Taun ini, sekali lagi ikut halal bi halal di keluarga ibu. Tiap taun, acaranya gitu-gitu mulu, karaoke, games, tebak-tebakan. Oh please deh! Tiap taun gitu mulu kan bosen! Kalo ada obrolan, paling paagul-agul kesuksesan kerja dan kawan-kawan. Pokoknya ga "gue" banget!
Biasanya, aku diperbolehkan absen untuk ikut acara halal bi halal ini. Tapi kali ini tidak. Entah kenapa si ayah tiba-tiba mewajibkan semua anak harus ikut, tanpa terkecuali dengan alasan apapun. Maka berangkatlah kita sekeluarga jam 4 sore dari rumah.
Tempat pertama yang dikunjungi itu makam nenek dari ibu. Dan sebuah accidential accident terjadi, halah! Ngomong apaan gue? Hahaha... Orang mabok nabrak mobil gue. Dan beberapa detik setelah kejadian itu terjadi, karena gue adalah anak PMR (dulu), jadi gue langsung meluncur dari mobil dan nolongin orang itu. Seperti prosedur utama dalam penyelamatan, AMAN, A, Amankan diri! Mungkin itu doang yang gue inget dari prosedur penyelamatan. Hahaha... Gue pegang nadi si orang itu dan dengan ilmu shinse yang mengalir dalam darah gue, gue ngerutin kening? APA-APAAN INI?! Adek gue yang cowok langsung ngelepas helm si orangnya dan tangan gue mastiin ga ada patah tulang leher dengan megang si tulang lehernya dari ruas ke ruas sampe bahu. Adik gue yang laen langsung ngebuka jaketnya sama iket pinggangnya. Dan sudah bisa dipastikan kalo si tersangka itu ga kenapa-kenapa selain luka lecet di kakinya.
Pas si tersangka ngebuka mulut. Busyeeeettt bau banget! Dan gue, meskipun samar-samar, gue bisa tau itu adalah bau alkohol. Orang itu akhirnya di bawa sama adek gue yang cowok ke puskesmas dan gue nemenin bokap nyelesaiin masalah.
Jadi, kita lanjut nyekar dulu sebelum nyelesaiin masalah. Dan gue buka mulut, bilang kalo si orang itu sengaja nabrakin motornya ke mobil kita. Orang itu mabok dan pura-pura pingsan. Semua fakta yang gue kemukakan dapet respon positif dan praduga kita semua sama. Karena kita ga mau bikin masalah nambah panjang, of the record ajah.
Menu
About
Blogroll
Popular Posts
-
Pagi hari di SMP Pembangunan Harapan, sekolah para kurcaci kecil yang baik hati. Sekolah ini dipimpin oleh seorang kepala sekolah yang arif ...
-
Saya bukan penulis. Bahkan pengetahuan tentang kepenulisan pun tidak saya praktekan. Masalahnya pengetahuan yang paling nempel adalah penge...
-
"Selamat Ulang Tahun, Reorio." Lalu dia menjawab, "Makasih, Killua." Aku pun bertanya, "Masih ingat ternyata dir...
-
So please, Let me be free from you And please, let me be free I can face the truth. -pretend : secondhand serenade- Saat mendengar lag...
-
Hmm Whoaaa Oohhh Yeahh You Said It Wasn't Gonna Be Like It Was Before Then It Happened Again Pushing Me Back Out The Door Thought It Wou...
-
Aku sering kepikiran kenapa tulisanku gak sebagus tulisan orang-orang yang notabene adalah seorang "penyair". Well , i'm tryi...
-
˙˙˙˙ɐıƃɐɥɐqɹq ɥıqǝן ɐʇ uɐp 'ƃuɐɹɐʞǝs ɐıƃɐɥɐq ɯʞ '''ɥɐןɥɐpn ɐʎ ˙˙˙˙ɥǝɥǝɥǝɥ ¿ ʞɐpıʇ ןnuǝq ¿ ɐʇ uıɟɐɐɯ ʍɐɯ ƃ ƃɾ ʎuɯʞ ןʞ ɟɐɐɯ ɐʇ...
-
Hari ini aku akan naik ke puncak (lagi). Tak ada doa-doa yang ingin kupanjatkan, tak ada harapan yang ingin kugantungkan, juga tak ada pe...
-
Jantung ku berdetak cepat, inilah waktu yang tepat, segera aku bersiap, jangan sampai ku terlambat. [Pre Chorus:] Malam ini malam minggu, ka...
-
Saya belajar . . . . . . . Bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain untuk mencintai saya Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yan...
0 komentar:
Posting Komentar