertanya-tanya apa kiranya yang dia bawa sampe dia jalan kayak gitu. Waktu peti itu ditaro di depan meja yang ada dihadapan kami semua, aku ngeliat lambang Garuda dihadapannya.
"Ini adalah Bendera Merah Putih yang cuma dikeluarin satu tahun sekali dari peti ini."
Temen-temenku yang udah pernah ngibarin sampe 4x langsung bercucuran air mata, mereka bilang ada rasa rindu yang dalem banget sama Bendera itu, dan itulah alasan mereka tetep ada untuk anggota pengibar Bendera, mereka sayang sama Bendera Merah Putih.
Sekarang giliranku untuk megang dan ngeliat bendera. Aku hormat dulu, udah gitu aku ngebuka peti yang ada didepanku, Bendera Merah Putih terlipat rapi didalamnya.
"Ini lipatan terakhir waktu udah penurunan bendera tahun lalu."
Aku memperhatikan dengan seksama seluruh bagian bendera, lipatannya, jahitannya, warnanya, bentuknya, rasanya, semua bagiannya. Dan aku ngerasa seneng banget bisa megang bendera duplikat kedua. Aku bangga bisa ngerasain rasanya megang bendera, aku ngerasa beruntung soalnya temen-temenku yang dulu suka ngelarang aku jadi perangkat upacara engga bisa lebih hebat dari pada aku, mereka bahkan engga pernah megang bendera asli duplikat kedua. Mereka cuma megang bendera yang dijual dipasaran dipinggir jalan. Sebenernya yang ngebedain antara bendera duplikat sama bendera pasaran itu terletak pada dimana kita megangnya. Tentu aja aku ngerasa bangga soalnya bendera itu adalah bendera duplikat yang dijaga dan ditaro didalem peti dengan lambang garuda, beda lagi sama waktu aku mau ngelipet bendera biasa. Rasa bangganya emang ada, tapi engga se-menggigit waktu aku megang bendera duplikat. Aku bangga sama diriku sendiri, aku berterimakasih sama PASKIBRA, soalnya PASKIBRA adalah satu-satunya organisasi yang ngebangun aku jadi manusia beneran, paskibra adalah satu-satunya organisasi yang nerima aku apa adanya, aku pikir paskibra pasti sama kayak pramuka yang pernah ngebuang aku gitu aja, ternyata beda, paskibra nerima aku yang dulunya pemalu dan pantang banget maju ke depan, di paskibra aku jadi pe-de banget, aku engga malu atau grogi kalo disuruh maju kedepan, aku bahkan selalu pengen jadi pemimpin yang ada diantara temen-temenku. Aku seneng di paskibra, paskibra adalah rumahku, makanya aku bilang kalo paskibra adalah organisasi terbaik sepanjang pencarian hidupku, aku bahkan rela ngajarin rasa cinta sama Bangsa Indonesia dan ngajarin cara pengibaran Bendera tanpa dibayar, soalnya uang berjuta-jutapun engga akan sanggup ngebayar rasa cinta, rasa cinta itu timbul waktu kita deket apa yang mendekatkan kita kepada kecintaan itu.
Waktu aku ikutan pramuka, aku engga pernah berhasil jadi manusia sungguhan, kalo aku ngeliat pramuka, aku selalu empet banget ! Rasanya kalo ngeliat pramuka itu engga suka banget, saking engga sukanya, waktu itu aku pernah adu mulut sama anak pramuka, mereka nantangin aku sebagai anak PMR dan anak paskibra yang kalo kata mereka aku dibuang karena aku engga ada apa-apanya. Aku buktiin sama mereka semua, aku bisa pengobatan, aku bisa bikin blankar, aku bisa baris berbaris bahkan jutaan kali lebih baik dari mereka, aku bisa masak, aku tau obat-obatan, aku tau tanaman obat, aku tau gimana cara bersikap dan memimpin orang lebih baik dan dengan pikiran jernih, aku bahkan lebih berprestasi dari pada temen-temen pramuka-ku. Aku engga maksud ngejelek-jelekin sebuah organisasi, aku juga engga bilang kalo pramuka jelek banget, pramuka engga jelek-jelek amet, aku justru berterimakasih sama pramuka, gara-gara pramuka, aku jadi bisa belajar tentang engga ngebeda-bedain temen, engga cuma dari agama, warna kulit atau kekayaan.
Di paskibra, aku selalu dibilang paling putih, mereka selalu nanya kenapa aku selalu putih dan engga pernah item, padahal mereka salah. Apa yang mereka liat sampe mereka bilang aku putih ? Aku biasa aja. Sampe waktu aku foto bareng mereka, aku menyadari satu hal, aku punya gigi yang engga putih, tapi putih gading, itu yang bikin aku keliatan putih, jadinya gigi sama kulit engga terlalu kontras. Hehehe...
Paskibra, thank you soalnya udah ngajarin aku betapa aku cinta sama Indonesia, betapa aku mencintai tanah airku ini sampe aku rela mati untukmu. Paskibra, aku rela mengabdikan diri untuk ngebales semua pelajaran tentang kepemimpinan yang pernah kamu ajarin.
Gara-gara ikut paskibra, aku jadi tau kalo aku punya kepribadian pemimpin yang ideal banget, Korelis Melankolis. I LOVE PASKIBRA, I LOVE INDONESIA.