"Kalo marah, jangan lama-lama, Ay... Hidup ini singkat." Kataku mengingatkanmu. "Contohnya aja aku. Kemarin aku masih semester 5, masuk Rumput dan baru aja mulai naik gunung. Padahal masih banyak gunung yang belum aku daki, tapi waktuku buat naik gunung tinggal dikit lagi. Jangan lama-lama marahnya, Ay. Jangan biarkan sesal menghantuimu."
Penaku berbusa untuk menceramahimu, Ay. Mulutku masih diam dan masih enggan menyapamu, tapi penaku selalu menyapamu. Semoga kau takkan punya penyesalan.
21 Agustus 2011
Menu
About
Blogroll
Popular Posts
-
Waktu pertama kali masuk komunitas, yang saya pilih cuma kelas kajian. Tujuannya? Mempermudah pemahaman saya tentang filsafat, yang kebetul...
-
Pagi hari di SMP Pembangunan Harapan, sekolah para kurcaci kecil yang baik hati. Sekolah ini dipimpin oleh seorang kepala sekolah yang arif ...
-
Suatu hari bu guru memberikan kamus bahasa korea kepada murid2nya. Para murid pun langsung membaca kamus itu. Pada halaman pertama kamus itu...
-
Gw agak sedikit mencibir santri2 Indonesia kucinta, kok mereka dengan polosnya siap membela palestina terus nyalahin israel sebelah pihak. r...
-
Banyak orang yang menjadikan lensa kontak sebagai pilihan untuk mengganti fungsi kacamata. Menurut Dr. Sri Rahayu, SpM, FIACLE. dari Jakarta...
-
Hari ini aku akan naik ke puncak (lagi). Tak ada doa-doa yang ingin kupanjatkan, tak ada harapan yang ingin kugantungkan, juga tak ada pe...
-
"Dengarlah kau dengar, selama bumi berputar, kau tetap milikku..." *ga mw, males... *ywd gpp g mw jg gpp... yg penting ta bahagia,...
-
Hmm Whoaaa Oohhh Yeahh You Said It Wasn't Gonna Be Like It Was Before Then It Happened Again Pushing Me Back Out The Door Thought It Wou...
-
The novel begins with the wizarding world 's celebration of the downfall of Lord Voldemort , an evil, powerful and cruel Dark wizard. Af...
-
aku duduk sendirian mendengarkan lagu sindentosca yang berjudul kepompong dan aku sedikit demi sedikit aku mulai mendendangkannya. Setiap ka...
0 komentar:
Posting Komentar